Majalah Sunday

Belajar Bertumbuh dari Formative Stress

Penulis: Latisha Adenia Putri – Universitas Negeri Surabaya

Sunners, kalian pernah gak sih punya banyak masalah sampai pusing harus menyelesaikan yang mana dulu? Berbagai macam pikiran yang mulai menumpuk di otak kita, hal tersebut biasa disebut dengan stress. Namun, dari hal tersebut, sebenarnya dapat mengembangkan diri kita untuk jadi lebih baik tau. Perkembangan yang kita dapat menemukan jati diri kita sebenarnya seperti apa dan biasa dikenal dengan formative. Nah, kira-kira apa ya alasan digabungkannya Formative Stress ini? Apa maksud dari istilah tersebut?

Stress Itu Apa ya?

Dimana kita dapat mencari tahu identitas kita seperti apa melalui pemikiran tertentu? Mungkin aja merupakan formative stress.

Stress merupakan suatu respons yang normal dilakukan ketika kita sedang menghadapi suatu permasalahan yang terjadi dalam hidup kita. Hal tersebut dapat menuntut kita untuk memikirkan masalah secara terus menerus sehingga menekan kesehatan mental juga. Dalam situasi kita yang lagi stress, biasanya dianggap kalau perasaan tersebut dapat membahayakan hidup kita secara gak langsung. Pernyataan tersebut dapat dibilang benar, namun gak semuanya seperti itu karena hal tersebut mempunyai berbagai macam bentuk seperti stress yang berbentuk negatif, positif, dan toxic

Stress Positif, Negatif, dan Toxic?

Kira-kira foto yang diatas menggambarkan stress apa ya? (Pict by Unsplash)

Sebelumnya perihal bentuk-bentuk stress udah dijelaskan pada artikel Distress vs Eustress, namun disini akan dijelaskan lagi untuk menambahkan beberapa hal serta menjelaskan tentang stress toxic:

Stress Positif

Hal ini dapat disebut juga sebagai Eustress, tipe stress yang sebenarnya dapat memotivasi dan mempersiapkan diri untuk tantangan yang akan dihadapi. Biasanya terjadi ketika kita ingin mempelajari hal baru, mengenal lingkungan kerja, atau mempersiapkan diri untuk hari pertama sekolah. Perasaan tersebut sebenarnya berupa stress yang positif.

Untuk mengetahui kita mengalami gejala tersebut dapat berasal dari kita yang mulai mengeluarkan keringat secara berlebihan, detak jantung dengan kecepatan yang melebihi biasanya, dan mulai overthinking akan suatu hal yang merambat kemana-mana.

Stress Negatif

Hal ini dapat disebut juga sebagai Distress, tipe stress yang sering kita alami akibat tekanan suatu hal tetapi yang masih bisa kita kendalikan meskipun nggak sepenuhnya. Biasanya terjadi ketika kita mempunyai masalah seperti pekerjaan yang menumpuk, ekonomi yang nggak kunjung membaik, atau salah satu anggota keluarga yang mempunyai penyakit yang sangat susah untuk disembuhkan. Perasaan tersebut udah masuk ke dalam stress yang negatif.

Untuk mengetahui kita mengalami gejala tersebut dapat berasal dari kita yang mengalami migrain, susah untuk konsentrasi, dan terjadinya mood swing yang berlebihan. Bahkan jika kita terlalu memikirkan permasalahan tersebut dapat membuat kita menjadi susah tidur juga.

Stress Toxic

Tipe stress ini lebih parah dibandingkan yang negatif karena yang toxic ini mulai masuk ke arah perasaan yang nggak di support secara mental dan hal tersebut udah mulai susah di kontrol serta dapat merambat ke organ sistem tubuh yang lainnya. Biasanya terjadi ketika kita mempunyai penyakit mental seperti adanya trauma, kekerasan seksual, mengabaikan keberadaan di lingkungannya, dan lain-lain.

Untuk mengetahui kita mengalami gejala tersebut dapat berasal dari kita yang punya panic attack, anxiety, depresi, dan gejala lainnya yang bersangkutan dengan penyakit mental lainnya sehingga untuk yang tipe ini sangat dibutuhkan bantuan dari orang lain.

Formative Stress dengan Formative Therapy

Formative therapy. (Pict by Unsplash)

Setelah kita mengetahui berbagai macam formative stress, disini akan dijelaskan lebih lanjut mengenai adanya formative therapy. Terapi ini berupa pengembangan diri yang berkembang melalui kondisi kesehatan mental kita untuk menemukan jati diri dan memahami identitas serta perjalanan yang akan ditempuh oleh kita. Pada bentuk terapi ini, terdapat banyak sekali penyakit mental yang dapat disembuhkan dengan terapi ini termasuk untuk stress.

Pada terapi ini berdasarkan Center for Mindful Psychotherapy dapat menciptakan ruang yang aman dan mendukung untuk mengeksplorasi penyebab kita stress dan bagaimana cara kita untuk mengatasinya. Dari ruang lingkup tersebut, dapat diketahui juga kalau bisa melalui pikiran dan perilaku yang telah terjadi.

Kalimat penutup biar kita semangat dalam menghadapi stress. (Pict by Unsplash)

Mengalami stress merupakan hal yang wajar untuk terjadi di dalam hidup kita, tetapi nggak wajar kalau kita terus menerus berlarut pada perasaan itu. Namun disini, kita dapat mempelajari lebih lanjut mengenai penanganan stress tersebut dengan formative therapy.

Namun, tetap tenang karena kamu nggak sendirian disini dan terdapat orang lain yang dapat membantu kita. Dengan kita meluapkan semua rasa stress kita, tentu akan terasa ringan nantinya. Nantinya kita bisa kok pelan-pelan untuk berkembang dan tumbuh untuk mempunyai kepribadian yang lebih kuat.

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 3