Skip to main content

Majalah Sunday

Kebakaran Tak Normal Pada Manusia

Penulis: Marcello Salvares – Universitas Bunda Mulia

Gimana jadinya kalau teman yang kamu selalu ajakin main, tiba-tiba berubah jadi abu? Padahal rumahnya utuh, kamarnya utuh, dan bahkan tetangga akrabnya terlihat seperti biasa tanpa ada masalah sedikit pun di lingkungan tempat tinggalnya. Hal ini seperti suatu hal yang terkesal diada-adakan, namun ini adalah benar dengan catatan kejadian yang sudah terjadi ratusan tahun lamanya, sekiranya tercatat ada 200 kasus di dunia yang persis seperti ini. Fenomena ini adalah Spontaneous Human Combustion, dimana manusia mengalami kebakaran secara misterius bahkan tak normal. Kalau gini?

Kasus Mengerikan, Mary Reeser (1951)

Mary Reeser, seorang wanita berusia 67 tahun dari Florida, pada tanggal 1 Juli 1951. Ia meminum obat tidur, mengenakan baju tidur rayon, dan mengenakan alas kaki satin hitam. Lalu tidur.

Pukul 04.20 pagi, pemilik apartemen mendengar suara dentuman dan tercium bau asap.

08.00 pagi: Pintu terbuka. Pegangannya panas.

Temuan di TKP:

Tubuh Mary hampir menjadi abu.

Yang tersisa hanyalah tulang punggung, tengkorak seukuran cangkir teh, dan kaki kiri utuh yang masih memakai alas kaki.

Api belum mencapai ruangan. Majalah-majalah di atas meja masih dalam kondisi baik. Karpetnya belum terbakar.

Jam listrik berhenti tepat pukul 04.20.

FBI turun tangan. Tidak ada bensin, alkohol, atau bahan bakar lainnya yang ditemukan. Hanya ada lemak manusia yang meleleh di lantai.

Kesimpulan akhir: Efek Sumbu. Diduga dia merokok  lalu tertidur, saat itulah bara api dari rokoknya jatuh dan menyambar pakaian serta tubuhnya.

Pendapat Atma: Aku tidak suka dengan kata “diduga”. Tidak ada tanda-tanda merokok. Dan satu pertanyaan yang masih tersisa, mengapa hanya satu kaki yang bertahan? Dalam kebakaran biasa, nyala api bergerak ke atas. Kaki harus terkena api dalam waktu paling lama. Tapi sebenarnya ini yang paling komprehensif. Aneh.

Kebakaran Tak Normal Pada Manusia
Image Souce: pexels.com

Sebuah Teori yang Masuk Akal tetapi Memiliki Masalah

Apa itu Efek Sumbu?

Bayangkan lilin. Sumbu terbakar dan melelehkan lilin, mengubahnya menjadi bahan bakar. Di SHC

Pakaian korban = sumbu.

Lemak tubuh = lilin cair.

Proses: api kecil dari rokok menyulut pakaian, melelehkan lemak yang meresap ke dalam kain, memungkinkan api menyala berjam-jam pada suhu melebihi 1000°C tanpa memakan lingkungan sekitar.

Hal ini terdengar  masuk akal

Lalu bagaimana dengan kaki yang tersisa? Apa karena kaki memiliki sedikit lemak.

Ruangan yang utuh bisa saja menjadi hal yang masuk akal, jika fokus apa terfokus pada satu titik (api kecil).

Namun Atma mempunyai 3 keberatan:

Oksigen. Kebakaran pada suhu 1000°C membutuhkan oksigen dalam jumlah besar. Di area terbatas, api biasanya padam terlebih dahulu karena kurangnya oksigen.

Bukti rokok. Dalam banyak kasus SHC, tidak ditemukan sumber penyulutan sama sekali.

Api tidak salah. Kain dan kursi busa Mary yang mudah terbakar hanya meleleh sedikit. Pada saat yang sama, tubuhnya, yang 70% terdiri dari air, terkuras seluruhnya. Itu tidak masuk akal.

Kesimpulan Atma: Efek Sumbu dapat menjelaskan beberapa kasus, namun tidak semua. Kasus SHC masih belum terpecahkan.

Kebakaran Tak Normal Pada Manusia
Image Source: pexels.com

Kasus Lain yang Tidak Dapat Diabaikan

Countess Cornelia (Italia, 1731)

Bangsawan ini ditemukan sebagai abu di kamarnya. Yang tersisa hanyalah kaki di bawah lutut.

Keanehan: Lilin di samping tempat tidurnya masih menyala dan sumbunya belum tersentuh. Jika suhu ruangan cukup panas hingga membakar tulang (ratusan derajat), lilin akan meleleh. Artinya api hanya terkonsentrasi pada tubuh Countess. Ini tidak sejalan dengan logika kebakaran standar.

Michael Faherty (Irlandia, 2010)

Seorang pria berusia 76 tahun ditemukan tewas di samping perapian yang dingin. Tidak ditemukan indikasi adanya penyalaan rokok, menggunakan korek api, menyalakan lilin, atau membawa sumber api lainnya.

Keanehan: Petugas koroner secara resmi memutuskan ini sebagai SHC. Ini adalah kunjungan pertamanya ke Irlandia. Seorang dokter forensik modern yang menggunakan peralatan canggih menyimpulkan bahwa api tidak berasal dari sumber luar.

Menurut Atma, mengenai hal yang terjadi pada tahun 2010 ini. Tidak memiliki penjelasan konkrit, padahal teknologi sudah sangat baik dan mutakhir. Tapi tetap saja sama seperti masa lalu. Asal muasal api masih belum diketahui. Hal ini membuktikan bahwa SHC lebih dari sekedar urban legend.

Kebakaran Tak Normal Pada Manusia
Image Source: pexels.com

Kesimpulan Atma terkait misteri SHC

Setelah membedah semuanya, inilah yang berhasil aku temukan:

Pertama, SHC bukanlah mitos. Terlalu banyak laporan yang kredibel, pola-pola aneh yang berulang, dan kasus-kasus modern (Faherty, 2010) yang tidak dapat dijelaskan dengan.

Kedua, SHC juga tidak supranatural. Aku tidak suka jalan pintas “pasti ada hantu”. Selama hal itu memungkinkan secara ilmiah, aku akan mengikuti jalan itu. Teori yang paling menjanjikan saat ini datang dari Brian J. Ford: Diabetes menghasilkan aseton, zat yang sangat mudah terbakar yang dapat dipicu oleh listrik statis. Namun, hal tersebut masih belum final.

Ketiga, masih terdapat kesenjangan. Mengapa api tidak pernah membakar benda-benda di dekatnya secara tidak sengaja? Mengapa selalu hanya tersisa kaki? Mengapa tengkorak menyusut?

Pertanyaan-pertanyaan ini masih belum terjawab. Sebagai pengamat misteri, pekerjaanku belum selesai. Tapi aku tau, misteri yang mengerikan ini pasti akan bisa dipecahkan suatu hari nanti. Sama seperti kamu yang selalu ragu akan dirimu, mulailah pahami dan bertanya “apakah kamu sudah melakukan semuanya dengan benar?”

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 1