Majalah Sunday

Epistemic Anxiety - Rasa Cemas Akibat Informasi yang Kita Terima

Penulis: Aida Hasna

“Yang aku bilang tadi udah bener belum ya?”

Halo Sunners! Adakah yang pernah merasa seperti contoh di atas? Seperti saat kalian berdiskusi dengan teman kalian dan kalian berbicara, lalu setelah itu kalian berpikir, “Yang tadi aku bilang itu udah bener belum ya?” Entah kenapa, tiba- tiba kalian merasa tidak yakin dengan apa yang kalian bicarakan. Lalu, kalian pun merasa cemas dengan jawaban kalian sendiri.

Kenapa ya kita bisa merasa seperti itu? Padahal udah yakin banget nih sama informasi yang kita punya, tapi setelah dibicarain, eh tiba-tiba ngerasa cemas karena takut informasinya itu salah. Nah ternyata, ada istilah untuk keadaan seperti ini lho, Sunners. Keadaan ini bernama Epistemic Anxiety. Kira-kira, Epistemic Anxiety  itu membahas tentang apa ya? Yuk kita bahas!

Apa Itu Epistemic Anxiety?

Epistemic Anxiety adalah respon emosional terhadap perasaan nggak nyaman, takut keliru, frustasi saat menghadapi ketidakpastian, atau risiko salah dalam meyakini suatu hal yang dipercaya. Maksudnya gimana?

Jadi, Epistemic Anxiety itu merujuk pada kekhawatiran bahwa seseorang mungkin salah memahami tentang sesuatu yang membuat mereka mulai meragukan ingatan dan logika mereka sendiri.

Bagaimana Ciri-Ciri Orang yang Mengalami Kecemasan Epistemic Anxiety?

Nah, kita juga perlu mengetahui nih apakah kita termasuk ke dalam ciri-ciri Epistemic Anxiety atau tidak. Yuk kepoin cirri-cirinya!

1. Takut Salah (Risiko Epistemik)

Ternyata takut salah termasuk ke dalam ciri-ciri Epistemic Anxiety loh,Sunners. Contohnya, ketika kita takut banget salah dalam menjawab sesuatu. Kita cemas kalau apa yang selama ini kita ketahui atau yakini ternyata keliru, sehingga bikin kita ragu dan enggan mengambil kesimpulan karena rasa takut itu deh.

2. Kurang Percaya Diri dengan Pengetahuan Sendiri

Adakah yang kurang percaya diri dengan pengetahuan kalian sendiri? Seperti sering meragukan keputusan kalian sendiri, padahal keputusan kalian itu udah didukung sama sumber dan fakta yang jelas. Ternyata ini juga termasuk ke dalam ciri-ciri Epistemic Anxiety loh, Sunners!

3. Memvalidasi Fakta Secara Terus-Menerus

Nah, ciri selanjutnya yaitu memvalidasi fakta secara terus-menerus, Sunners. Karena selalu ragu dengan keputusan yang dibuat, orang yang memiliki kecemasan epistemic anxiety selalu bertanya kepada orang lain atau mencari sumber kedua dan ketiga cuma buat mastiin kalau suatu info itu bener-bener akurat.

Adakah Dampak dari Epistemic Anxiety?

Lalu adakah dampak dari kecemasan ini? Sebenarnya terdapat dampak positif dan negatif loh dari kecemasan ini. Jika kecemasan ini kita kelola dengan baik, akan menimbulkan dampak positif. Namun, jika tidak bisa terkelola dengan baik dan berlebihan, akan memunculkan dampak negatif.

Dampak Positif

  • Terhindar dari Perasaan Merasa Paling Pintar dan Benar
  • Keputusan dan Tugas Jadi Lebih Akurat
  • Mendorong Pemikiran Kritis Sehingga Tak Termakan Berita Hoax

Dampak Negatif

  • Susah dalam Mengambil Keputusan
  • Suka Menunda Tugas
  • Kehilangan Kepercayaan Diri Intelektual

Kondisi seseorang jika tidak berlarut-larut dalam keadaan Epistemic Anxiety.

Cara Mengurangi Epistemic Anxiety yang Berlebihan

Setelah mengenali apa itu kecemasan Epistemic Anxiety, lalu bagaimana cara kita dapat mengurangi kecemasan ini?

1. Membatasi Asupan Informasi yang dapat Memicu Overthinking

Nah, kita perlu banget ya untuk membatasi informasi yang sekiranya gak penting. Ingat, gak semua informasi di internet itu harus kamu ketahui dan kamu pikirkan.

2. Belajar untuk Merasa Cukup dalam Menggali Informasi

Jadi, kita perlu mengurangi kebiasaan Double-Checking yang gak ada habisnya, Sunners. Kalau kamu ngerasa keputusanmu udah aman, langsung move on ke hal lain aja. Jangan biarin otak kamu terjebak di lingkaran setan cuma buat nyari kepastian yang gak akan pernah ada habisnya.

3. Belajar untuk Menerima Kalau Diri Kita Bisa Keliru

Musuh terbesar kecemasan ini sebenarnya bukan hanya informasi yang salah, melainkan rasa gengsi dan takut kalau isi kepala kita ternyata keliru. Nah, mulai sekarang, yuk latih otak kita buat menormalisasi yang namanya salah paham atau salah jawab.

Informasi yang ada di dunia ini tuh luas banget loh Sunners,seperti gak ada batasannya. Sedangkan, kapasitas otak kita itu ada batasnya ya, Sunners. Jadi, untuk kamu yang merasa memiliki kecemasan ini, jangan siksa dirimu dengan memaksa harus tahu dan benar dalam segala hal. It’s okay not to know everything perfectly!

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 1