Majalah Sunday

Kasus Bunuh Diri Merambah ke Pelajar, Apa Sebabnya?

Penulis: Aida Hasna

Sunners, baru-baru ini banyak sekali berita tentang maraknya kasus bunuh diri, salah satunya yang terjadi di kalangan pelajar. Kira-kira kenapa ya Sunners, anak yang masih sekolah dan masih labil bisa sampai memikirkan hal sejauh itu? Yuk kita pelajari dan pahami bersama!

Apa Itu Bunuh Diri?

Menurut Naskah Jurnal Bunuh Diri pada Anak dan Remaja Universitas Airlangga, Suicide atau yang biasa kita kenal dengan bunuh diri adalah tindakan atau pikiran yang bertujuan untuk mengakhiri hidup yang dilakukan dengan sengaja. Dengan kata lain, orang yang melakukan tindakan suicide (bunuh diri) sudah memiliki pemikiran untuk mengakhiri hidupnya sendiri.

Nah, dari mana pemikiran untuk bunuh diri ini muncul? Pemikiran seperti ini muncul dikarenakan berbagai hal dan kondisi, seperti tekanan mental, kurangnya perhatian, ataupun dari pengalaman yang kurang menyenangkan.

Kondisi remaja yang memiliki pemikiran untuk bunuh diri

Apa Penyebab Anak Sekolah Memiliki Pemikiran untuk Bunuh Diri?

Nah Sunners, kita mulai masuk ke topik nih. Apa sih penyebab anak sekolah memiliki pemikiran untuk bunuh diri? Sebenarnya, banyak faktor yang dapat mendorong munculnya ide untuk melakukan hal yang negatif, contohnya bunuh diri. Apalagi, di usia yang masih labil, anak-anak masih dipenuhi dengan perasaan bingung, takut, ragu, dan mental yang belum stabil. Yuk kita bahas lebih lanjut.

1. Konsep Kematian yang Belum Matang

Maksudnya gimana sih? Nah Sunners, pada anak sekolah, khususnya yang masih berumur  dibawah 9 atau 10 tahun masih banyak yang belum memahami tentang konsep kematian loh. Mereka belum memahami bahwa kematian itu bersifat permanen, contohnya ketika mereka bermain game, mereka menganggap bahwa kita seperti karakter yang ada di dalam game, yaitu saat karakter tersebut mati lalu bisa hidup kembali. Jadi, anggapan mereka kematian itu seperti tidur, karena bisa kembali hidup lagi.

2. Merasa Menjadi Beban

Menurut seorang psikolog terkemuka bernama Thomas Joiner, ia merumuskan hal ini dalam Interpersonal Theory of Suicide, yaitu seseorang tidak memutuskan bunuh diri hanya karena mereka sedih atau depresi, melainkan ketika rasa kesepian yang ekstrem menyatu dengan keyakinan kuat bahwa “diri mereka adalah beban bagi orang lain.” Jadi Sunners, selain karena sedih ataupun depresi, kesepian yang ekstrem juga dapat memicu pemikiran untuk bunuh diri. Kenapa bisa? Karena saat kita merasa kesepian, kita memikirkan banyak hal yang dapat memicu banyak pemikiran negatif. Nah, pemikiran negatif ini dapat menimbulkan pemikiran seperti, “Kematian lebih baik daripada hidup.” Maka dari itu Sunners, kita perlu memiliki setidaknya satu teman untuk jadi teman mengobrol saat merasa kesepian ya. 

3. Kondisi Keluarga

Selain merasa menjadi beban, kondisi keluarga juga dapat memengaruhi mental anak. Kok bisa? Karena keluarga itu tempat anak untuk merasa aman. Jika fungsi keluarga menjadi disfungsi (broken home, kekerasan dalam rumah tangga, atau penolakan emosional dari orang tua), anak pun akan merasa kehilangan ruang untuk merasa aman sehingga dapat menyebabkan anak merasa stres, yang dapat menimbulkan pikiran impulsif untuk mengakhiri hidup.

4. Perundungan

Selain ketiga hal tadi, perundungan sering dikaitkan dengan maraknya kasus bunuh diri pada anak sekolah. Perundungan yang terjadi berulang kali di dalam sekolah maupun di luar sekolah dapat memicu korban mengalami tekanan psikologis berat, seperti depresi dan kecemasan ekstrem, yang memicu munculnya ide hingga percobaan bunuh diri.

Lalu Bagaimana Kita Bisa Membantu Teman Kita yang Memiliki Pemikiran Untuk Bunuh Diri?

Berikut hal yang dapat kita lakukan jika teman atau orang disekitar kita memiliki pemikiran untuk bunuh diri.

  1. Mendengarkan masalah yang ia miliki tanpa menghakimi.
  2. Menjauhkan semua benda berbahaya yang berada didekatnya.
  3. Menanyakan perasaannya.
  4. Mencari bantuan profesional, seperti membawa ke psikolog.
Anak bahagia ketika tidak memiliki pemikiran untuk bunuh diri

Nah dari sini, kita mulai paham ya Sunners bahwa kasus bunuh diri tidak hanya disebabkan oleh satu penyebab saja, tetapi juga bisa disebabkan oleh lain hal. Sunners, kita perlu memahami dan memelajari alasan anak lebih memilih untuk mengakhiri hidupnya daripada kita menghakiminya. Maka dari itu, kita harus peka dan lebih mengenali penyebab-penyebabnya untuk diri kita sendiri dan lingkungan di sekitar kita.

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 6