Penulis: Latisha Adenia Putri – Universitas Negeri Surabaya
Sunners, kalian suka gak sih ngomong ‘gue’ dan ‘elu’ bareng teman-teman kalian di sekolah atau kampus? Emang biasanya untuk teman sebaya sering banget ya pakai istilah tersebut, apalagi kalau udah dekat. Tapi kalian tahu gak alasan kenapa orang betawi suka pakai istilah itu juga? Mau itu sama orang yang lebih tua, mereka tetap memakai ‘gue’ dan ‘elu’ untuk bahasa sehari-harinya. Alasannya apa ya kira-kira?

Nah, kalian tahu gak kalau sebenarnya kata ‘gue’ dan ‘elu’ itu bukan asli dari Betawi. Terus darimana? Ternyata kata-kata tersebut berasal dari bahasa Hokkien lho. Bahasa Hokkien merupakan bahasa Mandarin yang udah disederhanakan. Memang pada zaman dulu, banyak orang Tionghoa menggunakan bahasa Hokkien yang menetap di Indonesia, kota Jakarta.
Seiring berjalannya waktu, mereka mulai menyebarkan ciri khas bahasa dan budaya mereka sehingga menciptakan pertukaran antar budaya. Salah satunya merupakan dialek bahasa Hokkien digunakan pada bahasa Betawi.
Begitu pula dengan kata-katanya, ada beberapa kata yang berasal dari bahasa Hokkien tapi digunakan dalam bahasa Betawi seperti kata ‘gue’ dan ‘elu’ ini. Yang berarti, ‘saya’ dan ‘ kamu’, hal ini menjadi suatu ciri khas terutama untuk seseorang yang mempunyai keturunan suku Betawi dan Hokkien.
Setelah adanya penjelasan singkat darimana berasalnya kedua kata tersebut, orang Betawi menjadikan kata ‘gue’ dan ‘elu’ sebagai bahasa sehari-harinya sebagai kata pengganti dari ‘saya’ dan ‘kamu.’ Bukan hanya pada yang sepantaran tapi beberapa keturunan bisa menggunakan kedua kata ganti tersebut kepada orang yang lebih tua.
Tak lama kemudian, kata-kata tersebut semakin dikenal oleh kaum remaja dan dijadikannya sebagai bahasa gaul hingga sampai saat ini. Bahkan udah ditetapkan juga bahwa kata ‘gue’ dan ‘elu ini menjadi suatu kata ganti.
Kemudian, jika kita perhatikan, ada banyak sekali bentuk penggunaan dan pelafalannya. Sebagai contoh seperti kata ‘gue’ yang sekarang muncul juga dengan kata ‘gua.’ Lalu pada kata ‘elu’ sering muncul juga dengan ‘elo.’ Adanya perbedaan huruf vokal pada akhir kata juga merupakan salah satu perkembangan katanya sehingga sangat dikenal dan sering dipakai oleh kaum anak muda seperti kita.

Penggunaan kata ‘gue’ dan ‘elu’ sampai sekarang masih sering digunakan, terutama untuk kita yang punya teman akrab. Biasa digunakan ketika kita lagi ngobrol santai meskipun kita bukan orang Betawi ya. Dari sini jugalah kalau istilah ‘gue’ dan ‘elu’ udah menjadi bagian dari kita untuk berkomunikasi. Kurang lebih seperti itu ya, Sunners untuk penjelasan kenapa orang Betawi sangat suka dengan istilah tersebut. Semoga kita masih bisa terus untuk menjaga budaya bahasa Betawi.
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.