Skip to main content

Majalah Sunday

Edukasi Seksual untuk Dewasa vs Anak

Penulis: Nyi Raden Fatimah Az Zahra S.N – SIS SJ

Pernah tidak kamu merasa bingung apakah sesuatu yang dilakukan orang lain ke kamu sebenarnya normal atau sudah melewati batas? Mungkin kita tidak selalu tahu jawabannya karena dari kecil, topik tentang tubuh dan edukasi seksual jarang dibicarakan secara terbuka. Di Indonesia sendiri, membicarakan edukasi seksual masih bisa terasa tabu. Padahal, mengetahui batasan tubuh sendiri itu penting banget, terutama saat kita mulai beranjak dewasa.

Mengenal Apa Itu Edukasi Seksual

Sebelum lanjut, sebenarnya apa sih edukasi seksual itu? Edukasi seksual bukan berarti anak-anak diajarkan tentang hubungan seksual. Sebenarnya, edukasi seksual itu adalah  proses pembelajaran mengenai anatomi tubuh, kesehatan reproduksi, pubertas, dan cara menjaga kebersihan dan keselamatan diri. Dengan umur yang sesuai, edukasi ini bisa dimulai dari hal seperti mengetahui nama bagian tubuh, memahami bagian tubuh pribadi, dan tahu bahwa kita punya hak untuk mengatakan “tidak” ketika merasa tidak nyaman.

Edukasi Seksual untuk Dewasa vs Anak

Bagaimana Edukasi Seksual Diterapkan pada Anak

Untuk anak-anak, hal-hal seperti ini mungkin sudah cukup. Mereka bisa belajar bahwa tidak semua orang boleh menyentuh tubuh mereka dan bahwa mereka harus menceritakan kepada orang dewasa yang dipercaya jika ada seseorang yang membuat mereka merasa tidak nyaman. Menurut saya, ini justru lebih baik daripada membuat anak sama sekali tidak tahu apa yang harus dilakukan ketika sesuatu terjadi.

Ketika sudah menjadi remaja, tentu informasinya bisa lebih luas. Kita mulai perlu memahami consent, batasan dalam hubungan, pelecehan seksual, dan bagaimana menghargai batasan orang lain. Misalnya, kalau seseorang sudah mengatakan tidak, kita harus menghargainya. Sebaliknya, kalau kita merasa tidak nyaman dengan perlakuan seseorang, kita juga tidak perlu merasa bersalah untuk mengatakan tidak.

Hal yang tidak kalah penting adalah mengetahui apa yang harus dilakukan ketika pelecehan seksual terjadi. Kalau kamu atau orang yang kamu kenal mengalaminya, jangan langsung menyalahkan korban dengan pertanyaan seperti “kenapa kamu tidak melawan?” atau “kamu pakai baju apa?” Korban membutuhkan orang yang mau mendengarkan dan mendukung mereka, bukan membuat mereka merasa bahwa kejadian tersebut adalah kesalahan mereka.

Jadi, edukasi seksual sebenarnya bukan sesuatu yang harus dianggap memalukan. Justru, semakin kita tahu tentang tubuh, batasan, dan consent, semakin kita bisa menjaga diri sendiri dan menghargai orang lain. Tidak semua informasi harus diberikan kepada anak-anak dengan cara yang sama, tetapi semua orang berhak mendapatkan informasi yang sesuai dengan umur mereka. Kalau ada sesuatu yang membuatmu bingung atau tidak nyaman, jangan takut untuk bertanya kepada orang dewasa yang kamu percaya.

*****

Produk Rekomendasi Sunday

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 3