Majalah Sunday

Mengenali Emotional Baseline Diri Sendiri Yuk?

Penulis: Latisha Adenia Putri – Universitas Negeri Surabaya

Sunners, siapa yang disini pernah dengar istilah emotional baseline? Bisa dibilang istilah tersebut merupakan emosi netral yang kita rasakan setelah menghadapi beberapa tekanan sebelumnya. Nah, pasti kalian penasaran kan gimana cara kerjanya gimana? Yuk simak lebih lanjut!

Mengenali Emotional Baseline Diri Sendiri Yuk?

Emotional Baseline Itu Apa Sih?

Seperti yang terdapat di pembukaan bahwa emotional baseline merupakan emosi netral yang kita rasakan setelah menghadapi beberapa emosi lainnya. Kesannya seperti cool down setelah kita mengalami suatu permasalahan sebelumnya. Emosi yang tergolong netral ini juga tergantung pada masing-masing individu, nggak semua emosi tersebut dapat disamaratakan dengan individu lainnya.

Jika kita memiliki emosi netral yang baik, tentu kita akan merasakan perasaan senang atau setidaknya dalam keadaan good mood. Hal ini juga dapat dilihat kalau kita tuh punya suatu pandangan yang ingin kita raih kedepannya. Namun, jika posisinya nggak baik, biasanya lebih memilih untuk melindungi diri dari hal-hal tertentu. Perasaan takut akan terus berada dalam diri kita sehingga terus ditutupi agar nggak terlihat oleh orang lain. 

Contoh-Contoh dari Emotional Baseline

Ada berbagai macam contoh yang dapat kita ketahui tentang emotional baseline ini, berikut merupakan contohnya:

Seseorang yang Gampang Capek

Biasanya akan ada waktu tertentu dimana kalian merasa bersemangat untuk mengerjakan tugas karena habis termotivasi dari suatu konten. Tapi hal ini hanya bersifat sementara karena habis kalian menyelesaikan tugasnya, pasti kalian kembali ke diri kalian yang gampang capek sehingga malas untuk ngapa-ngapain. Padahal yang dikerjakan juga gak begitu berat.

Seseorang yang Mudah Ceria

 Disaat tertentu, pasti ada kalanya kalian merasa sedih setelah menonton film atau membaca artikel-artikel yang dapat mengeluarkan air mata. Namun, bukan berarti kesedihan itu akan berlangsung selamanya. Pasti setelah beberapa jam kemudian, kalian akan kembali ke diri kita yang senang dan mudah ceria.

Seseorang yang Sering Merasa Sensitif

Pasti ada kalanya kalian ingin ‘dilihat’ oleh orang lain. Sampai-sampai kita berusaha untuk berpenampilan rapi dan menunjukkannya dengan percaya diri. Tentu akan adanya pujian, tapi nggak luput juga dari kritik. Terkadang kritik tersebutlah yang membuat kalian kembali ciut dan merasa sensitif kembali akibat kalian merasa nggak pantas untuk mendapatkan suatu pujian. Kemudian, mulai merendahkan diri lagi terutama yang berkaitan dengan pujian.

Contoh-contoh yang udah dijelaskan diatas sebenarnya tergantung pada kesehatan mental kita sebelumnya. Apakah kondisi emosi kita pada saat kita masih kecil baik-baik aja atau ada masalah tertentu yang harus kita hadapi sebelumnya? Sampai-sampai kita merasakan ‘emosi netral’ kita ini bukanlah hal yang normal.

Salah satu cara untuk kita bisa mengetahui emotional base kita apa. (Pict by Unsplash)

Lalu, Gimana Caranya Agar Kita Bisa Mengetahui Emotional Baseline Diri Sendiri?

Berdasarkan Carin Van Buuren, DVM, beliau menjelaskan yang berada pada LinkedIn miliknya bahwa ada 3 hal yang bisa kita lakukan agar kita dapat mengetahui dan mengerti emotional baseline kita sendiri:

Refleksi Diri Sendiri

Kalian bisa meluangkan waktu untuk refleksi diri dengan menilai dan memberi label terhadap emotional baseline yang kalian rasakan. Kira-kira emosi apa yang kalian rasakan ketika kalian sedang dalam posisi emosi yang netral.

Menulis Jurnal

Kalian dapat menulis jurnal juga dengan mencatat emosi-emosi apa aja yang kalian rasakan pada saat hari tertentu. Nanti kalian akan mulai mengetahui tentang pola-pola emosi kalian itu apa aja.

Mencari Bantuan Profesional

Kalian bisa datang untuk menemui pelatih ketahanan emosional secara khusus untuk memberi panduan agar dapat menjelajahi garis dasar emosional dan mengembangkan strategi untuk meningkatkan ketahanan emosi kalian.

Setelah membaca ini, kira-kira kalian udah tau belum 'emosi netral' kalian ini emosi apa? (Pict by Unsplash)

Setiap orang memiliki emotional baseline yang berbeda, hal ini karena dipengaruhi oleh banyak pengalaman juga. Dengan kita memahami lebih lanjut, justru akan mempermudah kita untuk kendalikan emosi kita. Oleh karena itu, mari kita coba lebih peduli dengan diri sendiri terutama dengan emosi kita agar kesehatan mental kita tetap stabil dan seimbang. 

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 0