Penulis: Lois Costantine Daneswara – Universitas Kristen Indonesia
Bayangkan kamu memilih jurusan kuliah karena namanya terdengar keren atau karena jurusan tersebut sedang ramai dibicarakan di media sosial. Kamu sudah membayangkan kehidupan kuliah yang seru dan masa depan yang menjanjikan. Namun, setelah perkuliahan dimulai, ternyata mata kuliah yang dipelajari jauh berbeda dari ekspektasimu. Rasanya seperti membeli tiket konser, tetapi ternyata salah masuk venue!
Situasi seperti ini menjadi pengingat bahwa memilih jurusan kuliah membutuhkan lebih dari sekadar nama yang menarik. Kamu perlu memahami apa yang akan dipelajari, keterampilan yang akan dikembangkan, dan bagaimana jurusan tersebut sesuai dengan minat serta tujuanmu.
Menurut Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD, 2025), perencanaan karier pada remaja masih menghadapi tantangan, termasuk ketidakpastian mengenai pilihan pekerjaan dan pendidikan di masa depan. Karena itu, mengenali pilihan pendidikan dan memahami dunia kerja menjadi bagian penting dalam mempersiapkan masa depan.
Nah, sebelum menentukan jurusan kuliah incaranmu, ada empat hal yang perlu kamu periksa supaya keputusanmu tidak hanya didasarkan pada tren atau ekspektasi!
Nama jurusan memang bisa memberikan gambaran tentang bidang ilmu yang dipelajari. Namun, nama saja belum cukup untuk menjelaskan keseluruhan pengalaman akademik yang akan kamu jalani.
Misalnya, kamu tertarik pada jurusan Ilmu Komunikasi karena suka membuat konten, berbicara di depan kamera, atau aktif di media sosial. Akan tetapi, kamu juga perlu mencari tahu apakah program studi yang kamu incar menawarkan mata kuliah seperti teori komunikasi, metode penelitian, komunikasi organisasi, atau kajian media.
Begitu pula jika kamu tertarik pada jurusan Psikologi karena ingin memahami perilaku manusia. Kamu perlu memeriksa kurikulumnya untuk mengetahui materi yang akan dipelajari, termasuk kemungkinan adanya statistik dan metode penelitian.
Contoh tersebut bukan berarti semua universitas memiliki kurikulum yang sama. Setiap perguruan tinggi dapat memiliki susunan mata kuliah dan penekanan pembelajaran yang berbeda.
Lalu, bagaimana cara mengeceknya?
Kamu bisa mengunjungi situs resmi universitas yang dituju, membuka halaman program studi, kemudian mencari informasi tentang kurikulum dan capaian pembelajaran lulusan. Panduan penyusunan kurikulum pendidikan tinggi yang diterbitkan pemerintah juga menjelaskan hubungan antara profil lulusan, kemampuan yang perlu dikuasai, dan rancangan pembelajaran di program studi.
Dengan memeriksa kurikulum, kamu bisa mendapatkan gambaran yang lebih konkret tentang apa yang akan dipelajari selama kuliah.
Ingat, jangan memilih jurusan hanya karena namanya terdengar keren. Pastikan kamu juga tertarik dengan isi pembelajarannya!

Sudah menemukan kurikulum jurusan incaranmu? Jangan berhenti sampai di situ! Coba periksa daftar mata kuliah dari semester awal hingga semester akhir.
Mengapa hal ini penting?
Karena ketertarikan terhadap suatu bidang belum tentu berarti kamu sudah memahami aktivitas akademik yang menyertainya. Kamu mungkin menyukai hasil akhir suatu pekerjaan, tetapi belum mengetahui proses belajar yang diperlukan untuk mencapainya.
Contohnya, kamu ingin masuk Desain Komunikasi Visual (DKV) karena suka menggambar dan membuat desain. Sebelum mendaftar, cari tahu juga apakah program studi tersebut mempelajari tipografi, prinsip desain, komunikasi visual, pengembangan konsep, atau mata kuliah lain yang tercantum dalam kurikulumnya.
Jika kamu tertarik pada Teknik Informatika karena ingin membuat aplikasi, periksa pula materi seperti pemrograman, algoritma, dan matematika yang mungkin menjadi bagian dari kurikulum program studi pilihanmu.
Setelah menemukan daftar mata kuliah, lakukan tiga langkah sederhana:
Kamu tidak harus langsung menyukai seluruh mata kuliah yang tersedia. Namun, memahami gambaran pembelajaran sejak awal bisa membantumu mempertimbangkan apakah jurusan tersebut sesuai dengan harapanmu.
Jangan sampai kamu memilih jurusan karena membayangkan kehidupan kuliahnya menyenangkan, tetapi belum mencari tahu apa yang sebenarnya akan kamu pelajari!

Selain mempertimbangkan materi kuliah, kamu mungkin juga memikirkan pekerjaan setelah lulus. Apalagi, media sosial sering menampilkan profesi tertentu sebagai pekerjaan impian dengan penghasilan yang menjanjikan.
Namun, jangan langsung memilih jurusan hanya karena mendengar bahwa lulusannya mudah mendapatkan pekerjaan atau memiliki gaji tinggi. Peluang karier dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti kompetensi, pengalaman, kebutuhan industri, dan kondisi pasar kerja.
OECD (2025) menyoroti pentingnya membantu remaja memahami hubungan antara aspirasi karier dan dunia kerja yang sebenarnya. Artinya, membayangkan pekerjaan impian saja belum cukup. Kamu juga perlu mencari tahu apa yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut.
Supaya lebih terarah, coba cari jawaban atas tiga pertanyaan berikut.
Pertama, lulusan jurusan ini bisa bekerja di bidang apa? Cari informasi tentang profil lulusan program studi melalui situs resmi universitas. Perhatikan bahwa satu jurusan bisa membuka peluang ke berbagai bidang pekerjaan, bergantung pada kompetensi dan pengalaman yang dimiliki lulusannya.
Kedua, keterampilan apa yang perlu dikembangkan? Setiap pekerjaan memiliki kebutuhan kompetensi yang berbeda. Jika kamu tertarik pada bidang desain, misalnya, kamu mungkin perlu mengembangkan kemampuan visual, kreativitas, komunikasi, dan penguasaan perangkat desain. Sementara itu, pekerjaan yang berhubungan dengan analisis data mungkin membutuhkan kemampuan statistik, pemecahan masalah, dan pengolahan data.
Ketiga, apakah proses belajar di jurusan tersebut mendukung tujuanmu? Periksa hubungan antara mata kuliah, kompetensi lulusan, dan bidang pekerjaan yang kamu minati. Informasi ini dapat membantu kamu menilai apakah program studi tersebut menyediakan landasan pembelajaran yang relevan dengan tujuan kariermu.
Kamu bisa membandingkan informasi dari situs universitas, profil pekerjaan, dan sumber resmi mengenai dunia kerja.
Perlu diingat, memilih jurusan bukan berarti kamu harus sudah menentukan satu pekerjaan untuk seumur hidup. Tujuannya adalah mendapatkan gambaran yang lebih realistis tentang pilihan pendidikan dan kemungkinan arah karier setelah lulus.
Jangan hanya bertanya, “Lulusan jurusan ini bisa kerja apa?” Coba tanyakan juga, “Apakah aku tertarik mempelajari keterampilan yang dibutuhkan untuk menekuni bidang tersebut?”

Setelah memahami kurikulum, mata kuliah, dan prospek kerja, sekarang waktunya mengenali dirimu sendiri.
Dalam penelitian tentang pemilihan jurusan kuliah, Porter dan Umbach (2006) menggunakan teori karier Holland untuk mengkaji hubungan antara karakteristik individu dan lingkungan akademik dalam pilihan jurusan. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa kecocokan antara individu dan lingkungan akademik merupakan salah satu aspek yang relevan untuk memahami pilihan bidang studi.
Artinya, kamu perlu mempertimbangkan bukan hanya bagaimana suatu jurusan terlihat dari luar, tetapi juga apakah karakteristik pembelajarannya sesuai dengan minat dan kecenderunganmu.
Coba tanyakan beberapa hal berikut kepada dirimu:
Namun, jangan salah memahami konsep kecocokan diri. Memilih jurusan yang sesuai dengan minat bukan berarti kamu harus sudah menguasai semua materi sebelum kuliah. Kamu tetap bisa mengembangkan kemampuan melalui proses belajar.
Kamu juga tidak harus langsung menemukan satu jurusan yang terasa sempurna. Jika masih memiliki beberapa pilihan, bandingkan kurikulumnya, cari tahu pengalaman mahasiswa, dan pertimbangkan kelebihan serta tantangan masing-masing.

Memilih jurusan kuliah membutuhkan lebih dari sekadar nama yang menarik, popularitas di media sosial, atau prospek kerja yang menjanjikan. Kamu perlu memahami kurikulum, mata kuliah, kompetensi lulusan, serta kecocokan jurusan dengan minat dan kemampuanmu.
Kabar baiknya, kamu tidak perlu menunggu sampai menjadi mahasiswa untuk mulai mencari tahu. Informasi mengenai program studi dapat kamu telusuri melalui situs resmi perguruan tinggi, sedangkan informasi penerimaan mahasiswa baru bisa diperiksa melalui portal resmi SNPMB.
Dengan melakukan riset sejak awal, kamu dapat membandingkan pilihan secara lebih objektif dan mengurangi risiko mengambil keputusan berdasarkan ekspektasi yang kurang tepat.
Jadi, jangan terburu-buru memilih jurusan hanya karena sedang populer atau terlihat menjanjikan. Luangkan waktu untuk memahami apa yang akan kamu pelajari dan bagaimana pilihan tersebut sesuai dengan tujuanmu.
Sunners, udah punya jurusan incaran? Coba tulis tiga mata kuliah yang akan kamu pelajari di jurusan tersebut. Kalau belum tahu, sekarang waktunya mulai riset!
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.