Skip to main content

Majalah Sunday

A Short Story – Don’t Trust the Miror

A Short Story – Don’t Trust the Miror Penulis: Cindy Trianita – UKI I still remember the smell of the room when I first stepped in — a mix of dust, damp wood, and a faint trace of lavender left by the previous tenant. The boarding house was quiet, tucked away in a narrow alley… Continue reading A Short Story – Don’t Trust the Miror

Sebuah Cerpen – Sisa Suara

Sebuah Cerpen – Sisa Suara Penulis: Raditya Bhanu – Universitas Brawijaya Menuju Bangunan Kosong “Sreeekkk… sreeekkk…sreekk…” suara seretan kaki pada lorong sempit, menunjukkan seorang lelaki dengan jaket hoodie hitam dengan membawa tas ransel. Lelaki tersebut berjalan sembari mendengarkan lagu dari earphone yang ia gunakan, bergeminglah alarm yang menunjukkan pukul 00.00 dengan bertuliskan “saatnya melukis.” Lalu langkahnya… Continue reading Sebuah Cerpen – Sisa Suara

A Short Story – Flame to Ash

A Short Story – Flame to Ash Penulis: Grace Prikasih – UKI A young scientist, driven by vengeance for his family’s death, descends into madness and becomes a ruthless destroyer who no longer sees humanity in those who hold power. A Flame Snuffed Too Early The City of Stars gleamed like heaven against the black… Continue reading A Short Story – Flame to Ash

Sebuah Cerpen – Siapa Cepat, Dia Ngecas

Sebuah Cerpen – Siapa Cepat, Dia Ngecas Penulis: Afifah Fayza – UKI Di kelas 12 IPA 2, satu colokan bisa bikin dua geng berantem lebih parah dari rebutan nilai. Aturannya cuma satu, dan semua orang tahu: Siapa cepat, dia ngecas. Sisanya? Ya… siap-siap perang baterai 3% Colokan Satu, Emosi Dua Jam istirahat di kelas 12… Continue reading Sebuah Cerpen – Siapa Cepat, Dia Ngecas

Catatan Di Balik Waktu

Catatan Di Balik Waktu Penulis: Chiara Irma Ardelia – Universitas Negeri Jakarta Debu beterbangan di udara loteng yang pengap. Reza menutup hidungnya dengan lengan baju sambil mengangkat kardus demi kardus yang sudah bertahun-tahun tak tersentuh. “Reza, kamu sudah selesai belum di atas?” teriak Ibu dari bawah. “Sebentar lagi, Bu! Masih ada beberapa kotak,” jawab Reza… Continue reading Catatan Di Balik Waktu

A Short Story – The Corrupted Fury of Light

A Short Story – The Corrupted Fury of Light Penulis: Grace Prikasih – UKI “All things have consequences. Even when the result is unfair. Not when the one giving it have hatred run deeper than his kindness.” An Accident Wrapped in Lies Rain had always fallen softly over Hanamori Academy, turning the marble courtyard into… Continue reading A Short Story – The Corrupted Fury of Light

A Short Story – Stay or Restart?

A Short Story – Stay or Restart? Penulis: Afifah Fayza – UKI After failing a grade, Ayu has to choose stay and face it, or restart and run away. Along the way, she learns that starting over isn’t about hiding your failure, but growing from it. The Report Card Day The air felt heavy that… Continue reading A Short Story – Stay or Restart?

Sebuah Cerpen – Kelompok Penjaga Kayutangan

Sebuah Cerpen – Kelompok Penjaga Kayutangan Penulis: Raditya Bhanu – Universitas Brawijaya Sang Penjajah “Hahahahaha….. kita mendapatkan harta banyak sudah sepantasnya kita menguasai dunia, saatnya kita berpesta,” kata seorang jenderal dari Partai Coklat. Jenderal dan pasukan tertawa bergembira karena telah menuntaskan daerah jajahannya yang baru. Malam hari pada saat berpesta Jenderal dari Partai Coklat pun… Continue reading Sebuah Cerpen – Kelompok Penjaga Kayutangan

Sebuah Cerpen – Hati Sang Penjajah

Sebuah Cerpen – Hati Sang Penjajah Penulis: Cindy Trianita – UKI         Namaku Elias. Aku tumbuh di rumah batu abu-abu di pinggiran kota kecil di Eropa utara, di mana setiap pagi aroma tinta, surat kabar, dan kopi hitam bercampur di udara. Tahun itu 1934, dan dunia sedang bicara tentang kejayaan bangsa, bukan… Continue reading Sebuah Cerpen – Hati Sang Penjajah

Sebuah Cerpen – Di Sebuah Persimpangan

Sebuah Cerpen – Di Sebuah Persimpangan Penulis: Muhammad Khafidz Khoiruddaroin Sore itu hujan di Jogja, sehabis pulang kerja gue memutuskan untuk mampir dulu ke sebuah angkringan di pinggir jalan. Gue duduk di kursi panjang terbuat dari kayu, sembari memesan satu kopi panas dan pisang goreng. Sebenarnya sore itu adalah sore yang biasa bagi gue. Sore… Continue reading Sebuah Cerpen – Di Sebuah Persimpangan