Penulis: Rere Resicia Ayu Puspita – Universitas Bina Sarana Informatika
Pernah nggak sih, kamu udah niat meluangkan waktu buat belajar, tapi baru beberapa menit duduk malah mulai merasa bosan? Akhirnya, tangan refleks mengambil HP dan membuka media sosial. Awalnya cuma ingin melihat beberapa konten sebelum kembali belajar, tetapi satu video ternyata membawa kamu ke video lainnya.
Tanpa sadar, waktu yang awalnya mau dipakai buat belajar jadi ikut terpotong. Saat tugas terasa sulit atau mulai bosan, membuka media sosial sering jadi pilihan yang paling gampang. Niatnya cuma sebentar, tetapi satu konten berlanjut ke konten lainnya sampai tugas yang harus dikerjakan masih belum selesai.
Kebiasaan scrolling terus-menerus seperti ini punya istilah yang mungkin sudah sering kamu dengar, yaitu doomscrolling

Doomscrolling adalah kebiasaan scrolling media sosial atau berita secara terus-menerus, terutama ketika kita terus melihat berbagai konten negatif, mengkhawatirkan, atau yang bikin kepikiran. Tanpa sadar, kita bisa berpindah dari satu konten ke konten lainnya tanpa benar-benar sadar berapa lama waktu yang sudah dihabiskan. Walaupun sudah merasa lelah atau sebenarnya ingin berhenti, kita tetap lanjut scrolling karena selalu ada konten berikutnya yang bikin penasaran.
Misalnya, kamu awalnya cuma ingin melihat satu berita atau video yang sedang ramai dibicarakan. Setelah selesai, kamu lanjut membaca komentar, mencari informasi lain, lalu berpindah ke konten berikutnya. Lama-lama, kamu terus scrolling dan baru sadar kalau waktu yang dihabiskan untuk scrolling sudah cukup lama.
Jadi, doomscrolling bukan sekadar scroll media sosial dalam waktu lama. Istilah ini lebih sering digunakan ketika seseorang terus mengonsumsi konten yang negatif atau bikin cemas dan merasa sulit untuk berhenti. Kalau kebiasaan ini dilakukan saat waktu belajar, fokus bisa ikut terganggu karena perhatian terus terbagi antara materi yang sedang dipelajari dan melihat konten di media sosial.
Kalau HP ada tepat di sebelah kamu, godaan buat mengecek notifikasi atau membuka media sosial tentu lebih besar. Apalagi ketika mulai bosan, mengambil HP bisa jadi hal pertama yang dilakukan.
Coba taruh HP di tempat yang nggak mudah dijangkau selama belajar, seperti di dalam tas atau di meja lain. Kalau masih membutuhkannya untuk mencari materi, aktifkan mode jangan ganggu dan matikan notifikasi dari aplikasi yang nggak berkaitan dengan belajar.
Buka media sosial sebenarnya nggak masalah. Yang bikin waktu belajar berantakan adalah ketika scrolling dilakukan tanpa batas dan akhirnya keterusan.
Coba tentukan waktu khusus khusus untuk scrolling, misalnya setelah menyelesaikan satu tugas atau satu sesi belajar. Dengan begitu, kamu tetap bisa membuka media sosial tanpa membuat waktu belajar ikut terpotong.
Belajar berjam-jam tanpa jeda bisa bikin cepat lelah dan bosan. Saat sudah mulai nggak fokus, media sosial biasanya terlihat lebih menarik daripada materi yang sedang dipelajari.
Daripada memaksakan diri, coba bagi waktu belajar menjadi beberapa sesi pendek. Misalnya, belajar selama 25–30 menit, lalu istirahat sebentar sebelum lanjut lagi. Dengan cara ini, kamu bisa membuat waktu belajar terasa lebih ringan dan nggak terlalu melelahkan.
Kadang, keinginan buat scrolling muncul karena kita bingung harus mulai mengerjakan tugas dari mana. Melihat tugas yang menumpuk juga bisa bikin kita memilih melakukan hal lain terlebih dahulu.
Kalau sedang mengalami hal ini, coba pilih tugas atau bagian materi yang paling mudah. Setelah satu bagian selesai, lanjutkan ke bagian berikutnya. Setidaknya, kamu sudah mulai mengerjakan daripada terus menunda sambil membuka media sosial.
Waktu istirahat memang penting supaya pikiran nggak terlalu capek setelah belajar. Tapi, kalau setiap jeda langsung diisi dengan scrolling, kamu bisa malah keterusan melihat berbagai konten dan lupa melanjutkan belajar.
Coba gunakan waktu istirahat untuk melakukan kegiatan yang nggak berhubungan dengan HP, seperti mengambil minum, stretching, jalan sebentar, mendengarkan musik, atau sekadar duduk santai. Setelah istirahat selesai, kamu bisa kembali belajar tanpa harus menghabiskan waktu lebih lama untuk scrolling.
Sunners, mengurangi doomscrolling bukan berarti kamu harus berhenti menggunakan media sosial sepenuhnya. Kamu tetap bisa menikmati media sosial, tapi coba lebih sadar kapan waktunya berhenti dan kembali ke hal yang perlu dikerjakan.
Yuk, mulai atur waktu scrolling dari sekarang dan kasih diri kamu waktu untuk fokus belajar tanpa terus-terusan terdistraksi oleh media sosial!
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.