Penulis: Ari Setiawan – Majalah Sunday
Pernah nggak sih kamu lagi asyik scrolling TikTok atau Instagram, terus tiba-tiba lapar gara-gara melihat video mukbang Tteokbokki yang merah membara atau ramyun yang berasap? Tren makanan Korea memang lagi “menjajah” lidah kita, ya! Dari jajanan pinggir jalan sampai menu restoran mewah, semuanya terlihat sangat menggoda.
Tapi, jujur deh, pernah nggak terlintas di pikiranmu: “Aduh, ini sehat nggak ya kalau dimakan terus?” Apalagi kalau kita melihat bumbunya yang medok atau porsinya yang jumbo. Di tengah gempuran tren makanan viral yang sering dianggap “kurang sehat” karena tinggi gula atau lemak tersembunyi, sebenarnya ada rahasia menarik yang perlu kita bedah.
Ternyata, diet tradisional Korea itu sebenarnya masuk jajaran pola makan paling sehat di dunia, lho. Kuncinya bukan cuma di rasa, tapi di keseimbangan nutrisinya. Yuk, kita kupas tuntas gimana caranya tetap bisa menikmati hidangan ala K-Drama sambil menjalankan pola makan sehat yang bikin tubuh makin glow up dari dalam!

Banyak dari kita yang makan asal kenyang, atau asal pedasnya nampol. Padahal, pola makan sehat ala Korea mengedepankan prinsip keseimbangan. Kalau kamu perhatikan meja makan orang Korea (atau yang biasa disebut Bapsang), isinya nggak cuma satu jenis makanan.
Ada nasi sebagai sumber karbohidrat, sup (guk atau jjigae) untuk menghidrasi tubuh, dan protein. Yang paling penting, porsi karbohidratnya diatur sedemikian rupa agar tidak mendominasi piring. Mereka lebih fokus pada variasi dibandingkan kuantitas. Jadi, mulai sekarang, coba deh kurangi porsi nasi dan perbanyak lauk pendampingnya agar nutrisi yang masuk ke tubuhmu lebih beragam.
Kalau kamu makan di restoran Korea otentik, hal pertama yang muncul di meja pasti deretan piring kecil berisi sayuran. Itulah Banchan. Di Indonesia, kita mungkin terbiasa makan sayur yang ditumis atau disayur bening saja. Tapi di Korea, sayuran diolah dengan sangat kreatif.
Ada yang dikukus, dibumbui minyak wijen, atau dijadikan acar. Serat yang tinggi dari sayuran ini sangat krusial untuk:
Melancarkan pencernaan (biar nggak gampang sembelit!).
Menjaga kadar gula darah agar tetap stabil.
Memberikan rasa kenyang lebih lama, jadi kamu nggak hobi ngemil cantik yang nggak perlu.

Siapa yang nggak kenal Kimchi? Makanan nasional Korea ini bukan cuma pelengkap biar foto makananmu estetik, lho. Kimchi adalah makanan fermentasi yang kaya akan probiotik atau bakteri baik.
Usus yang sehat adalah kunci dari imunitas tubuh dan kulit yang bersih. Dengan rutin mengonsumsi makanan fermentasi seperti Kimchi, Doenjang (pasta kedelai), atau Gochujang (pasta cabai), kamu sebenarnya sedang memberi makan “pasukan baik” di dalam perutmu. Hasilnya? Tubuh jadi nggak gampang sakit dan metabolisme pun jadi lebih lancar.
Berbeda dengan gaya makan Barat yang sering menyajikan potongan daging super besar sebagai menu utama, pola makan Korea cenderung menggunakan protein sebagai pendamping. Daging sapi, ayam, atau seafood biasanya disajikan dalam potongan kecil atau dicampur ke dalam sup dan tumisan.
Tips buat kamu: pilih protein yang diolah dengan minimal minyak. Contohnya, Bo-ssam (daging rebus) jauh lebih sehat daripada ayam goreng tepung berbalut saus manis. Dengan mengatur porsi protein, kamu tetap bisa membangun otot tanpa harus khawatir soal kolesterol jahat.

Salah satu alasan kenapa pola makan sehat ala Korea ini efektif adalah teknik memasaknya. Mayoritas hidangan Korea diolah dengan cara:
Direbus/Sup: Menjaga kelembapan makanan tanpa tambahan lemak trans.
Dikukus: Mempertahankan nutrisi asli dari bahan makanan.
Ditumis Cepat: Menggunakan sedikit minyak wijen yang kaya akan lemak sehat.
Bayangkan bedanya dengan gorengan pinggir jalan yang direndam minyak berkali-kali. Dengan teknik memasak yang lebih bersih, kalori yang masuk ke tubuhmu jadi lebih terkontrol, tapi rasanya tetap enak banget!
Sobat Sunday, jangan lupa kalau minuman juga berpengaruh besar pada kesehatan. Di Korea, setelah makan mereka jarang langsung minum boba atau kopi susu manis. Mereka lebih suka minum teh gandum (Boricha) atau teh hijau yang tanpa gula.
Minuman alami ini membantu menetralisir rasa di lidah dan mempercepat proses pencernaan tanpa menambah tumpukan kalori dari gula cair. Jadi, mulai sekarang coba deh ganti minuman manismu dengan teh tawar atau air mineral setelah menikmati makanan Korea favoritmu.
*****
Menjalankan gaya hidup sehat nggak berarti kamu harus berhenti makan enak dan cuma makan rebusan hambar setiap hari. Makanan Korea yang sedang viral ini sebenarnya bisa jadi sahabat terbaikmu untuk memulai pola makan sehat.
Dengan memperbanyak porsi sayur (banchan), rutin makan makanan fermentasi, memilih protein yang tepat, dan memperhatikan cara memasak, kamu bisa tetap up-to-date dengan tren kuliner tanpa harus mengorbankan kesehatan. Makanan Korea menawarkan variasi yang bikin kita nggak gampang bosan untuk tetap konsisten menjaga tubuh agar terlihat lebih segar dan ideal.
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.