Skip to main content

Majalah Sunday

Dari Jemari yang Kecil

Dari Jemari yang Kecil Penulis: Muhammad Dafa Anugrah – Universitas Negeri Jakarta Langit di atas kota itu berwarna kelabu, seperti menyimpan rahasia-rahasia yang enggan dibagi. Di sebuah halte yang sepi, aku dan dia duduk berdampingan, berpegangan tangan. Dingin angin sore merayap pelan, tetapi kehangatan jemarinya menulariku seperti api kecil yang tak mudah padam. “Apa kamu… Continue reading Dari Jemari yang Kecil

Hakikat Duka yang Sunyi

Hakikat Duka yang Sunyi

Hakikat Duka yang Sunyi Penulis: Masya Hanifa – UNJ Hari ini begitu ramai, Hingga sunyi tak sempat menyelinap. Mereka datang dengan pelukan dan kata-kata, “Menguatkan,” seolah aku ini rapuh. Tapi aku hanya diam, Tak merasa runtuh, tak merasa rapuh. Kini aku resmi jadi kepala keluarga Nama itu kini tertulis sendiri. Lucu dan aneh, Seperti peran… Continue reading Hakikat Duka yang Sunyi

Jejak Waktu

Jejak Waktu Penulis: Syelvina Gusmarani Jejak Waktu Pada akhirnya, aku melangkah pergi terhempas oleh waktu,Tersisih dalam perjalanan yang tak kunjung maju.Di tengah keramaian yang meracuni jiwa,Ada penyesalan dalam lorong waktu yang tak nyata. Ilusi mengubah segalanya menjadi kesedihan,Seperti jarum jam yang berputar tanpa henti,Namun pada akhirnya, semua akan terhenti. Akan tiba saatnya rasa kehilangan menyusut,Karena… Continue reading Jejak Waktu

Sepi yang Tak Usai

Sepi yang tak usai

Sepi yang Tak Usai Penulis: Mohammad Fahmi Khalid Darmawan – Universitas Negeri Jakarta Jiwa yang sepi ini terus menghantuiku Di setiap kehidupan yang aku jalani Tanpa ada manusia yang menghapiriku Aku berjalan di setiap lorong sendu Menyusuri dengan sebuah harapan Bisa ditemani jiwa yang lain Sudah berjalan jauh menuju keramaian Tampaknya, tidak pantas bagi jiwa… Continue reading Sepi yang Tak Usai

Terperangkap Waktu

Terperangkap Waktu Penulis: Endah Romadhon – UNJ Hujan turun dan mereda Daun tumbuh dan berguguran Air mengalir hulu ke hilir Orang-orang datang dan pergi Waktu terus berjalan Detik, menit, hingga jam terus berjalan Semuanya terus bergerak Tak ada yang berhenti bergerak Apakah diriku bisa seperti itu? Bergerak berusaha meninggalkanmu Meninggalkan kita serta kenangannya Kenangan yang… Continue reading Terperangkap Waktu

Inikah Kebenarannya?

Inikah Kebenaran Cinta?

Inikah Kebenarannya? Penulis: Masya Hanifa – UNJ Menahan lapar ini dalam sunyi, menyembunyikannya di bawah runcing kata-katamu. Amarahmu tetap tinggal, menusuk seperti angin badai di rongga dada dan kepalaku, menghancurkan hangat yang selalu ku jaga. Tiap kali ku biarkan lapar merintih, seolah aku sedang menata permintaan maaf, diukir perlahan di sela nyeri isi perutku. Terpaut… Continue reading Inikah Kebenarannya?

Secarik Cinta

Secarik Cinta Penulis: Muhammad Dafa Anugrah – Universitas Negeri Jakarta Aku tak akan pernah lupa saat pertama kali melihatnya lagi. Di ruang rapat itu, ketika ia menoleh dan menatapku dengan mata yang sama—mata yang dulu sering kulihat menunduk karena rasa malu yang kuciptakan. “Selamat pagi, Amara,” katanya, nada suaranya datar tapi sopan. Jantungku seperti berhenti… Continue reading Secarik Cinta

Kota Suram

Kota Suram Penulis: Mohammad Fahmi Khalid Darmawan – Universitas Negeri Jakarta Tak ada yang indah dari tempat ini Bahkan, dengan sampah pun kalah indahnya Suram! Sejak dalam kandungan, aku lantas berdoa disambut dengan keindahan Nyatanya, hanya aroma rongsok yang tercium Kerajaan tidak mampu menakhodai kawasan ini Semua fasilitas dibangun dengan kesembronoan Tidak ada yang bisa… Continue reading Kota Suram

Bunga Langit Cinta

Bunga dan Langit Penulis: Syelvina Gusmarani Bunga dan Langit Bunga bermekaran di bawah mentari,Warnanya cerah, harum menari.Langit luas membentang biru,Mengantar angin lembut yang syahdu. Petang datang dengan warna jingga,Langit berkisah pada bunga yang lega.Tentang hujan, petir, dan badai,Namun tetap ada mentari yang ramai. Bunga berbisik pada langit malam,Mencari bintang di ufuk kelam.Cahayanya redup, tapi menenangkan,Seperti… Continue reading Bunga Langit Cinta

Menunggu Hadirmu

Menunggu Hadirmu Penulis: Endah Romadhon – UNJ Sudah seminggu penuh kabar tak kunjung datang darinya bahkan sekadar sapaan pun dia tak lakukan. Suara lembutnya sudah sangat dirindukan tak kunjung kudengar seminggu ini. Tempat makan spesial ini, tempat makan favoritnya tak kunjung ia datangi.. Tempat duduk paling kiri dekat kasir, tempat biasa ia duduki seraya menikmati… Continue reading Menunggu Hadirmu