Penulis: Aida Hasna
Pernah nggak sih, kamu ngerasain waktu suasana hati lagi bahagia banget, eh tiba-tiba cuaca mendung lalu hujan. Setelah itu, suasana hati yang tadinya cerah langsung berubah jadi mellow, galau, dan sedih gara-gara cuaca tersebut.
Kira-kira menurut Sunners, wajar nggak sih kalau suasana hati kita tiba-tiba berubah seperti itu? Nah, daripada kita bingung-bingung, yuk kita bahas!
Sebelum kita bahas soal mood yang gampang berubah pas musim hujan, sebenarnya wajar nggak sih kalau mood kita sering naik-turun?
Nah, perubahan mood itu wajar ya, Sunners! Karena perubahan suasana hati—atau yang biasa kita kenal dengan istilah mood swings—adalah bagian yang normal dari kehidupan kita sehari-hari. Namun, ada juga perubahan mood yang perlu kita waspadai nih. Contohnya, kalau perubahan mood tersebut sudah sampai mengganggu aktivitas atau kegiatan sehari-hari, seperti sulit berkonsentrasi saat belajar dan menjadi malas untuk melakukan aktivitas apa pun.

Sunners, ada yang pernah ngerasain nggak? saat hujan turun tiba-tiba jadi malas gerak, kayak pengennya tidur sambil selimutan aja atau dengerin musik sambil bengong? Kira-kira kenapa ya, suasana hati kita bisa berubah-ubah saat hujan? Ternyata terdapat penjelasan dari kondisi ini loh, Sunners! Yuk kita bahas!
Nah, ternyata perubahan suasana hati dapat dipengaruhi oleh faktor fisik lho, Sunners. Terutama pada cuaca dingin yang disertai dengan hujan, yang secara langsung dapat memengaruhi tubuh kita secara fisik. Jadi, Sunners, ketika cuaca dingin dan hujan turun, suhu tubuh kita juga ternyata otomatis akan ikut turun loh. Nah, dari penurunan suhu ini dapat menghambat peredaran darah, yang akhirnya memicu rasa pegal, kaku, atau sulit bergerak. Sehingga rasa tidak nyaman inilah yang kemudian dapat mengubah suasana hati kita saat hujan turun.
Selain itu, ternyata paparan sinar matahari juga berpengaruh loh, Sunners. Saat hujan, kita tidak menerima paparan sinar matahari yang cukup. Buat yang belum tahu, sinar matahari ternyata membantu tubuh untuk memproduksi serotonin yang bertanggung jawab atas rasa bahagia dan energi ya. Nah, ketika hujan, kita tidak mendapatkan paparan sinar matahari nih sehingga kadar serotonin bisa menurun, yang membuat kita merasa lebih lesu dan murung.
Selain faktor fisik, ternyata terdapat pula faktor psikologis yang memengaruhi loh. Jika dilihat dari sudut pandang ini, emosi kita sangat dipengaruhi oleh bagaimana cara kita menafsirkan peristiwa yang terjadi. Simpelnya sih, emosi kita tidak melulu disebabkan oleh cuacanya ya, Sunners, melainkan bagaimana kita memandang cuaca tersebut.
Contohnya, ketika kita menganggap hujan adalah sebuah hambatan ataupun hal yang negatif, dari hal tersebut akan memicu reaksi emosional yang berbeda loh, seperti reaksi jengkel saat melihat hujan turun. Begitu pula sebaliknya, jika kita menganggap hujan adalah cuaca yang cocok untuk kita menggalau dan bersedih, pikiran itu akan memicu kita untuk larut dalam suasana galau dan sedih.

Buat yang belum tahu bagaimana tanda suasana hati berubah saat hujan, berikut tanda-tandanya, yuk simak!
Energi tubuh yang mendadak merosot (low energy).
Keinginan untuk tidur lebih lama dari biasanya.
Sulit berkonsentrasi pada pekerjaan atau pelajaran.
Munculnya keinginan untuk mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat atau yang manis-manis dan pedas (untuk menaikkan mood).
Lalu, adakah cara untuk mengatasi perubahan suasana hati tersebut? Ada ya, Sunners!
Berikut cara mengatasinya:
Ternyata terdapat penjelasan dari suasana hati yang gampang berubah saat hujan, ya. Nah, dari sini kita sudah mengetahui penyebab dan solusi untuk suasana hati yang sering berubah saat hujan, Sunners. Jadi, saat hujan turun, boleh-boleh saja kok kalau kamu merasa galau, atau cuma ingin tidur aja, tetapi perlu diingat untuk tidak berlebihan ya, Sunners!
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.