Skip to main content

Majalah Sunday

Berkurangnya Cognitive Ability Akibat AI Assistant

Penulis: Ariiq Radhitya Pradana – Telkom University

Sunners, jujur aja, siapa yang sering banget minta AI buatin draf esai atau jawaban tugas dari awal sampai akhir? Emang praktis sih, tapi ternyata ada harga yang harus dibayar kalau kebiasaan ini terus-terusan dilakuin. Riset terbaru dari MIT Media Lab nemuin istilah yang disebut “cognitive debt” atau utang kognitif, semacam efek jangka panjang dari terlalu sering ngandelin AI buat mikir. Yuk, bahas lebih dalam soal ini.

Apa Itu Cognitive Debt?

Cognitive debt itu ibarat “utang” yang muncul kalau kamu terlalu sering ngasih tugas mikir ke AI, tanpa bener-bener ngelibatin otak kamu sendiri buat mikir kritis, nyusun argumen, atau nyari kesimpulan. Konsepnya dipinjam dari istilah “technical debt” di dunia coding, di mana ambil jalan pintas sekarang bisa bikin masalah lebih besar belakangan. Dalam riset ini, peserta yang nulis esai pakai bantuan AI ternyata nunjukin aktivitas otak yang lebih rendah dibanding yang nulis pakai otak sendiri atau cuma pakai mesin pencari.

Efek yang Kerasa Kalau Kebiasaan Ini Terus Dilanjuti

Salah satu temuan yang cukup mengejutkan, peserta yang terbiasa pakai AI ternyata kesulitan pas diminta ngutip ulang tulisan mereka sendiri, tandanya mereka nggak bener-bener “punya” tulisan itu. Selain itu, rasa kepemilikan terhadap hasil kerja juga paling rendah di kelompok pengguna AI, dibanding kelompok yang nulis tanpa bantuan apa pun. Kalau kebiasaan ini terus dilanjutin, kemampuan analisis, daya ingat, sampai kepercayaan diri buat mikir sendiri bisa makin melemah, apalagi pas suatu saat harus ngerjain sesuatu tanpa bantuan AI sama sekali.

Cara Pakai AI Tanpa Bikin Otak "Males"

Bukan berarti AI harus dihindarin total, kok. Triknya ada di cara makainya. Coba pakai AI buat bantu brainstorming ide atau ngecek tulisan, bukan buat bikin seluruh tugas dari nol. Sisain waktu buat latihan mikir dan nulis sendiri tanpa bantuan AI, biar kemampuan dasar tetap keasah. Jangan lupa juga minta masukan dari guru atau teman biar proses belajar tetap kerasa nyata, bukan cuma hasil akhir doang yang penting.

AI assistant emang ngebantu banget, tapi kalau dipakai secara berlebihan tanpa mikir sendiri, lama-lama bisa bikin otak “males” dan kemampuan berpikir kritis ikut menurun. Yuk, mulai lebih sadar soal kapan waktunya minta bantuan AI dan kapan waktunya latihan mikir sendiri, biar kemampuan kognisi kamu tetap terjaga sambil tetap manfaatin teknologi yang ada.

*****

Produk Rekomendasi Sunday

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 0