Skip to main content

Majalah Sunday

Bukan Sekadar Ruangan

Bukan sekadar ruangan

Bukan Sekadar Ruangan Penulis: Masya Hanifa Putri – UNJ Berawal dari ruangan hampaKemudian kau mulai mengisinya dengan berbagai perabotanSofa, telivisi, hingga hiasan bunga di atas mejaRuangan ini menjadi lebih menyenangkan dan hangat. Hari-hari berlaluKau mulai menghiasnya, dan terus menghiasKau tambahkan lukisanAkuarium penuh dengan ikan warna-warniBahkan memajang foto-foto di dinding. Namun waktu tak selalu ramahKau mulai… Continue reading Bukan Sekadar Ruangan

Kasih yang Tak Lagi Kembali

Kasih yang Tak Usai, sebuah puisi yang menceritakan penyesalan seseorang yang telah meninggalkan kekasihnya

Kasih yang Tak Lagi Kembali Penulis: Mohammad Fahmi Khalid Darmawan – Universitas Negeri Jakarta Tak lagi ku pandang dirinya Tak lagi ku dengar suaranya Hanya khayalan yang hadir dalam pikiran Hanya bayangan yang menari di dalam jiwa Di setiap pergantian malam Hanya rindu yang kerap mencuat Kenangan yang kita ukir dulu Menjadi bayang-bayang yang sulit… Continue reading Kasih yang Tak Lagi Kembali

Negeri yang Runtuh

Negeri yang Runtuh Penulis: Syelvina Gusmarani Negeri yang Runtuh Dalam debu kenangan yang membayang, Tanahku dulu megah, kini lapang. Hujan puing jatuh tanpa kasihan, Langitnya menangis, bumi kesepian. Benteng-benteng bisu berdiri miring, Menghitung waktu hingga angin kering. Jejak sejarah tertutup abu, Riuh perjuangan kini hanya bisu. Anak-anak hilang di antara reruntuhan, Mimpi mereka tenggelam dalam… Continue reading Negeri yang Runtuh

Harapan Baru di Kehidupan Baru

Harapan Baru di Kehidupan Baru Penulis: Endah Romadhon – UNJ Tahun baru sudah dirayakan Kembang api sudah dinyalakan Sorak-sorai kebahagiaan sudah terdengar Rentetan doa serta harapan terus dirapalkan bak mantra Kata orang ketika tahun baru datang Maka kehidupan baru pun diharapkan datang Kehidupan baru yang berisi harapan baru Harapan-harapan ditulis, ditanamkan, juga dicantumkan di atas… Continue reading Harapan Baru di Kehidupan Baru

The Tale of Two Worlds (Part 03 – Janji)

The Tale of Two Worlds(Part 03 – Janji) Penulis: Muhammad Dafa Anugrah – Universitas Negeri Jakarta Setelah malam raid besar itu, Deva merasa gelisah. Pikiran tentang Nirvana yang menunggunya untuk bicara langsung di akhir raid terus menghantuinya. Hatinya dipenuhi oleh berbagai pertanyaan: Apa yang ingin Nirvana bicarakan? Apakah dia juga merasakan hal yang sama? Hari-hari… Continue reading The Tale of Two Worlds (Part 03 – Janji)

Rakyat dan Takhta Berdarah

Rakyat dan tahta berdarah

Rakyat Dan Takhta Berdarah Penulis: Masya Hanifa Putri – UNJ Di bawah langit yang gelap, muram dan hampaTiang-tiang berdiri, memancang tubuh tak bersalah.Darah mengalir menjadi tinta di lembar-lembar konstitusi.Sementara kau, duduk tenang di singgasana yang basah. Api yang sejak dulu berkobarKini membakar suara membungkam jerit yang dipaksa.Tanpa pedang, hanya alur dan janjiCukup untuk mengaburkan nalar,… Continue reading Rakyat dan Takhta Berdarah

Menyongsong Harapan Baru

Menyongsong harapan baru demi meraih mimpi yang baru

Menyongsong Harapan Baru Penulis: Mohammad Fahmi Khalid Darmawan – Universitas Negeri Jakarta Kisah yang lama telah berlalu Suka dan duka berlalu-lalang Melengkapi hidup yang dulu Menjadi kenangan yang tersimpan dalam benak Tahun baru, harapan baru Terang cahaya sirna memukau Mengawali hidup yang baru Menggapai impian yang tak teraih di masa lalu Kita semua berhak bermimpi… Continue reading Menyongsong Harapan Baru

Simfoni Kewarasan yang Mati

Simfoni Kewarasan yang Mati Penulis: Syelvina Gusmarani Simfoni Kewarasan yang Mati Selamat datang di dunia abu-abu,Sunyi meresap seperti rumah tanpa penghuni,Riuh tak henti di ujung malam yang beku,Luka-luka abadi, perihnya tak pernah pergi,Namun, kucoba nikmati, seolah tiada arti. Dia tetap hadir, langkahnya menari-nari,Menyusup perlahan, racuni jiwa yang letih,Kewarasan perlahan terurai, mati tanpa disadari,Hantui kenyataan yang… Continue reading Simfoni Kewarasan yang Mati

Rutinitas

Rutinitas Penulis: Endah Romadhon – UNJ Pukul 6 pagi Mentari masih agak malu-malu untuk menyapa Terang cahayanya belum bersinar dengan begitu semangat Udara yang agak dingin masih menemani kita semua Kita semua di sini di stasiun transit yang padat merapat Yang jika kulihat segala arah Sama saja yang dilihat, manusia Manusia-manusia yang memiliki pikirannya sendiri… Continue reading Rutinitas

Surat Untukmu

Surat Untukmu Penulis: Endah Romadhon – UNJ Bahasa Indonesia menjadi Mata Pelajaran yang aku tunggu-tunggu terlebih jika sudah mau memasuki ujian. Hal itu bukan karena aku menyukai Mata Pelajaran tersebut hanya saja setiap selesai mengerjakan latihan soal untuk ujian, Pak Guru akan meminta kita mengumpulkan buku latihannya dan disebar acak ke teman-teman sekelas untuk dikoreksi.… Continue reading Surat Untukmu