Penulis: Nyi Raden Fatimah Az Zahra S.N-SIS SJ
Kamu pernah dikritik tak? Mayoritas orang, seperti saya, pasti pernah dan kemungkinan besar tidak suka. Apalagi jika di depan orang nih! Pasti bikin terasa malu, kesal, atau langsung defensif dan tidak ingin dengar alasannya. Kalau kamu pernah merasakan hal itu, jangan khawatir. Reaksi tersebut sangat wajar dan bisa dibilang normal. Namun, yang perlu diingat adalah cara kita menanggapi kritik sering kali lebih penting daripada kritik itu sendiri. Oleh karena itu, mari kita belajar tentang cara menerima kritik!
Sebelum membahas langkah-langkah yang bisa diambil, kamu perlu tahu bahwa, sedihnya, tidak semua kritik itu sama. Ada kritik yang memang bertujuan membantu kita berkembang, misalnya ketika guru menunjukkan bagian mana dari tugas kita yang masih bisa diperbaiki. Dan, ada juga kritik yang disampaikan dengan kurang baik atau bahkan hanya berupa komentar negatif. Kami perlu belajar membedakan kritik yang membangun dengan kritik yang tidak memberikan manfaat karena itu bisa berdampak pada reaksi kami ke situasinya.

Saat menerima kritik, usahakan sebisa mungkin untuk tidak langsung bereaksi. Mungkin kamu ingin langsung menjelaskan alasanmu atau membuktikan bahwa kamu tidak salah. Namun, cobalah berhenti sebentar dan dengarkan sampai orang tersebut selesai berbicara. Dengan begitu, kamu bisa memahami maksud dari kritik yang diberikan dan bukan hanya fokus pada cara penyampaiannya.
Setelah itu, coba pikirkan lagi isi kritik tersebut. Tanyakan pada dirimu sendiri, “Apakah ada hal yang bisa aku pelajari dari ini?” Kalau jawabannya iya, gunakan kritik itu sebagai kesempatan untuk berkembang. Misalnya, jika gurumu mengatakan bahwa presentasimu kurang jelas, kamu bisa meminta saran tentang bagian mana yang perlu diperbaiki.
Sebaliknya, jika kritik tersebut hanya bertujuan menjatuhkan atau tidak disampaikan dengan alasan yang jelas, sering kali bisa di cuek saja. Atau, kamu juga bisa hanya dengerin bagian yang benar-benar bermanfaat.
Nah, ini nih, tips yang menurut saya paling sederhana tetapi efektif. Mengucapkan terima kasih. Mungkin ini terdengar seperti hal yang sudah pasti. Namun, jika kritik itu memang membangun, ucapan tersebut menunjukkan bahwa kamu menghargai masukan dan memiliki kemauan untuk belajar! Sikap seperti ini juga dapat membangun hubungan yang lebih baik dengan guru, teman, dan orang lain di sekitarmu.

Kesimpulannya adalah, kritik itu jangan dimarahi dulu karena bisa menjadi salah satu cara terbaik untuk mengetahui apa yang kami masih perlu tingkatkan! Jadi, lain kali saat menerima kritik, jangan buru-buru tersinggung atau marah. Dengarkan, pikirkan baik-baik, lalu gunakan masukan tersebut sebagai langkah untuk terus berkembang menjadi versi terbaik dari dirimu. Semangat ya teman-teman!
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.