Majalah Sunday

Benarkah Manusia Pernah Mendarat di Bulan? Menelusuri Jejak Konspirasi

Penulis: Raisha Putri Ramdhani – Universitas Negeri Jakarta

Astronaut Amerika Serikat, Neil Armstrong diklaim menjadi orang pertama yang berhasil menginjakkan kaki di Bulan pada 20 Juli 1969 melalui misi Apollo 11. Peristiwa ini membawa misi dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan perdamaian dunia. Bukti foto Neil Armstrong mendarat di Bulan pun tersebar luas, tetapi tidak semua orang percaya bahwa peristiwa ini benar-benar terjadi. Banyak dari mereka yang meragukan keaslian foto tersebut. Hal ini melahirkan teori konspirasi apakah benar bahwa manusia benar-benar bisa mendarat di Bulan atau ini hanyalah sebuah rekayasa belaka?

Misi Amerika Serikat dalam Program Apollo

Neil Armstrong merupakan orang pertama yang mendarat di Bulan, 20 menit kemudian, disusul oleh rekannya, Buzz Aldrin. Pendaratan mereka melewati cerita panjang dalam proyek Amerika Serikat. Pada pertengahan 1945, Jerman Nazi menyerah kepada sekutu yang dipimpin oleh Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Soviet. Salah satu yang menyerah adalah Wernher von Braun, seorang insinyur roket V2 milik Jerman. Ia dibawa militer Amerika untuk dipekerjakan dalam pengembangan teknologi militer angkatan bersenjata Amerika. Sejak awal, Braun sudah memiliki ambisi untuk menerbangkan manusia ke luar angkasa, bahkan ia sudah mempresentasikan idenya tentang pendaratan manusia di Bulan, tetapi sayangnya saat itu pemerintah Amerika belum tertarik.

Apollo 11 (historylink.org)

Pada akhirnya, 4 Oktober 1957, Uni Soviet meluncurkan satelit pertama ke orbit bumi bernama Sputnik I. Fenomena itu membuat Amerika Serikat mendirikan National Aeronautics and Space Administration (NASA) pada 1958 untuk riset luar angkasa. Tiga tahun setelahnya, Amerika Serikat membuat program Apollo untuk mengirim manusia ke Bulan. Akhirnya, program itu berhasil membawa Neil Armstrong dan Buzz Aldrin mendarat di Bulan pada 20 Juli 1969, didampingi oleh Michael Collins yang berperan dalam mengoperasikan modul Apollo 11 mengelilingi orbit bulan saat Neil Armstrong dan Buzz Aldrin menginjakkan kaki di sana. 

Konspirasi Pendaratan di Bulan

Sayangnya, banyak orang yang masih skeptis terhadap pendaratan di Bulan, mereka berpendapat bahwa fenomena tersebut hanya rekayasa belaka yang didukung dengan beberapa alasan.

1. Bendera AS Berkibar

Dalam sebuah foto yang beredar, terlihat sebuah bendera Amerika Serikat yang dikibarkan dan membentuk gelombang seperti terkena angin. Padahal, Bulan hampir tidak memiliki atmosfer sehingga tidak cukup udara untuk membentuk angin. Oleh karena itu, banyak orang mempertanyakan gelombang dalam bendera tersebut yang berkibar seperti diterpa angin. 

Bendera AS berkibar di Bulan (nationalgeographic.grid.id)

Sejarawan penerbangan antariksa, Roger Launius pun mencoba menjelaskan fenomena tersebut. Foto yang terlihat bendera berkibar tersebut dikarenakan adanya inersia pada bendera setelah ditancapkan di permukaan Bulan. Selain itu, Neil Armstrong dan Buzz Aldrin memasang pipa horizontal di atas tiang yang membentuk huruf L kebalik sehingga bendera tertahan oleh pipa dan berkerut yang memberikan efek berkibar. 

2. Langit Tanpa Bintang

Konspirasi kedua yaitu tidak adanya bintang-bintang yang terlihat sama sekali di langit. Padahal, seharusnya langit Bulan dipenuhi bintang, bahkan jumlahnya lebih banyak dan lebih jelas.

Langit tampak gelap dan tanpa bintang (bbc.com)

Hal ini kembali dijelaskan bahwa para astronaut mengambil gambar dengan eksposur cepat sehingga kamera akan membatasi jumlah cahaya. Cahaya latar tidak terlihat karena permukaan Bulan sudah terang. Itu sebabnya mengapa bintang-bintang tidak tertangkap di kamera.

3. Jejak Kaki Buzz Aldrin

Konspirasi ketiga adalah bahwa banyak orang tidak percaya adanya jejak sepatu Aldrin yang tampak sangat jelas dan berbekas. Mereka menganggap bahwa kurangnya kelembapan di Bulan tidak mungkin dapat mencetak jejak dengan begitu jelasnya, kecuali jika permukaannya terbuat dari pasir basah.   

Jejak kaki Buzz Aldrin (nationalgeographic.grid.id)

Lagi-lagi konspirasi ini  dijelaskan oleh profesor di Arizona State University, Mark Robinson bahwa tanah Bulan tertutup oleh lapisan batu dan debu. Tekstur lapisan sangat halus, seperti serbuk tanah, bahkan abu vulkanis sehingga tanah di Bulan dapat mencetak jejak sepatu dengan begitu jelas, bahkan jejak tersebut dapat tetap berada di Bulan selama jutaan tahun karena tidak adanya angin di Bulan. 

*****

Lebih dari setengah abad peristiwa pendaratan di Bulan sudah berlalu, tetapi kebenaran peristiwa itu masih dipertanyakan hingga kini. Padahal, berbagai foto Neil Armstrong dan Buzz Aldrin saat mendarat di Bulan tersebar secara publik, bahkan juga sudah ada penjelasan ilmiah yang mengartikan bahwa peristiwa itu benar-benar nyata adanya, tetapi justru hal itu memunculkan berbagai keraguan publik. Spekulasi-spekulasi itu membuktikan bahwa ilmu pengetahuan, media, dan kepercayaan publik akan terus beriringan. Kalau kamu percaya bahwa manusia benar-benar pernah mendarat di Bulan atau justru kamu sependapat dengan ketiga konspirasi di atas?

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 104