WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Gerbong Tuhan

Malam ini gelombang cahaya sedang anjlok

sinarnya tertahan di jalur stasiun harapan

paket dari matahari berakhir macet

menyisakan bulan yang meraung-raung dalam kegelapan

 

Pukul lima sore di balik kaca jendela

ada bocah dipenjarai baki-baki makanan ringan

setitik cahaya masih bertahan di sudut bibirnya

mengiringi kaki-kaki renta, yang tergegas menapaki setiap jalan kesempatan

 

Peluhnya datang kepadaku

Sekeping dua keping koin membakar jajanan

yang berseri-seri kepayahan

 

“Dik, kau terlihat begitu terang. Energimu akan segera habis.”

 

Tidak boleh, Nona.

Jiwa-jiwa saudaraku hidup dalam sinar ini.

 

Bocah itu pulang bersama punggung kanak-kanaknya

menjadikan pagi pada setiap petang serta malam

menyisakan jejak-jejak sunyi perenungan

Tampar aku, ya tuhan!

Titahkan satu pegawaimu

untuk mencabik-cabik perjalananku menuju gerbongmu

 

Hafizhotun Nisa,

Universitas Negeri Jakarta

Leave A Comment