Penulis: Keisya Rahardjo – SMK 1 Perguruan Cikini
Sunners, pernah nggak sih kalian merasa takut bilang “nggak” karena khawatir orang lain bakal kecewa? Atau pernah melakukan sesuatu yang sebenarnya nggak ingin dilakukan hanya karena takut membuat orang lain sedih atau marah? Kalau pernah, kalian nggak sendirian. Perasaan seperti ini cukup sering muncul dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika kita sangat peduli dengan pendapat dan perasaan orang lain.

Keinginan untuk membuat orang lain senang sebenarnya merupakan hal yang wajar. Kita tentu ingin menjadi teman yang baik, anak yang bisa dibanggakan, atau seseorang yang bisa diandalkan. Tapi, terkadang keinginan tersebut bisa membuat kita terlalu memikirkan harapan orang lain sampai lupa dengan apa yang sebenarnya kita rasakan.Keinginan untuk membuat orang lain senang sebenarnya merupakan hal yang wajar. Kita tentu ingin menjadi teman yang baik, anak yang bisa dibanggakan, atau seseorang yang bisa diandalkan. Tapi, terkadang keinginan tersebut bisa membuat kita terlalu memikirkan harapan orang lain sampai lupa dengan apa yang sebenarnya kita rasakan.
Rasa takut mengecewakan orang lain bisa muncul karena berbagai hal. Salah satunya adalah pengalaman yang kita dapatkan sejak kecil. Kita mungkin terbiasa mendapatkan pujian ketika berhasil memenuhi harapan orang lain dan merasa bersalah ketika melakukan sesuatu yang dianggap mengecewakan.
Terlalu sering memikirkan perasaan orang lain bisa membuat kita lupa memperhatikan diri sendiri. Kita mungkin jadi sering memaksakan diri, sulit beristirahat, atau merasa bersalah ketika ingin melakukan sesuatu untuk diri sendiri.
Sunners, kita tetap bisa menjadi orang yang peduli tanpa harus selalu mengorbankan diri sendiri. Kita boleh membantu orang lain, tetapi kita juga boleh beristirahat. Kita boleh mendengarkan cerita orang lain, tetapi kita juga berhak punya waktu untuk diri sendiri.
Sunners, kita tetap bisa menjadi orang yang peduli tanpa harus selalu mengorbankan diri sendiri. Kita boleh membantu orang lain, tetapi kita juga boleh beristirahat. Kita boleh mendengarkan cerita orang lain, tetapi kita juga berhak punya waktu untuk diri sendiri.
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.