Majalah Sunday

Perjalanan Dyra Daniera dari Sekolah Victory Plus
hingga Menjadi Duta Bahasa Nasional 2024

Dari seorang siswa yang gemar menghabiskan waktu dengan buku hingga menjadi Duta Bahasa Nasional 2024, perjalanan Dyra Daniera merupakan bukti bagaimana minat yang dipupuk sejak dini dapat berkembang menjadi prestasi yang membanggakan. Lulusan Sekolah Victory Plus (SVP) angkatan 2020 dan alumni Universitas Indonesia ini terus menjadikan bahasa, sastra, dan cerita sebagai bagian penting dari perjalanan hidupnya.

Dari seorang siswa yang gemar menghabiskan waktu dengan buku hingga menjadi Duta Bahasa Nasional 2024, perjalanan Dyra Daniera merupakan bukti bagaimana minat yang dipupuk sejak dini dapat berkembang menjadi prestasi yang membanggakan.

Menempuh pendidikan di SVP sejak berumur 3 tahun, Dyra tumbuh bersama komunitas sekolah yang membentuk dirinya. Ia mengawali perjalanan sebagai anak yang pemalu dan lebih senang menghabiskan waktu dengan buku. Titik baliknya terjadi berkat kurasi buku yang diperkenalkan di sekolah.

Saat SMP, salah satu gurunya memperkenalkan karya-karya seperti Perahu Kertas, Ronggeng Dukuh Paruk, dan Gadis Pantai. Pengalaman tersebut membantunya menghubungkan perspektif global dari kurikulum internasional dengan akar budaya lokal, sekaligus menumbuhkan kecintaannya pada sastra Indonesia.

Kepercayaan yang diberikan para guru kemudian membawanya menuju berbagai pencapaian penting. Para guru mendorongnya mengikuti Duta Bahasa Pelajar Jawa Barat 2018, di mana ia berhasil meraih Juara Harapan I dari sekitar 800 pendaftar. Setahun kemudian, ia mengikuti program magang jurnalistik di Harian Kompas.

Dari seorang siswa yang gemar menghabiskan waktu dengan buku hingga menjadi Duta Bahasa Nasional 2024, perjalanan Dyra Daniera merupakan bukti bagaimana minat yang dipupuk sejak dini dapat berkembang menjadi prestasi yang membanggakan.

Setelah lulus, Dyra melanjutkan studi sastra Indonesia di Universitas Indonesia. Berbekal fondasi kuat dari IB Diploma Programme di SVP yang membekalinya dengan kemampuan riset, penulisan laporan, dan presentasi, ia mampu beradaptasi dengan baik di dunia perkuliahan.

Ia lulus tepat waktu dengan predikat Summa Cum Laude, meraih IPK tertinggi di program studinya yaitu 3,90 dari 4,00, serta mendapat kehormatan menjadi pembicara wisuda fakultas. Selain itu, ia juga meraih Juara III Mahasiswa Berprestasi FIB UI 2023 dan penghargaan Best English Award.

Dari seorang siswa yang gemar menghabiskan waktu dengan buku hingga menjadi Duta Bahasa Nasional 2024, perjalanan Dyra Daniera merupakan bukti bagaimana minat yang dipupuk sejak dini dapat berkembang menjadi prestasi yang membanggakan.

Pada tahun 2024, Dyra berhasil meraih Juara I Duta Bahasa Jawa Barat dan melaju ke tingkat nasional. Kompetisi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi tersebut menguji kemampuan public speaking multibahasa, presentasi riset, hingga keterampilan menulis. Di tengah kesibukan menyelesaikan skripsi, ia berhasil meraih Juara Harapan I tingkat nasional melalui program lokakarya mendongeng yang mengedukasi ibu dan anak tentang isu lingkungan.

Pengalaman tersebut membuka matanya terhadap berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda Indonesia, mulai dari rendahnya tingkat literasi hingga menurunnya minat membaca karya fiksi dan pelestarian bahasa daerah. Hal itu mendorongnya untuk terus berkontribusi dalam menjaga kecintaan terhadap bahasa dan sastra Indonesia.

Saat ini, Dyra berkarier sebagai Creative Director di sebuah agensi digital kreatif di Bandung. Ia juga aktif sebagai MC dan moderator untuk berbagai acara pemerintah maupun korporasi, sembari terus menciptakan konten yang menghidupkan kecintaan terhadap bahasa dan sastra Indonesia.

Dari seorang siswa yang gemar menghabiskan waktu dengan buku hingga menjadi Duta Bahasa Nasional 2024, perjalanan Dyra Daniera merupakan bukti bagaimana minat yang dipupuk sejak dini dapat berkembang menjadi prestasi yang membanggakan.

Bagi para siswa, Dyra meninggalkan sebuah pesan yang tetap ia pegang hingga hari ini:

“If there is one piece of advice I can leave, it is this: in your teens and early twenties, it is completely normal to feel a little lost, unmotivated, or clueless about what comes next. But treat your life like a great book: when a chapter feels slow or confusing, don’t shut the novel forever. Keep turning the pages, embrace the uncertainty, and trust that a brilliant next page, next chapter, or next sequel is always waiting to unfold!”

*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 0