Penulis: Fariz Ilham – Telkom University Purwokerto
Hi Sunners! Pernah nggak sih tiba-tiba kangen teman-teman waktu SD, SMP, atau SMA? Mungkin karena melihat foto lama, mendengar lagu yang dulu sering diputar bersama, atau tanpa sengaja membaca obrolan lama di media sosial. Rasanya ingin kembali ke masa ketika bisa bercanda tanpa banyak beban dan bertemu hampir setiap hari. Seiring bertambahnya usia, lingkungan pertemanan memang terus berubah. Ada teman yang pindah sekolah, sibuk dengan aktivitas masing-masing, atau perlahan kehilangan kontak. Meski begitu, rasa rindu terhadap mereka sering kali muncul tanpa diduga dan membuat kita bertanya-tanya, mengapa kenangan bersama teman lama terasa begitu membekas? Apakah ini hanya sekadar nostalgia, atau ada penjelasan psikologis di baliknya? Nah, daripada terus menebak-nebak, yuk kita cari tahu jawabannya melalui sudut pandang psikologi!
Rasa rindu terhadap teman lama sebenarnya merupakan bagian dari social connectedness. Otak menyimpan berbagai kenangan yang berkaitan dengan rasa aman, kebersamaan, dan dukungan emosional yang pernah diterima dari orang-orang tersebut. Ketika melihat foto lama atau mengingat pengalaman menyenangkan bersama teman, otak akan memunculkan kembali emosi positif yang pernah dirasakan. Oleh karena itu, rasa kangen bukan berarti sulit melupakan masa lalu, melainkan menunjukkan bahwa hubungan tersebut memiliki arti penting dalam kehidupan kita.

Membangun social connectedness tidak selalu membutuhkan lingkaran pertemanan yang luas. Langkah sederhana seperti menghubungi teman lama, meluangkan waktu untuk mengobrol dengan sahabat, bergabung dalam komunitas sesuai minat, atau aktif mengikuti kegiatan sekolah dapat membantu memperkuat rasa keterhubungan. Yang paling penting adalah membangun hubungan yang saling mendukung, penuh empati, dan membuat setiap orang merasa diterima apa adanya. Hubungan seperti inilah yang terbukti memberikan manfaat besar bagi kesehatan mental.

*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.