Penulis: Latisha Adenia Putri – Universitas Negeri Surabaya
Sunners, siapa yang disini senang sekali untuk mengenali makanan khas daerah di Indonesia? Untuk kali ini, kita akan membahas mengenai makanan khas Cirebon nih yang dinamakan empal gentong. Adakah yang udah pernah makan makanan tersebut? Bagi yang udah ataupun belum, barangkali kalian belum tahu sejarah makanannya dan kondisi hidangan tersebut saat ini seperti apa. Yuk kita cari tahu!

Hidangan ini udah ada sejak abad ke-15 dan pada saat itu, kota Cirebon lah yang menjadi tempat pertemuan dari berbagai negara. Lebih tepatnya empal gentong ini ditemukan di desa Battembat, kecamatan Tengahtani, kabupaten Cirebon.
Sebenarnya, kenapa sih hidangan ini disebut dengan sebutan itu? Karena terdapat pada bahan utamanya yaitu empal yang merupakan daging sapi dengan sedikit lemak dan gentong yang merupakan wadah tanah liat yang digunakan untuk memasak. Hidangan khas ini juga berpengaruh dari Arab, India, dan Cina sehingga rempah-rempah yang digunakan ciri khas sekali dari hidangan ini akibat terjadinya akulturasi.
Hidangan ini mempunyai kuah yang mirip seperti kuah gulai. Kuahnya yang berwarna kuning dan terdapat rempah-rempah di dalamnya serta ditambahkan santan. Daging sapinya juga dipotong dan dimasak dengan bumbu. Kemudian, hidangan ini dimasak selama kurang lebih 5 jam untuk merasakan betapa gurih, manis, dan pedas yang ada didalamnya.
Memasak hidangan ini juga melalui wadah besar yang terbuat dari tanah liat, lalu dapat menggunakan api dari kayu pohon asam agar menjaga tekstur dan cita rasa daging empal gentong. Setelah hidangan udah matang, dapat disajikan dengan mangkok dan kita dapat ditambahkan jeroan, daun bawang, bawang goreng, jeruk nipis, sambal, dan yang lainnya sesuai dengan selera kita.

Empal Gentong merupakan salah satu warisan kuliner di Indonesia yang terdapat perpaduan daging sapi dan kuah santan. Hal ini juga menjadi ciri khas makanan yang unik karena proses memasaknya menggunakan wadah gentong tanah liat sehingga diminati oleh berbagai kalangan masyarakat. Dengan berkembangnya kuliner ini, kita dapat mencoba dan melestarikan makanan ini agar gak hilang dari masyarakat lainnya.
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.