Penulis: Ayu Anjani – Universitas Pendidikan Indonesia
Sedekah menjadi pembuka pintu surga yang tinggi,
Menyapa jiwa yang haus akan ridha Ilahi.
Di bulan Ramadhan amal takkan pernah rugi,
Membasuh dosa dengan ketulusan yang murni.
Berbagi menjadi awal langkah yang penuh dengan arti,
Menyapu debu sombong di dalam rongga dada.
Ramadhan datang membawa pesan yang sangat suci,
Memberi kasih sayang kepada mereka yang menderita.
Infaq mengalir laksana air di padang gersang,
Memberi sejuk bagi mereka yang sedang dahaga.
Harta yang kau bagi takkan membuatmu kurang,
Justru menjadi bekal menuju pintu surga.
Derma bukan tentang seberapa besar jumlahnya,
Namun tentang cinta yang tulus dari dalam dada.
Malaikat mencatat setiap butir kebaikannya,
Menghapus lara bagi jiwa yang sedang melara.
Ketulusan adalah bukti nyata iman di dalam kalbu,
Menolong sesama tanpa mengharap puji manusia.
Di saat fajar menyingsing di balik awan kelabu,
Doa-doa melangit menghapus segala rasa sia-sia.
Kedermawanan di waktu sempit maupun waktu yang lapang,
Menjadi naungan saat matahari terasa membakar.
Jalan menuju keberkahan kini terbuka terang,
Membuat pohon pahala tumbuh dengan akar kekar.
Memberi adalah obat bagi jiwa yang sering cemas,
Melepas jerat dunia yang menjebak nafsu buta.
Jangan biarkan hati keras bagaikan besi lemas,
Ulurkan tanganmu untuk menghapus air mata.
Kasihmu takkan pernah membuat dompetmu kosong,
Hal itu dapat mengundang berkah yang mengalir tanpa henti.
Jauhkan diri dari sifat angkuh dan juga sombong,
Karena harta di dunia takkan bisa dibawa mati.
Amalan baik yang terus mengalir tiada henti,
Menjadi teman setia di alam kubur yang sunyi.
Mari berbagi sebelum ajal datang menjemput mati,
Agar hidup berkah dan batin selalu bernyanyi.

puisi tentang sedekah ini mengingatkan bahwa memberi bukan sekadar soal harta, melainkan tentang keikhlasan hati dan kepedulian terhadap sesama. Melalui sedekah, manusia belajar bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya datang dari apa yang dimiliki, tetapi juga dari apa yang dibagikan. Kebaikan sekecil apa pun dapat menjadi cahaya bagi orang lain sekaligus menjadi jalan keberkahan bagi diri sendiri. Oleh karena itu, sedekah mengajarkan bahwa tangan yang memberi dengan tulus akan selalu menemukan makna kemanusiaan dan kedamaian yang lebih dalam.
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.