Penulis: Jeyano Zaidan Enggelete – Universitas Kristen Indonesia
Tidur merupakan salah satu kebutuhan penting bagi setiap orang. Namun, tidak sedikit orang yang mengalami susah tidur, baik karena sulit mengantuk, sering terbangun pada malam hari, maupun tidur pada waktu yang terlalu larut. Padatnya kegiatan sekolah atau kuliah, penggunaan gadget, tugas, pergaulan, hingga berbagai pikiran dan masalah sehari-hari dapat membuat waktu tidur menjadi terganggu. Padahal, tidur yang cukup memberikan kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat dan membantu otak bekerja dengan baik. Kurang tidur dapat membuat seseorang merasa lelah, sulit berkonsentrasi, dan kurang bersemangat dalam menjalani aktivitas. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui beberapa kebiasaan yang dapat menyebabkan kesulitan tidur serta cara sederhana yang dapat dilakukan untuk mendapatkan tidur yang lebih baik.

Ada berbagai hal yang dapat menyebabkan seseorang sulit tidur. Salah satu penyebab yang cukup umum adalah stres atau terlalu banyak pikiran. Tugas sekolah, ujian, masalah dengan teman atau keluarga, serta kekhawatiran mengenai masa depan dapat membuat pikiran tetap aktif ketika seseorang sudah berada di tempat tidur. Akibatnya, tubuh mungkin sudah lelah, tetapi pikiran masih sulit untuk beristirahat.
Selain itu, penggunaan gadget sebelum tidur juga dapat membuat seseorang lebih sulit mengantuk. Banyak yang sering menggunakan handphone untuk bermain game, menonton video, membuka medsos, doomscrolling, atau berkomunikasi dengan teman hingga larut malam. Cahaya dari layar dan berbagai aktivitas yang dilakukan melalui gadget dapat membuat tubuh tetap terstimulasi ketika seharusnya mulai bersiap untuk tidur. Kebiasaan menggunakan gadget juga dapat membuat seseorang tidak menyadari bahwa waktu sudah semakin larut.
Penyebab lainnya adalah pola tidur yang tidak teratur. Tidur pada waktu yang berbeda-beda setiap malam, sering begadang, atau tidur terlalu lama pada siang hari dapat membuat tubuh kesulitan mempertahankan jadwal tidur yang konsisten. Selain itu, lingkungan kamar yang tidak nyaman, seperti ruangan yang terlalu terang, berisik, terlalu panas, atau tempat tidur yang kurang nyaman, juga dapat mengganggu tidur.
Aktivitas fisik juga dapat memengaruhi tidur. Kurangnya aktivitas fisik dapat membuat tubuh kurang merasa membutuhkan istirahat, sedangkan olahraga yang terlalu berat dan dilakukan terlalu dekat dengan waktu tidur dapat membuat tubuh masih dalam keadaan aktif ketika waktunya beristirahat.
Salah satu langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah mengurangi penggunaan gadget sebelum tidur. Kita dapat mencoba berhenti menggunakan handphone, tablet, atau komputer beberapa waktu sebelum tidur. Waktu tersebut dapat digunakan untuk melakukan kegiatan lain yang lebih menenangkan sehingga tubuh dan pikiran memiliki kesempatan untuk bersiap beristirahat.
Selanjutnya, cobalah membuat jadwal tidur yang teratur. Membiasakan diri tidur dan bangun pada waktu yang relatif sama setiap hari dapat membantu tubuh memiliki pola tidur yang lebih konsisten. Meskipun jadwal sekolah atau kegiatan lainnya terkadang berbeda, menjaga waktu tidur tetap teratur dapat menjadi kebiasaan yang baik untuk dilakukan. Misalnya tidur dari jam 11 malam hingga jam 05:30, pengulangan kebiasaan tersebut bisa membuat kita lebih mudah untuk tidur.
Kita juga dapat mencoba melakukan aktivitas yang menenangkan sebelum tidur, seperti membaca buku, mendengarkan musik yang tenang, menulis jurnal, atau melakukan latihan pernapasan dapat membantu mengurangi ketegangan setelah menjalani aktivitas sepanjang hari. Aktivitas seperti ini juga dapat menjadi alternatif daripada terus menggunakan gadget sebelum tidur.
Selain itu, melakukan olahraga secara rutin pada siang hari dapat membantu menjaga kualitas tidur. Aktivitas fisik seperti berjalan kaki, berlari, bersepeda, atau berolahraga dapat membuat tubuh lebih aktif pada siang hari. Namun, sebaiknya olahraga yang sangat berat tidak dilakukan terlalu dekat dengan waktu tidur karena tubuh mungkin masih berada dalam kondisi aktif setelah berolahraga. Misalnya, jangan melakukan push-up sejam sebelum tidur, karena tubuh akan mengira kalau ini bukan waktu tidur, tetapi waktu aktif.
Hal lain yang penting adalah tidak memaksakan diri untuk tidur. Jika sudah berbaring cukup lama tetapi belum merasa mengantuk, jika terus berusaha tidur justru dapat membuat kita merasa semakin frustrasi, semakin frustasi semakin susah tidur; semakin susah tidur semakin frustrasi, dan seterusnya. Daripada terus melihat jam atau memikirkan mengapa belum bisa tidur, kita dapat bangun sebentar dan melakukan aktivitas ringan yang menenangkan, seperti membaca buku, kemudian kembali ke tempat tidur ketika mulai merasa mengantuk.

Jadi, mulailah untuk memperhatikan kebiasaan tidurmu sekarang dan cobalah melakukan dua perubahan yang sudah dituliskan disini, malam ini.
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.