Majalah Sunday

Bukan FOMO tapi FOBO! Kenapa Kamu Susah Banget Mengambil Keputusan?

Penulis: Agung Izzul Haqq Laksono – Universitas Jenderal Soedirman

Sunners, coba ngaku deh. Siapa di sini yang pernah buka aplikasi ojek online buat pesan makan, scroll menu sampai satu jam, tapi ujung-ujungnya malah nggak jadi beli apa-apa atau balik lagi ke menu yang biasa? Kalau kamu sering mengalami hal ini, jangan buru-buru bilang itu cuma plin-plan biasa. Bisa jadi kamu sedang terjebak fenomena yang namanya FOBO. Secara definisi, FOBO adalah singkatan dari Fear of a Better Option atau ketakutan kalau di luar sana masih ada pilihan yang lebih baik daripada yang kita pilih sekarang.

Ilustrasi anime lo-fi remaja bingung memilih menu makanan di layar hologram, memvisualisasikan FOBO adalah kondisi terjebak decision paralysis saat mengambil keputusan.

1. Bedanya FOBO sama FOMO

Mungkin kita lebih sering dengar istilah FOMO atau Fear of Missing Out. Meski mirip, keduanya beda banget, lho! FOMO itu kecemasan kalau kita ketinggalan momen seru yang lagi dialami orang lain.

Sedangkan FOBO adalah kecemasan internal yang bikin kita ragu menetapkan pilihan karena takut menyesal nantinya. Akibatnya, kita jadi susah berkomitmen atau merasa puas dengan keputusan yang sudah dibuat karena pikiran kita sibuk membayangkan “gimana kalau opsi sebelah lebih bagus?”.

2. Hati-Hati Jebakan "Analysis Paralysis"

Bahaya utama dari FOBO ini adalah bikin kita terjebak dalam analysis paralysis atau kelumpuhan analisis. Ini kondisi di mana kamu kebanyakan mikir, membandingkan review sana-sini, sampai akhirnya otakmu stuck dan malah nggak memilih apa-apa.

Biasanya, hal ini dipicu oleh pola pikir perfeksionis yang merasa bahwa harus ada satu pilihan yang “sempurna” tanpa cela. Padahal, kebiasaan ini justru bikin stres, buang-buang waktu, dan menurunkan rasa percaya diri kita.

3. Terus, Gimana Cara Mengatasinya?

Tenang, Sunners. Kamu bisa mulai “sembuh” dari FOBO dengan cara membatasi opsi. Latihlah dirimu membuat keputusan dengan pilihan yang terbatas biar nggak pusing sendiri.

Selain itu, tanamkan mindset “Good Enough”. Terimalah fakta bahwa nggak ada keputusan yang 100% sempurna di dunia ini. Daripada fokus pada apa yang mungkin hilang (what might be missed), lebih baik fokus mensyukuri hal positif dari pilihan yang sudah kamu ambil.

*****

Jadi, hidup itu memang seni memilih. Jangan biarkan ketakutan akan “yang lebih baik” malah merenggut kebahagiaanmu saat ini. Ingat, keputusan yang diambil dengan tegas (meski nggak sempurna) jauh lebih baik daripada nggak bergerak sama sekali karena ragu.

Nah, sekarang coba share di kolom komentar. Hal receh apa yang paling sering bikin kamu kena serangan FOBO? Pilih menu makan siang, pilih baju buat jalan, atau pilih film di Netflix?

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 28