Penulis: Aida Hasna
“Yang aku bilang tadi udah bener belum ya?”
Halo Sunners! Adakah yang pernah merasa seperti contoh di atas? Seperti saat kalian berdiskusi dengan teman kalian dan kalian berbicara, lalu setelah itu kalian berpikir, “Yang tadi aku bilang itu udah bener belum ya?” Entah kenapa, tiba- tiba kalian merasa tidak yakin dengan apa yang kalian bicarakan. Lalu, kalian pun merasa cemas dengan jawaban kalian sendiri.
Kenapa ya kita bisa merasa seperti itu? Padahal udah yakin banget nih sama informasi yang kita punya, tapi setelah dibicarain, eh tiba-tiba ngerasa cemas karena takut informasinya itu salah. Nah ternyata, ada istilah untuk keadaan seperti ini lho, Sunners. Keadaan ini bernama Epistemic Anxiety. Kira-kira, Epistemic Anxiety itu membahas tentang apa ya? Yuk kita bahas!
Epistemic Anxiety adalah respon emosional terhadap perasaan nggak nyaman, takut keliru, frustasi saat menghadapi ketidakpastian, atau risiko salah dalam meyakini suatu hal yang dipercaya. Maksudnya gimana?
Jadi, Epistemic Anxiety itu merujuk pada kekhawatiran bahwa seseorang mungkin salah memahami tentang sesuatu yang membuat mereka mulai meragukan ingatan dan logika mereka sendiri.
Nah, kita juga perlu mengetahui nih apakah kita termasuk ke dalam ciri-ciri Epistemic Anxiety atau tidak. Yuk kepoin cirri-cirinya!
Ternyata takut salah termasuk ke dalam ciri-ciri Epistemic Anxiety loh,Sunners. Contohnya, ketika kita takut banget salah dalam menjawab sesuatu. Kita cemas kalau apa yang selama ini kita ketahui atau yakini ternyata keliru, sehingga bikin kita ragu dan enggan mengambil kesimpulan karena rasa takut itu deh.

Adakah yang kurang percaya diri dengan pengetahuan kalian sendiri? Seperti sering meragukan keputusan kalian sendiri, padahal keputusan kalian itu udah didukung sama sumber dan fakta yang jelas. Ternyata ini juga termasuk ke dalam ciri-ciri Epistemic Anxiety loh, Sunners!
Nah, ciri selanjutnya yaitu memvalidasi fakta secara terus-menerus, Sunners. Karena selalu ragu dengan keputusan yang dibuat, orang yang memiliki kecemasan epistemic anxiety selalu bertanya kepada orang lain atau mencari sumber kedua dan ketiga cuma buat mastiin kalau suatu info itu bener-bener akurat.
Lalu adakah dampak dari kecemasan ini? Sebenarnya terdapat dampak positif dan negatif loh dari kecemasan ini. Jika kecemasan ini kita kelola dengan baik, akan menimbulkan dampak positif. Namun, jika tidak bisa terkelola dengan baik dan berlebihan, akan memunculkan dampak negatif.
Kehilangan Kepercayaan Diri Intelektual

Setelah mengenali apa itu kecemasan Epistemic Anxiety, lalu bagaimana cara kita dapat mengurangi kecemasan ini?
Nah, kita perlu banget ya untuk membatasi informasi yang sekiranya gak penting. Ingat, gak semua informasi di internet itu harus kamu ketahui dan kamu pikirkan.
Jadi, kita perlu mengurangi kebiasaan Double-Checking yang gak ada habisnya, Sunners. Kalau kamu ngerasa keputusanmu udah aman, langsung move on ke hal lain aja. Jangan biarin otak kamu terjebak di lingkaran setan cuma buat nyari kepastian yang gak akan pernah ada habisnya.
Musuh terbesar kecemasan ini sebenarnya bukan hanya informasi yang salah, melainkan rasa gengsi dan takut kalau isi kepala kita ternyata keliru. Nah, mulai sekarang, yuk latih otak kita buat menormalisasi yang namanya salah paham atau salah jawab.
Informasi yang ada di dunia ini tuh luas banget loh Sunners,seperti gak ada batasannya. Sedangkan, kapasitas otak kita itu ada batasnya ya, Sunners. Jadi, untuk kamu yang merasa memiliki kecemasan ini, jangan siksa dirimu dengan memaksa harus tahu dan benar dalam segala hal. It’s okay not to know everything perfectly!
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.