Majalah Sunday

Game Era Dulu dan Sekarang, Apa Dampaknya bagi Kesehatan Mental?

Penulis: Latisha Adenia Putri – Universitas Negeri Surabaya

Sunners, siapa yang disini suka banget main game? Terutama pada saat kalian punya waktu luang atau mungkin lagi jenuh, pasti sebagian dari kita main game. Tentunya agar kita bisa lebih santai dan mengosongkan pikiran, tapi apa kalian tahu kalau sebenarnya dari berbagai macam game yang kita mainkan ada dampaknya? Mau itu game era yang udah tergolong jadul dan game yang sedang hype sekarang ini. Yang belum tahu, yuk simak penjelasan dibawah!

Kalian suka game apa nih? Game era yang sekarang atau yang dulu, tapi sebenarnya ada dampak bagi kesehatan mental lho. Apa ya kira-kira?

Pengertian dari Game

Game adalah suatu permainan yang dapat dimainkan oleh kita dan dapat berguna sebagai hiburan ketika kita lagi jenuh. Hal ini dapat menaikkan dopamin kita agar kita bisa kembali semangat untuk menjalani aktivitas ke depannya. Disini juga game mempunyai banyak macamnya seperti adanya puzzle, yang ada di elektronik seperti PlayStation, PC, handphone, dan gawai lainnya, serta permainan yang dulu sering kita mainkan waktu kecil seperti petak umpet, polisi maling dan lain-lain.

Perbedaan Game Dulu dan Sekarang

Tentu di era seperti ini udah mulai berkembang pesat terutama dalam dunia elektronik. Untuk kita para gen Z pasti lebih sering main game tertentu di handphone, tablet, laptop, maupun PC bukan? Tapi berbeda nih untuk generasi milenial dan generasi lainnya, bisa baca disini ya:

Game Dulu (Tahun 1990an sampai 2000an)

 Kalian sampai sekarang masih pergi main ke arkade gitu gak sih? Tempat dimana kalian bisa main banyak permainan? Disana terdapat banyak sekali game yang menarik perhatian orang pada saat itu, terutama game arkade ini lebih berfungsi agar kita dapat menggunakan otak kita dalam berpikir kritis serta menyelesaikan permainan tersebut.

Untuk alur-alurnya gak begitu rumit sebenarnya. Contohnya seperti pada game Tetris yang menyusun-nyusun balok, Donkey Kong yang harus menghindari barel minyak dan harus capai ke atas, Pac-Man yang harus menghindar dari hantu-hantu, dan game lainnya. Kita bisa memainkannya di tempat bermain arkade atau di gawai; GameBoy, PSP (PlayStation Portable), Nintendo DS (Dual Screen), dan lainnya.

Game Sekarang (Tahun 2010an sampai saat ini)

Kalau yang game-game sekarang, kalian pasti lagi suka mainin juga kan? Seperti game Roblox, Minecraft, Fortnite, dan lainnya yang terdapat di game store tertentu. Kebanyakan dari permainan yang telah disebutkan juga membutuhkan uang sehingga nggak dapat dimainkan dengan gratis. Yang alur permainannya itu random dan gak ada pola tertentu untuk menyelesaikannya. Namun, memang lebih unik karena beberapa dari permainan tersebut ada cerita-cerita yang menjadi daya tarik sehingga permainannya akan sangat lama untuk berakhir.

Untuk hal tersebut, sebenarnya tergantung dengan developer gamenya. Apalagi di saat yang seperti ini udah mulai banyak yang bisa membuat permainan sendiri melalui kreativitas diri sendiri juga. Kita akan lebih sering menemukan permainan baru dibandingkan pada zaman dulu dan lebih gampang juga untuk dimainkan dimana-mana.

Ilustrasi ketika kita sedang main game di PC. (Pict by Unsplash)

Lalu, Apa Dampaknya dari Kedua Era Game Tersebut?

Nah, kita masuk ke poin utama. Pada setiap era game mempunyai dampak yang berbeda-beda, ada yang berdampak baik maupun buruk. Namun berdasarkan Kompas, terdapat pendapat seorang psikolog dan seorang direktur dari pusat perawatan kesehatan mental di Amerika Serikat. Dapat dijelaskan sebagai berikut:

Menurut Victoria Lichtenstein

Beliau mengatakan bahwa game modern bukan lagi hanya menjadi hiburan, tetapi juga dirancang agar pemain terus bertahan di dalam permainan. Hal ini dilakukan karena semakin lama seseorang bermain, semakin besar kemungkinan mereka mengeluarkan uang, terutama pada momen-momen kritis. Untuk menarik pemain, game biasanya menghadirkan berbagai strategi seperti notifikasi, tantangan harian, hingga penawaran khusus saat pemain sedang membutuhkan bantuan. Victoria menyebut fenomena ini sebagai junk-food dopamine, yaitu kesenangan sementara yang cepat datang tetapi tidak bertahan lama.

Selain itu, pemain game saat ini cenderung mencari solusi instan melalui Youtube atau Google sehingga kurang merasakan kepuasan dari hasil usaha sendiri. Berbeda dengan era 1990-an, ketika pemain harus berpikir mandiri, membaca buku panduan, dan mencoba berulang kali hingga berhasil menyelesaikan permainan. Proses tersebut melatih otak untuk terus berusaha dan tidak mudah menyerah, sehingga kemenangan terasa lebih memuaskan dibandingkan game modern yang serba instan.

Menurut Melissa Gallagher

Beliau mempunyai pandangan bahwa game pada tahun 1990an hanya sebagai hiburan tapi mempunyai batasan yang cukup. Alur permainannya juga ada awal dan akhir yang jelas juga. Sebagai contoh, anak-anak dulu masih bermain bersama dan mereka akan berhenti untuk melakukan kegiatan lain jika sekiranya udah cukup masa bermainnya. Kemudian, dapat meluaskan lingkar pertemanan sehingga bisa aja mempunyai teman baru melalui permainan tersebut.

Berbeda halnya dengan yang sekarang karena udah mulai munculnya peringkat-peringkat dan kita jadinya harus mengalahkan mereka, bukannya membentuk hubungan pertemanan. Hal seperti itu juga dapat memicu jam pola tidur yang berantakan karena terlalu memikirkan posisi peringkat. Bukan hanya itu, tetapi dapat membuat pikiran juga nggak stabil dan keinginan yang ingin terus menang juga nggak baik. Seolah-olah hanya game yang ada dalam pikiran mereka.

Pada akhirnya, semua game akan berakhir nantinya. (Pict by Unsplash)

Perkembangan game dari dulu sampai sekarang menunjukkan perubahan besar; dari segi cara bermain dan perkembangan gamenya sendiri. Namun, tanpa disangka-sangka walaupun dapat memberi dampak positif untuk kita tetapi terdapat dampak negatifnya juga. Jika kita main game secara terus menerus dapat mengakibatkan emosi kita nggak stabil dan mengasingkan diri secara nggak sadar. Maka dari itu, kita harus bisa untuk membatasi diri dalam bermain game agar nggak berlebihan dan tetap jadikan game sebagai hiburan yang semestinya.

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 10