Majalah Sunday

Ramah ke Orang Lain, Marah ke Orang Tua. Wajar Gak Sih?

Penulis: Daneen Kalea Alesha Waas – President University

Sunners, pernah gak sih, merasa ketika berinteraksi dengan orang lain, rasanya lebih mudah untuk bersikap ramah? Baik itu teman sekolah, teman kuliah, guru, dosen, atau orang baru. Kalau ketemu mereka, nada suara kita lebih sopan atau ceria.

Tapi giliran sama orang tua? Boro-boro ramah, perkara makan atau tugas bisa bikin satu rumah meledak karena tersulut emosi. Tapi kenapa bisa begitu ya?

Ternyata, ada beberapa faktor psikologis yang dapat membuat kita bersikap seperti itu, lho. Yuk kita simak bareng-bareng!

1. Tempat Yang Nyaman = Kebebasan Ekspresi

Menurut psikolog Dra. Yuli Suliswidiawati, M.Psi., seorang individu akan mampu mengekspresikan diri apa adanya di tempat yang paling nyaman. Baik pikiran atau perasaan. Sedangkan ketika ditempatkan di lingkungan baru, kita biasanya akan lebih membatasi apa yang bisa kita ucapkan atau lakukan.

2. Stres Yang Menumpuk

Dilansir dari Kompas.com, psikolog Adityana Kasandra Putranto berkata bahwa manusia cenderung menahan emosi atau memendam stres di tempat kerja, di sekolah, atau kuliah. Ketika akhirnya sampai di rumah, beban yang menumpuk tadi baru bisa dilepaskan di depan orang tua atau keluarga.

Seperti yang sudah dijelaskan di poin pertama, biasanya keluarga adalah tempat paling aman untuk mengekspresikan emosi dan setiap anggota akan diterima tanpa syarat meskipun sedang dalam kondisi emosional.

Kita seringkali mudah bersikap ramah kepada orang lain, tapi mudah marah ke orang tua.
Kita lebih mudah mengekspresikan diri apa adanya di lingkungan yang sudah pasti menerima kita, seperti keluarga dan orang tua.

3. Pola Asuh Sejak Kecil

Pola asuh orang tua kepada kita saat masih kecil bisa berpengaruh terhadap sikap kita kepada orang tua seiring kita tumbuh menjadi remaja dan dewasa.

Misalnya, dulu kita sering melihat keluarga atau orang tua kita marah-marah secara terang-terangan. Jadi secara gak langsung, kita merasa bahwa sikap itu merupakan hal yang wajar di keluarga, dan pola tersebut bisa terbawa hingga kita dewasa.

Terus, Gimana Supaya Kita Gak Marah-Marah Sama Orang Tua Melulu?

Kita tetap bisa kok pelan-pelan mengubah cara kita bersikap di depan orang tua dan keluarga tersayang, terutama jika kita atau mereka sedang dalam kondisi mood yang gak baik.

Misalnya, kalau orang tua sedang keliatan bete, tahan dulu keinginan untuk melakukan hal-hal yang dapat memicu emosi. Seperti mengganggu pekerjaan mereka atau terlalu berisik saat bermain dengan kakak adik. Coba tanyakan baik-baik tentang apa yang mereka rasakan, atau menawarkan diri untuk melakukan kegiatan yang mereka suka. Misalnya, beli makanan favorit atau bersihin rumah sama-sama.

Kalau kita yang lagi tersulut emosi? Coba tarik nafas pelan-pelan, lalu hembuskan. Ulang sampai tubuh kita terasa lebih rileks dan sedikit lebih tenang.

Kita juga bisa tetapkan boundaries secara baik-baik kalau lagi gak mau diganggu, misalnya bilang “Bu, Yah, aku lagi capek. Aku di kamar sebentar ya, aku lagi mau sendiri dulu. Nanti kalau udah mendingan aku ngumpul sama Ibu dan Ayah. Boleh, kan?”

Lalu, setelah kita merasa lebih tenang, baru deh, coba ungkapkan perasaan kita, apa yang tadi dijalani di sekolah atau kampus kepada orang tua. Rasanya pasti lega kan, dibanding langsung marah-marah di depan mereka?

Kita tetap bisa mengubah cara kita berbicara tanpa perlu marah ke orang tua.
Kita bisa mulai dari menenangkan diri terlebih dulu sebelum membicarakan apa yang kita rasakan secara baik-baik kepada orang tua.

Merasa sedih, kesal, atau stres itu hal yang wajar kok. Apalagi jika ingin melepaskannya dengan orang-orang terdekat seperti orang tua yang tulus menyayangi kita.

Nah, pilihannya ada di tangan kita, membiarkan emosi menguasai cara kita bersikap kepada orang tua, atau mencoba untuk lebih bijak mengontrol emosi agar hubungan dengan orang tua tetap harmonis. Tetap semangat, Sunners!

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 5