Majalah Sunday

Gerbong Tuhan

Malam ini gelombang cahaya sedang anjlok

sinarnya tertahan di jalur stasiun harapan

paket dari matahari berakhir macet

menyisakan bulan yang meraung-raung dalam kegelapan

 

Pukul lima sore di balik kaca jendela

ada bocah dipenjarai baki-baki makanan ringan

setitik cahaya masih bertahan di sudut bibirnya

mengiringi kaki-kaki renta, yang tergegas menapaki setiap jalan kesempatan

 

Peluhnya datang kepadaku

Sekeping dua keping koin membakar jajanan

yang berseri-seri kepayahan

 

“Dik, kau terlihat begitu terang. Energimu akan segera habis.”

 

Tidak boleh, Nona.

Jiwa-jiwa saudaraku hidup dalam sinar ini.

 

Bocah itu pulang bersama punggung kanak-kanaknya

menjadikan pagi pada setiap petang serta malam

menyisakan jejak-jejak sunyi perenungan

Tampar aku, ya tuhan!

Titahkan satu pegawaimu

untuk mencabik-cabik perjalananku menuju gerbongmu

Hafizhotun Nisa,

Universitas Negeri Jakarta

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat Now
Selamat Datang di Majalah Sunday, ada yang bisa kami bantu?