Penulis: Junandar Yudistira – Universitas Bina Sarana Informatika
Pernah nggak sih, kamu merasa sudah membaca materi berkali-kali, tetapi ketika diminta menjelaskannya kembali justru bingung harus mulai dari mana? Hal seperti ini cukup sering dialami pelajar. Kita mungkin merasa sudah memahami suatu materi, padahal belum tentu bisa menjelaskannya dengan baik menggunakan bahasa sendiri.
Menariknya, ada cara belajar yang justru mengajak kita untuk menjadi pengajar agar bisa memahami materi lebih dalam. Pendekatan ini dikenal dengan istilah Learning by Teaching atau dalam bahasa Jerman disebut Lernen durch Lehren (LdL). Melalui pendekatan ini, kegiatan mengajar bukan hanya membantu orang lain memahami pelajaran, tetapi juga menjadi kesempatan bagi diri sendiri untuk belajar.
Learning by Teaching merupakan pendekatan pembelajaran yang mengajak peserta didik untuk mengambil peran sebagai pengajar. Konsep ini dikenal dengan istilah Lernen durch Lehren (LdL) dan dikembangkan oleh Jean-Pol Martin pada awal 1980-an.
Dalam penerapannya, pelajar tidak hanya menerima materi dari guru, tetapi juga ikut mempelajari, menyusun, dan menyampaikan materi kepada teman-temannya. Dengan begitu, proses belajar menjadi lebih aktif karena siswa terlibat langsung dalam kegiatan pembelajaran.
Contohnya, ketika sedang belajar sejarah, seorang siswa mendapat kesempatan untuk menjelaskan materi tentang peristiwa kemerdekaan kepada teman-temannya. Agar penjelasannya mudah dipahami, ia perlu mempelajari materi terlebih dahulu, memilih informasi penting, dan menyusunnya menjadi penjelasan yang sederhana.
Ketika membaca buku, kita cenderung menerima informasi yang sudah disusun oleh penulis. Namun, saat harus menjelaskan materi kepada orang lain, kita perlu mengolah informasi tersebut terlebih dahulu.
Kita harus memahami inti pembahasan, menghubungkan satu informasi dengan informasi lainnya, lalu menyampaikannya menggunakan bahasa yang mudah dimengerti. Proses inilah yang membuat kegiatan mengajar dapat menjadi pengalaman belajar yang lebih aktif.
Selain itu, ketika menjelaskan materi tanpa terus-menerus melihat catatan, kita juga berlatih mengingat kembali informasi yang sudah dipelajari. Jika ada bagian yang sulit dijelaskan, hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa bagian itu masih perlu dipahami lebih lanjut
Pertama, memahami materi terlebih dahulu. Sebelum mengajarkan sesuatu, kita perlu mempelajari topik yang akan disampaikan agar tidak asal memberikan informasi.
Kedua, menyusun informasi. Materi yang sudah dipelajari perlu diatur agar memiliki alur yang jelas dan mudah dipahami orang lain.
Ketiga, menjelaskan menggunakan bahasa sendiri. Kita tidak hanya membaca ulang isi buku, tetapi mencoba menyampaikan inti materi dengan cara yang lebih sederhana.
Keempat, menerima pertanyaan dan tanggapan. Ketika teman bertanya, kita ditantang untuk memahami materi lebih jauh. Jika belum bisa menjawab, kita dapat mencari tahu kembali jawabannya.
Kelima, memperbaiki pemahaman. Setelah mengetahui bagian yang masih membingungkan, kita bisa mempelajarinya kembali agar pemahaman menjadi lebih baik.
Dengan proses tersebut, kegiatan mengajar bukan hanya tentang menyampaikan informasi, tetapi juga melibatkan proses memahami, mengingat, dan mengembangkan pengetahuan.

Sekilas, Learning by Teaching mungkin terdengar mirip dengan Metode Feynman karena keduanya sama-sama menggunakan kegiatan menjelaskan materi.
Namun, keduanya memiliki penekanan yang berbeda. Learning by Teaching merupakan pendekatan pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengambil peran sebagai pengajar dan terlibat aktif dalam proses belajar bersama.
Sementara itu, Metode Feynman merupakan teknik belajar yang menekankan kemampuan menjelaskan suatu konsep menggunakan bahasa sederhana. Teknik ini juga membantu seseorang menemukan bagian materi yang belum benar-benar dipahami.
Jadi, keduanya memiliki kesamaan dalam kegiatan menjelaskan materi, tetapi tidak sepenuhnya sama. Learning by Teaching memiliki cakupan yang lebih luas karena melibatkan interaksi dan kegiatan pembelajaran bersama orang lain.
Konsep ini sebenarnya tidak harus diterapkan dalam kegiatan belajar formal di kelas. Sobat Sunners juga bisa mencobanya melalui aktivitas sederhana sehari-hari.
Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan:
Belajar kelompok: Bergantian menjelaskan materi yang sudah dipelajari kepada teman.
Menjadi pengajar sementara: Coba bantu teman yang belum memahami pelajaran tertentu.
Membuat presentasi sederhana: Pilih satu topik, kemudian jelaskan kembali seolah-olah sedang mengajar di depan kelas.
Membuat video pembelajaran: Rekam diri sendiri ketika menjelaskan suatu materi menggunakan bahasa yang mudah dipahami.
Diskusi dan tanya jawab: Ajak teman memberikan pertanyaan agar kita bisa menguji pemahaman terhadap materi tersebut.
Melalui kegiatan sederhana ini, kita bisa membiasakan diri untuk lebih aktif dalam proses belajar.
Belajar melalui kegiatan mengajar memiliki sejumlah manfaat. Salah satunya adalah membantu memperdalam pemahaman karena kita perlu mengolah kembali materi sebelum menyampaikannya kepada orang lain.
Selain itu, pendekatan ini juga dapat melatih kemampuan komunikasi, meningkatkan keaktifan dalam belajar, membangun rasa percaya diri, serta mengembangkan kemampuan bekerja sama.
Namun, bukan berarti metode ini selalu mudah dilakukan. Ada beberapa tantangan yang mungkin dihadapi, seperti kesulitan memahami materi, kurang percaya diri ketika berbicara di depan teman, atau khawatir memberikan penjelasan yang keliru.
Karena itu, penting untuk mempersiapkan materi terlebih dahulu dan memastikan informasi yang disampaikan berasal dari sumber yang dapat dipercaya. Jika menemukan bagian yang belum dipahami, jangan ragu untuk mempelajarinya kembali atau meminta bantuan guru.

Learning by Teaching mengajarkan bahwa kegiatan belajar tidak harus selalu dilakukan dengan membaca, mencatat, dan menghafal. Mengajarkan kembali materi kepada orang lain juga bisa menjadi salah satu cara untuk memperdalam pemahaman.
Melalui pendekatan ini, pelajar tidak hanya berusaha memahami materi untuk dirinya sendiri, tetapi juga belajar menyampaikan informasi, berkomunikasi, dan bekerja sama dengan orang lain.
Jadi, Sobat Sunners, yuk mulai mencoba belajar dengan cara mengajar! Sesekali ajak teman untuk saling menjelaskan materi yang sudah dipelajari. Siapa tahu, dengan membantu orang lain memahami pelajaran, kamu justru bisa semakin memahami materi tersebut.
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.