Penulis: Latisha Adenia Putri – Universitas Negeri Surabaya
Sunners, siapa yang disini lagi belajar bela diri terutama pencak silat? Mau itu di sekolah ataupun organisasi di luar, keren banget sih kalau kalian emang lagi belajar karena akan berguna banget untuk kedepannya. Terutama untuk membela diri sendiri di saat-saat tertentu. Namun, disini kita akan bahas mengenai bela diri tersebut nih. Bagi kalian yang mempelajarinya, kira-kira kalian tahu gak nih sejarah dan perkembangannya seperti apa? Yuk cari tahu!

Sebenarnya bela diri ini udah ada sejak abad ke-7 ketika udah memasuki masa-masa perang sehingga bela diri tersebut dapat berkembang. Pada masa berperang juga udah mulai menggunakan senjata seperti tombak, parang, perisai, dan lain-lain. Kemudian, pada abad ke-14 juga udah mulai berkembang pesat di seluruh Indonesia.
Di pesantren mulai ditekuni juga mengenai bela diri tersebut karena dapat dianggap sebagai latihan spiritual dalam penyebaran ajaran Islam. Dapat diakui juga sebagai seni bela diri yang dimana dapat menggunakan sebagai perlawanan untuk melawan penjajah dan membela diri sendiri. Namun, sebenarnya pada masa penjajahan tersebut, dilarang sekali untuk menggunakan seni bela diri akibat dianggap sebagai ancaman.
Dikhawatirkan jika belajar, rakyat Indonesia dapat memberontak kepada mereka sehingga yang bisa dilakukan dengan belajar bela diri tersebut secara diam-diam. Pada saat negara Indonesia merdeka, akhirnya dapat diakui sebagai olahraga nasional dan mulai hadirnya IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) sebagai tempat penaungan guru-guru silat di Indonesia.

Berdasarkan e-ujian terdapat banyak sekali tujuan dan manfaat yang dapat diketahui, tapi disini akan dijelaskan sedikit aja. Berikut penjelasan lebih lanjutnya:
Mempertahankan Diri dari Orang Lain — Tujuan mempelajari bela diri ini yaitu dengan melindungi diri sendiri dan orang lain jika dalam situasi yang berbahaya. Dengan mempelajari teknik-teknik tertentu, maka akan sanggup untuk bertahan dalam situasi bahaya.
Meningkatkan Kesehatan dan Kebugaran — Tujuan ini dapat melatih kekuatan jantung, paru-paru, otot, fleksibilitas tubuh, dan keseimbangan. Kemudian dapat meningkatkan keterampilan motorik, koordinasi, dan ketahanan fisik.
Mengembangkan Karakter dan Mental — Tujuan tersebut dapat melibatkan aspek karakter pada kesenian bela diri yaitu dengan diharuskannya konsentrasi, percaya diri, dan berani. Kemudian, terdapat juga nilai moral seperti integritas, tanggung jawab, dan rasa solidaritas.
Kesadaran akan Budaya dan Warisan Tradisional — Dalam bela diri ini, tentu dapat meningkatkan kesadaran pada budaya dan warisan tradisional sehingga ingin menjaga hal tersebut agar nggak pelan-pelan menghilang sebagai warisan budaya di Indonesia.
Mengatasi Stress dan Kontrol Emosi dengan Baik — Dalam bela diri ini, tentu kita dapat mengatasi dan mengembangkan emosi kita dengan baik. Pada bela diri tersebut sangat diperlukannya fokus dan emosi yang stabil.
Setelah adanya IPSI, muncullah PERSILAT (Persekutuan Pencak Silat Antarbangsa). Hal ini merupakan organisasi yang dikenal secara mendunia di lingkup internasional. Dengan adanya organisasi tersebut, bela diri ini dapat dikenal oleh dunia dan dilombakan juga. Setelah itu, pencak silat dapat diakui dan diresmikan oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia pada 12 Desember 2019.

Pencak silat bukan hanya seni bela diri aja, tetapi merupakan salah satu warisan budaya Nusantara juga. Bela diri ini mengandung nilai-nilai luhur, seperti disiplin, sportivitas, rasa hormat, dan pengendalian diri. Selain di bidang olahraga, tetapi dapat berkembang juga di seni pertunjukan dan kompetisi. Dengan mengenal bela diri tersebut, kita sebagai generasi masa depan dapat menjaga budaya khas tersebut agar tetap hidup di sekitar kita dan dapat dikenal oleh dunia dengan luas.
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.