Penulis: Selese Putriani Munawarah – Universitas Indonesia
Jamu identik dengan rasa pahit dan bakul gendong yang mulai jarang kita temui. Namun, jika kamu perhatikan di beberapa sudut kota belakangan ini, ada pemandangan menarik, yaitu jamu modern dengan tampilan minimalis dan kemasan produk yang cantik. Hal ini membuktikan bahwa jamu kini hadir untuk memenuhi keseimbangan antara kesehatan dan gaya hidup.
Kata jamu berasal dari bahasa Jawa kuno “jampi manis” atau “djampi oesodo”, yang berarti penyembuhan melalui doa dan ramuan alami. Jamu merupakan holistik dari budaya Nusantara yang menjaga kesehatan fisik, mental, dan spiritual.

Jamu memiliki banyak khasiat untuk tubuh, seperti kunyit asam yang memiliki antioksidan kurkumin yang mencerahkan kulit dan meredakan nyeri haid pada remaja perempuan. Sementara itu, jahe dan temulawak berfungsi sebagai energy booster alami sehingga meningkatkan imunitas dan stamina di tengah jadwal padat. Jamu adalah minuman bebas pengawet buatan yang membuatnya jauh lebih sehat daripada minuman kemasan dengan kandungan pemanis tinggi.
Inovasi jamu saat ini dengan kemasan modern, seperti botol estetik dan cold brew membuatnya viral di media sosial. Dengan demikian, ini selaras dengan slow living ala Gen Z yang peduli lingkungan dan sebagai self-care yang murah. Tidak hanya itu, tampilan baru seperti jamu sachet atau botolan kekinian mendukung akses mudah bagi remaja untuk meminum jamu.

Kehadiran wajah baru jamu di jalanan kota adalah pengingat bahwa tradisi akan selalu punya tempat selama ia berani beradaptasi. Dengan tampilan yang lebih estetik dan khasiat yang sudah teruji oleh waktu, mulailah jadikan jamu sebagai sahabat harianmu.
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.