WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Mendingan Mana, Sekolah Tinggal sama Orang Tua atau Ngekos?

Lingkungan yang baik akan berdampak pada perilaku yang baik, begitu juga dengan lingkungan yang buruk akan menciptakan perilaku yang buruk.

 

Kebanyakan para remaja lebih senang tinggal sama orang tua karena apa yang mereka lakukan semua terpantau. Kegiatan belajar menjadi sangat teratur dan rapi karena adanya orang tua yang selalu mengingatkan, namun ada juga beberapa orang tua yang acuh tak acuh pada anaknya, akan tetapi itu jarang ditemukan.

Selain daripada kebanyakan remaja yang senang tinggal sama orang tua, ada juga dari mereka yang senang mandiri dan ngekos atau di asrama. Biasanya mereka yang memilih ngekos karena mereka tak ingin di kekang atau hidupnya mau lebih bebas. Fenomena ini sering kita dapati ketika mereka akan masuk dalam perkuliahan. Lalu, mana sebenarnya yang lebih baik? Mari kita baca lagi. 

Kelebihan dan kekurangan tinggal bersama orang tua

selamat datang di rumah kami, tempat kami tinggal, bekerja dan bermain - live with parents potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Kelebihan tinggal bersama orang tua; hidup akan menjadi orang yang teratur, disiplin waktu, setia dalam pekerjaan rumah, taat pada orang tua, dan kamu banyak mempertimbangkan segala sesuatu sebelum memutuskan untuk bertindak. Kekurangan daripada tinggal bersama orang tua; mengalami hidup yang serba salah karena harus begini dan begitu apalagi jika orang tuanya ingin yang terbaik bagi anaknya, kamu merasa tertekan, sehingga sering membandingkan dengan teman-teman yang lain, tingkat inovasi dan kreativitas rendah karena bergantung pada kemampuan orang tua yang mendidiknya. 

Kelebihan dan kekurangan tinggal di kos atau asrama

wanita muda asia yang ceria merasa tersenyum bahagia dan melihat kamera menggunakan telepon melakukan panggilan video langsung di ruang tamu di rumah malam. - live in dorm potret stok, foto, & gambar bebas royalti

Kelebihanya adalah kamu dapat menjadi seorang yang mandiri, cepat dalam mengambil keputusan, dapat memiliki wawasan yang luas karena setiap hari berbaur sama orang yang berbeda usia juga mendapati keberagaman budaya seperti perbedaan suku dan bahasa, sehingga kamu lebih mampu bertoleransi dan memiliki kemampuan kognitif juga memiliki Inovasi dan kreativitas yang tinggi. Kekurangannya adalah kamu merasa mampu melakukan segalanya, sehingga berujung kesombongan, jarang bicara sama orang tua karena lebih nyaman sama orang-orang sekitar kos atau asrama kamu sendiri, dan cenderung melihat kebebasan adalah yang tertinggi, sehingga bertindak semaunya tanpa pertimbangan lebih.

Realita kehidupan memang sering memperhadapkan kita pada dua hal yang berbeda yang di dalamnya mempunyai sisi positif dan sisi negatif. Keyakinan kita pada satu pilihan menentukan hidup yang lebih baik. Penyesalan sering terjadi setelah kejadian dan kita membenci itu. Seharusnya bukan kita benci, tapi di jadikan ilmu pengetahuan dan belajar dari kesalahan, sehingga kita tidak dapat lagi berkata bahwa yang baik itu begini dan yang buruk itu begini karena setiap apa yang kita pilih untuk bertindak, maka itu adalah tanggung jawab kita sehingga siap menerima konsekuensi yang ada bukan terjerumus pada penyesalan yang telah terjadi, namun memiliki pendirian yang berproses dan berprogres. 

 

Penulis: Tomi

Universitas Kristen Indonesia

Leave A Comment