Penulis: Daneen Kalea Alesha Waas – President University
Pernah nggak kamu ngerasain siklus haid yang terlambat atau nggak teratur? Atau pas hari-hari awal haid, kamu ngerasa sakit karena kram berlebih?
Faktornya banyak banget, tapi salah satu yang memengaruhi adalah stres yang kita rasakan, entah arena permasalahan di sekolah atau kampus, berantem sama teman, pacar, atau keluarga. Yuk kita bahas lebih dalam dampak stres ke siklus haid!
Umumnya, siklus haid kita dibagi jadi empat. Yaitu:

Saat kita stres, tubuh kita mengeluarkan hormon adrenalin yang dapat meningkatkan detak jantung sehingga lebih waspada terhadap keadaan, serta hormon kortisol yang dapat merangsang pelepasan cadangan glukosa sebagai sumber energi untuk menghadapi stres. Reaksi ini sebenarnya normal ya agar kita jadi kepacu menghadapi kondisi yang dianggap berbahaya dan menemukan jalan keluarnya.
Tapi di saat yang sama, stres dapat menekan fungsi hipotalamus yang berfungsi untuk mengendalikan kelenjar hipofisis (kelenjar utama tubuh), yang juga mengendalikan kelenjar tiroid dan adrenal serta ovarium. Jika fungsi ovarium terganggu, produksi estrogen sebagai hormon yang membangun lapisan rahim akan bermasalah. Akibatnya siklus haid jadi terlambat atau nggak teratur, kram haid berlebih, dan gampang cemas atau tersinggung.

Stres ditambah dengan moodswings menjelang haid emang nggak bisa sepenuhnya hilang. Tapi kita tetap bisa mengelolanya dengan baik kok. Coba mulai terapkan cara-cara di bawah ini agar stres dan siklus haid lebih terkontrol!
Kalau lagi stres, jangan selalu dipendam ya! Minta bantuan atau mau curhat bukan berarti lemah kok. Coba ungkapin perasaan yang mengganggu ke orang-orang terdekat seperti teman, orang tua, atau guru BK. Kita juga bisa meminta bantuan kepada psikolog atau psikiater kalau butuh bantuan lebih lanjut.
Saat tidur, otak dan tubuh kita dapat beristirahat setelah kegiatan yang padat. Apalagi saat haid, tidur bisa memulihkan keadaan fisik kita yang sedang nggak nyaman.
Kurang tidur dapat menurunkan suasana hati, energi, dan konsentrasi yang dapat memicu stres. Usahakan hindari memakai gadget sebelum tidur agar tidak terpapar blue light dan tidur di waktu yang sama setiap hari.
Saat kita aktif gerak, tubuh akan memproduksi hormon endorfin yang dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi rasa sakit. Jadi kita bisa alihkan pikiran dari hal-hal yang mengganggu. Olahraga nggak harus ke gym kok, jalan kaki atau yoga dari rumah udah bagus banget!
Jangan lupa untuk tetap mengonsumsi makanan bergizi terutama yang kaya akan vitamin B dan magnesium seperti sayur hijau, ikan, kacang-kacangan, tahu, dan tempe.

Itu dia penjelasan lebih lengkap tentang dampak stres terhadap siklus haid. Kalau sudah coba diatasi tapi masih ada keluhan lain, jangan ragu untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan OBGYN ya. Tetap jaga kesehatan, Sunners!
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.