Penulis: Latisha Adenia Putri – Universitas Negeri Surabaya
Sunners, adakah yang dulunya suka main permainan tradisional? Terutama permainan gobak sodor atau galasin, di kalian biasanya nyebut permainan tersebut apa? Nah, buat kalian yang pernah main pasti bisa ngerasain betapa serunya permainan ini walaupun udah mulai jarang dimainin nih. Tapi siapa tau dengan kalian membaca ini dapat mengingat kembali nih.

Apakah kalian tahu kalau permainan gobak sodor ini sebenarnya bukan berasal dari Indonesia lho. Lalu, darimana asalnya? Ternyata setelah diulik, permainan tradisional ini berasal dari kalimat bahasa Inggris yaitu ‘go back through the door.’ Namun, pada saat itu orang Indonesia mengalami kesulitan untuk menyebutnya sehingga disebut dengan gobak sodor.
Lalu, permainan ini juga mempunyai arti lain yaitu bergerak bebas menggunakan tombak. Akibat sebelumnya para prajurit sering memainkan permainan sodoran yang melatih keterampilan perang menggunakan tombak. Meskipun nggak terlalu berkaitan tapi memang kita bisa bergerak maju mundur dan ke samping, bukan?

Setelah kita ketahui sejarah singkatnya, mungkin diantara kalian belum ada yang main nih atau mungkin lebih banyak yang udah? Untuk mengingat masa kecil kalian lagi, yuk kita simak cara bermainnya seperti apa:
Di persiapan bisa membuat persegi panjang dulu menggunakan kapur untuk mengetahui batas permainan. Petak yang di gambar bisa 6 atau 8 petak, tergantung dengan pemain yang ikut bermain karena satu tim biasanya terdiri dari 3 sampai 5 orang. Kemudian, dapat menentukan regu sebagai tim penyerang dan tim penjaga.
Sebelum permainan berlangsung terdapat peraturan tertentu yang perlu ditaati seperti harus sportivitas dan nggak bermain curang.
Pada saat wasit membunyikan peluitnya, para tim bisa melakukan tugasnya masing-masing. Pada tim penyerang, harus melewati tim penjaga dengan cekatan dan tugas mereka adalah melewati setiap anggota tim penjaga. Jika setiap anggota tim penyerang dapat melewati semua anggota tim penjaga, maka dinyatakan menang. Posisi tim penyerang berada di dalam petak.
Pada tim penjaga, harus menjaga kegiatan areanya agar nggak dilewati oleh anggota tim penyerang. Tim penjaga juga berdiri di garis petak tersebut sehingga dapat mencegah anggota tim penyerang jika ingin masuk. Jika salah satu tim penjaga mengenai tim penyerang dengan menyentuh, maka akan bertukar tempat.
Biasanya permainan ini dibatasi menitnya kurang lebih 10 menit dan menentukan pemenang dari tim penyerang dan tim penjaga dari peroleh poin. Seperti dari berapa banyak anggota tim penyerang yang dapat melewati penjagaan ketat tim penjaga, untuk anggota sampai ujung petak mendapat 1 poin dan begitupula dengan balik ke area awal.
Manfaat permainan tradisional ini merupakan melatih kerja sama tim, strategi, ketangkasan, dan sportivitas. Dengan adanya kerja sama tim, kita bisa meraih kemenangan di permainannya. Pada strategi, kita dapat menyusun strategi yang sekiranya oke untuk melawan tim lawan.
Ketangkasan juga diperlukan karena untuk melanjut ke tempat selanjutnya, dibutuhkan orang yang cepat. Terakhir kita harus bersikap sportivitas, meskipun hanya sebuah permainan tetapi dapat menjunjung tinggi kejujuran merupakan hal yang baik.

Permainan gobak sodor merupakan permainan tradisional yang menghibur dan sewaktu kecil dapat mengajarkan kita untuk bekerja sama dengan baik. Terdapat banyak sekali manfaat yang dapat kita terima terutama berguna untuk meningkatkan skill-skill tertentu. Dengan kita melestarikan permainan ini, kita dapat menjaga salah satu warisan budaya permainan di Indonesia agar nggak menghilang begitu aja. Oleh karena itu, kita sebagai generasi muda dapat mengenalkan permainan ini kepada anak-anak yang lain sehingga mereka dapat merasakan betapa menyenangkan dan indahnya bermain gobak sodor bersama teman-teman.
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.