Penulis: Selese Putriani Munawarah – Universitas Indonesia
Sunners, pernah dengar alat musik bernama Talempong Unggan? Talempong Unggan adalah alunan musik sakral khas Minangkabau dari Nagari Unggan, Sumpur Kudus, Tanah Datar, Sumatera Barat, yang hanya dibunyikan di rumah gadang untuk acara adat seperti pernikahan, khitanan, atau penghormatan pemimpin adat yang meninggal dengan izin pemuka adat. Yuk, simak penjelasannya!
Talempong Unggan berasal dari Pariangan, dibawa oleh Datuk Rajo Indo Puto dan Datuk Panduko Alam ke Nagari Unggan. Evolusinya dari talempong batu atau kayu kuno menjadi talempong logam kuningan modern mencerminkan adaptasi budaya Minang. Tradisi ini tetap hidup sebagai identitas masyarakat Unggan yang sarat filosofi adat dan kearifan lokal.

Susunan alat musik ini mencakup enam talempong (gong kecil), gendang, dan aguang, sehingga dapat menghasilkan nada pentatonik. Dalam tradisi, alat musik ini biasanya dimainkan oleh para perempuan yang duduk bersila di rumah gadang. Talempong berbentuk gong datar disusun rapi, sementara gendang dan aguang digunakan untuk menambah ritme.
Talempong Unggan biasanya hanya dimainkan untuk acara adat dengan ritual pemotongan hewan kurban dan pembersihan jeruk nipis untuk kesucian. Secara adat, hanya perempuan yang boleh memainkannya. Talempong Unggan melambangkan keharmonisan, gotong royong, dan kebersamaan masyarakat Minang. Alat musik ini juga menyiratkan kemandirian dan keberanian perempuan Minang, yaitu bukan hanya penjaga rumah gadang tetapi juga penjaga kelestarian adat.
Saat ini alat musik Talempong Unggan terancam punah akibat minat masyarakat rendah dan kesenjangan generasi. Beberapa upaya pelestarian yang dapat dilakukan, yaitu melakukan pengajaran di sekolah, sanggar seni, dan integrasi wisata budaya. Mari kita lestarikan berbagai musik tradisional yang ada agar budaya kita tetap terjaga.
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.
