Skip to main content

Majalah Sunday

Subak Bali: Sistem Pengairan Tradisional yang Mengajarkan Arti Kebersamaan

Penulis: Junandar Yudistira – Universitas Bina Sarana Informatika

Pernah nggak sih, kamu melihat hamparan sawah bertingkat di Bali yang terlihat begitu indah? Di balik pemandangan tersebut, ternyata ada sistem tradisional yang sudah digunakan masyarakat Bali sejak dahulu untuk mengatur pengairan sawah. Sistem tersebut dikenal dengan nama Subak. Menariknya, Subak bukan hanya membahas tentang pertanian, tetapi juga mengajarkan nilai kerja sama, kebersamaan, dan kepedulian terhadap alam.
Bali memang dikenal dengan keindahan alam dan kekayaan budayanya. Namun, ada salah satu warisan budaya yang mungkin belum banyak diketahui oleh generasi muda. Yuk, kenali lebih jauh sistem Subak dan nilai-nilai yang ada di dalamnya!

Mengenal Apa Itu Subak Bali

Subak merupakan sistem pengelolaan irigasi tradisional yang digunakan oleh masyarakat Bali, khususnya para petani untuk mengatur pembagian air ke area persawahan. Sistem ini sudah berkembang sejak sekitar abad ke-9 dan menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Bali.
Melalui Subak, para petani bekerja sama untuk mengelola sumber air agar dapat digunakan secara adil. Jadi, sistem ini bukan hanya berkaitan dengan saluran air, tetapi juga melibatkan organisasi dan kesepakatan bersama antar petani. 

Bagaimana Cara Kerja Sistem Subak?

Dalam sistem Subak, air dari sumber seperti sungai dan mata air dialirkan melalui saluran irigasi menuju area persawahan. Pembagian air tersebut dikelola secara bersama oleh kelompok petani agar kebutuhan setiap lahan dapat terpenuhi.
Para petani juga memiliki aturan dan tanggung jawab yang harus dipatuhi. Mereka bekerja sama dalam menjaga saluran air serta mengatur penggunaannya sesuai kesepakatan.
Hal menarik dari sistem ini adalah setiap petani tidak hanya memikirkan kebutuhan sawahnya sendiri, tetapi juga memperhatikan kebutuhan petani lainnya. Dari sinilah nilai kebersamaan dan gotong royong terlihat dalam kehidupan masyarakat Bali.

Mengenal Filosofi Tri Hita Karana

Salah satu hal yang membuat Subak begitu istimewa adalah hubungannya dengan filosofi Tri Hita Karana. Filosofi ini mengajarkan tiga bentuk keharmonisan dalam kehidupan, yaitu:
 Parhyangan: hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan.
 Pawongan: hubungan harmonis antara manusia dengan sesama.
 Palemahan: hubungan harmonis antara manusia dengan lingkungan.
Ketiga nilai tersebut menjadi dasar kehidupan masyarakat Bali dan tercermin dalam pengelolaan Subak. Artinya, pertanian bukan hanya tentang menghasilkan bahan pangan, tetapi juga menjaga hubungan baik dengan sesama manusia dan alam.

Subak sebagai Warisan Budaya Dunia

Keunikan Subak membuatnya mendapatkan pengakuan internasional. Pada tahun 2012, UNESCO menetapkan Lanskap Budaya Provinsi Bali yang mencakup sistem Subak sebagai Warisan Dunia.
Pengakuan tersebut diberikan karena Subak memiliki nilai budaya yang luar biasa, terutama dalam menggabungkan sistem pengairan, kehidupan sosial masyarakat, dan filosofi Tri Hita Karana.
Hal ini membuktikan bahwa kearifan lokal Indonesia memiliki nilai penting yang tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga diakui oleh dunia internasional.

Mengapa Subak Perlu Dilestarikan?

Sebagai salah satu warisan budaya Indonesia, keberadaan Subak perlu terus dijaga agar tidak kehilangan nilai dan fungsinya. Perubahan pola kehidupan masyarakat, perkembangan pembangunan, serta tekanan terhadap lahan pertanian menjadi tantangan dalam mempertahankan sistem tradisional ini.
Generasi muda juga memiliki peran dalam melestarikan Subak. Caranya bisa dimulai dengan mengenal sejarahnya, mempelajari nilai-nilai yang terkandung di dalamnya, serta ikut memperkenalkan budaya lokal melalui media sosial atau kegiatan edukasi.
Dengan begitu, warisan budaya seperti Subak tidak hanya menjadi cerita masa lalu, tetapi tetap dikenal dan dihargai oleh generasi berikutnya.

(Klik gambar di atas, ketikan alt text yang di dalamnya harus ada keyphrase, jika sudah pilih caption, pilih custom caption)

Produk Rekomendasi Sunday

Sunners, Subak Bali membuktikan bahwa sebuah tradisi bisa memiliki manfaat yang jauh lebih besar daripada yang terlihat. Bukan hanya membantu mengatur pengairan sawah, tetapi juga mengajarkan arti kerja sama, tanggung jawab, dan keharmonisan dengan alam.
Dari Subak, kita bisa belajar bahwa menjaga kebersamaan dan lingkungan merupakan hal penting dalam kehidupan sehari-hari.
Yuk, mulai kenali dan banggakan budaya Indonesia! Karena warisan budaya bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga perlu dijaga agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental, Mengapa Menunda Belajar Sering Terjadi, Padahal Kita Sudah Paham Materinya

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Views: 1