Skip to main content

Majalah Sunday

Sebuah Cerpen – Kelompok Penjaga Kayutangan

Sebuah Cerpen – Kelompok Penjaga Kayutangan Penulis: Raditya Bhanu – Universitas Brawijaya Sang Penjajah “Hahahahaha….. kita mendapatkan harta banyak sudah sepantasnya kita menguasai dunia, saatnya kita berpesta,” kata seorang jenderal dari Partai Coklat. Jenderal dan pasukan tertawa bergembira karena telah menuntaskan daerah jajahannya yang baru. Malam hari pada saat berpesta Jenderal dari Partai Coklat pun… Continue reading Sebuah Cerpen – Kelompok Penjaga Kayutangan

Sebuah Cerpen – Hati Sang Penjajah

Sebuah Cerpen – Hati Sang Penjajah Penulis: Cindy Trianita – UKI         Namaku Elias. Aku tumbuh di rumah batu abu-abu di pinggiran kota kecil di Eropa utara, di mana setiap pagi aroma tinta, surat kabar, dan kopi hitam bercampur di udara. Tahun itu 1934, dan dunia sedang bicara tentang kejayaan bangsa, bukan… Continue reading Sebuah Cerpen – Hati Sang Penjajah

Sebuah Cerpen – Di Sebuah Persimpangan

Sebuah Cerpen – Di Sebuah Persimpangan Penulis: Muhammad Khafidz Khoiruddaroin Sore itu hujan di Jogja, sehabis pulang kerja gue memutuskan untuk mampir dulu ke sebuah angkringan di pinggir jalan. Gue duduk di kursi panjang terbuat dari kayu, sembari memesan satu kopi panas dan pisang goreng. Sebenarnya sore itu adalah sore yang biasa bagi gue. Sore… Continue reading Sebuah Cerpen – Di Sebuah Persimpangan

Sebuah Cerpen – Yang Tertinggal dari Sebuah Nama

Yang Tertinggal dari Sebuah Nama Penulis: Chiara Irma Ardelia – Universitas Negeri Jakarta Batavia, 1930. Matahari belum sepenuhnya menampakkan diri ketika Sari sudah merentangkan tikar pandan di sudut pasar. Kangkung, bayam, dan tomat hasil kebun di pinggiran Batavia tertata rapi di atas tikar. Aroma tanah basah bercampur dengan bau ikan asin dari kios sebelah, sementara… Continue reading Sebuah Cerpen – Yang Tertinggal dari Sebuah Nama

A Short Story – Riches of the Heart

A Short Story – Riches of the Heart Penulis: Grace Prikasih – UKI “Once the son of a wealthy family, loses everything after tragedy strikes. Now living frugally and attending a public school. One faithful meeting changes it all.” The Boy in The Peaceful Forest The rain had long since stopped, but the scent of… Continue reading A Short Story – Riches of the Heart

Sebuah Cerpen – Istirahatlah dengan Tenang

Sebuah Cerpen – Istirahatlah dengan Tenang Penulis: Raditya Bhanu A – Universitas Brawijaya Pocong Ingin Pergi Si Pocong berkata dalam hati sembari melihat cahaya kota yang mengkilap “Aku telah bergentayangan selama 500 tahun semenjak tahun 1,635, semenjak itu pula aku masih belum bisa pergi dengan tenang aku harus menggentayangi manusia selama 500 tahun untuk aku… Continue reading Sebuah Cerpen – Istirahatlah dengan Tenang

Sebuah Cerpen – Jejak yang Tak Pernah Pulang

Sebuah Cerpen – Jejak yang Tak Pernah Pulang Penulis: Afifah Fayza – UKI Sinta anak yang suka menyendiri daripada nongkrong. Tapi akhir-akhir ini dia mulai ngeliat jejak kaki yang suka muncul tiap dia sendirian di sekolah. Pas dicari asalnya, malah ketemu cewek  yang bilang dia belum bisa “pulang.” Sunyi yang Nyaman Sinta adalah siswi yang… Continue reading Sebuah Cerpen – Jejak yang Tak Pernah Pulang

Sebuah Cerpen – Typo Terparah jadi Tipe Terfavorite

Rania cuma mau kirim revisi proposal ke dosennya. Tapi satu typo konyol dan alamat e-mail yang salah malah bikin hidupnya berubah. Dari salah kata jadi saling kirim hati — siapa sangka cinta bisa lahir dari typo?”

A Shoty Story – Glitter and Gains: She’s Moe, She’s Muscular, She’s Magic!

Glitter and Gains: She’s Moe, She’s Muscular, She’s Magic! Penulis: Grace Prikasih – UKI “A female boxer transported into a magical world and turned into a witch is constantly mistaken for an evil villain, while all she truly wants is to work out, read, and bake cookies in peace. A story of Glitter and Gains:… Continue reading A Shoty Story – Glitter and Gains: She’s Moe, She’s Muscular, She’s Magic!

Sebuah Cerpen – Jangan Salahkan Hiu Itu!!!

Jangan Salahkan Hiu Itu!!! Penulis: Raditya Bhanu Aryasatya – Universitas Brawijaya Berlatar pada 500 tahun setelah perang dunia ketiga para hewan akhirnya mengganti peran manusia yang telah musnah karena perang. Seekor hiu menjadi kepala koki pada restoran yang mewah nan terkenal di bawah lautan.  “Ayooo satu jam lagi kita akan kedatangan tamu para bangsawan segera… Continue reading Sebuah Cerpen – Jangan Salahkan Hiu Itu!!!