Penulis: Latisha Adenia Putri – Universitas Negeri Surabaya
Sunners, siapa yang disini senang banget minum kopi? Mau itu pas lagi waktu nyantai, nugas, atau mungkin nongkrong. Biasanya kalian minum dengan cara yang gimana nih? Kebetulan di negara kita ada lho cara minum kopi yang unik yaitu dengan ditelungkupkan gelas kopinya di piring kecil alias kita minumnya di piring kecil tersebut atau bisa menggunakan sedotan. Tradisi tersebut dapat dikenal dengan kupi khop, yuk kita cari tahu!

Kupi khop ini berasal dari pesisir pantai barat Aceh atau di kota Meulaboh. Awalnya kopi ini sengaja disajikan dalam keadaan terbalik, khususnya untuk para nelayan karena mereka membawa kopinya dengan gelas terbalik agar nggak tumpah dan tetap hangat. Tentu para nelayan biasanya memancing ikan dulu di laut dan setelahnya bisa menikmati kopi yang udah disajikan.
Kemudian, disajikan dengan terbalik agar tetap menjaga kadar asam kopinya. Semakin kopinya lama disajikan secara terbuka, semakin tinggi juga kadar asam kopinya sehingga nggak baik untuk kesehatan tubuh. Lalu, minuman ini juga berasal dari perkataan Teuku Umar sebelum beliau meninggal.
“Beungoh singoh geutanyoe jep kupi di keudee Meulaboh atawa ulon akan syahid.” katanya. Untuk artinya, “Besok pagi kita akan minum kopi di Meulaboh atau aku akan mati syahid.” Namun sayangnya, apa yang dikatakan nggak tercapai akibat beliau telah ditembak.
Saat ini, kupi khop dapat dikenal dengan banyak masyarakat terutama di Desa Ujung Kareung, Kabupaten Aceh Barat. Hal ini diakibatkan udah mulai menyajikan minuman tersebut secara modern. Dengan meminum kopi ini juga mendapatkan sedotan untuk mengeluarkan air di balik gelasnya. Kemudian, dapat diselipkan sedotannya ke mulut gelas dan meniup pelan agar kopinya nggak keluar bersama serbuknya.
Dengan menikmati minuman kopi khas Aceh ini, bukan dengan diseruput lagi kopinya melalui piring tetapi dapat disedot juga melalui sedotan agar nggak tumpah. Kemudian, nggak hanya disajikan dengan hangat tetapi dapat disajikan juga dengan dingin atau menambahkan es. Untuk rasa bukan hanya yang rasa orisinal aja tetapi mulai muncul dengan varian baru yaitu khop susu.

Selain kupi khop menyajikan minuman kopi dengan gelas yang terbalik, tetapi tradisi tersebut dapat dijadikan bagian dari warisan budaya di Aceh. Keunikan tersebut dapat meningkatkan rasa penasaran juga terhadap kopi yang disediakan sehingga masyarakat ingin mencoba. Dengan adanya tradisi ini, kita bisa mengembangkan dan mengenalkan kopi tersebut terutama pada penyuka kopi agar keunikan tersebut nggak hilang.
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.