Majalah Sunday

Yuk, Kenalan dengan Orientasi Seksual: Ternyata Ada Beragam Jenisnya

Meutia Amalia Putri – UIN Jakarta

Di era media sosial, remaja semakin mudah menemukan berbagai istilah tentang orientasi seksual. Namun, kurangnya pemahaman sering membuat topik ini dipenuhi stigma, ejekan, atau kesalahpahaman. Padahal, mengenal orientasi seksual sebagai pengetahuan dasar penting agar remaja tidak mudah menghakimi dan dapat bersikap lebih bijak dalam pergaulan. Artikel ini bakal ngajak kamu kenalan dengan orientasi seksual secara santai dan tanpa stigma.

Apa Itu Orientasi Seksual?

Orientasi seksual adalah ketertarikan emosional, romantis, atau seksual seseorang terhadap orang lain. Ketertarikan ini menjelaskan kepada siapa seseorang merasa tertarik, bukan apa yang dilakukan seseorang dalam hidupnya.

Orientasi seksual tidak sama dengan perilaku seksual. Seseorang bisa memiliki orientasi tertentu tanpa pernah melakukan aktivitas seksual apa pun. Dengan kata lain, orientasi seksual berkaitan dengan perasaan dan ketertarikan, bukan tindakan.

Jenis-Jenis Orientasi Seksual

1. Heteroseksual

Heteroseksual adalah orientasi seksual ketika seseorang merasakan ketertarikan emosional, romantis, atau seksual kepada lawan jenis. Ini merupakan orientasi seksual yang paling sering dianggap “normal” dalam masyarakat, sehingga kerap dijadikan standar tunggal. Padahal, heteroseksual hanyalah salah satu dari berbagai orientasi seksual yang ada.

2. Homoseksual

Homoseksual adalah orientasi seksual ketika seseorang tertarik pada sesama jenis. Istilah ini mencakup: Gay, yang umumnya digunakan untuk laki-laki yang tertarik pada laki-laki dan Lesbian digunakan untuk perempuan yang tertarik pada perempuan.

3. Biseksual

Biseksual adalah orientasi seksual ketika seseorang dapat merasakan ketertarikan kepada lebih dari satu jenis kelamin. Ketertarikan ini tidak harus sama besar atau muncul pada waktu yang bersamaan. 

4. Panseksual

Panseksual adalah orientasi seksual ketika seseorang tertarik pada individu tanpa memandang jenis kelamin atau identitas gendernya. Fokus ketertarikan berada pada pribadi seseorang, bukan pada kategorisasi gender. Istilah ini relatif baru dikenal di ruang publik dan sering disamakan dengan biseksual, meskipun keduanya memiliki penekanan yang berbeda.

5. Aseksual

Aseksual adalah orientasi seksual ketika seseorang tidak atau sangat jarang merasakan ketertarikan seksual. Namun, individu aseksual tetap dapat merasakan ketertarikan emosional atau romantis. Aseksualitas bukan berarti “tidak normal” atau “belum menemukan orang yang tepat”, melainkan salah satu variasi orientasi seksual.

Kenapa Remaja Perlu Tahu?

Masa remaja adalah fase ketika seseorang mulai mengenal tubuh, perasaan, dan relasi dengan orang lain. Tanpa informasi yang benar, remaja sering kali memahami seksualitas dari sumber yang keliru, seperti mitos  atau tekanan lingkungan. Pengetahuan yang tepat membantu remaja memahami diri sendiri tanpa rasa takut atau malu.

Dengan mengetahui konsep orientasi seksual, remaja memiliki bahasa untuk mengenali perasaan mereka, sehingga tidak langsung menyimpulkan bahwa dirinya “aneh” atau “salah”. 

Kesalahpahaman yang Sering Terjadi

Banyak remaja masih mengira orientasi seksual adalah pilihan atau hasil pengaruh lingkungan, padahal orientasi seksual bukan sesuatu yang bisa dipilih seenaknya. Ada juga anggapan bahwa membicarakan topik ini bisa “mempengaruhi” seseorang, padahal justru pengetahuan yang benar membantu remaja memahami diri tanpa rasa takut atau malu.   

Selain itu, remaja yang sedang mempertanyakan perasaannya kerap dianggap bingung atau mencari perhatian, meskipun hal tersebut adalah bagian wajar dari proses tumbuh dan mengenal diri. Kesalahpahaman ini bisa memicu stigma dan perundungan, sehingga penting bagi remaja mendapatkan informasi yang tepat dan aman.

Sikap Bijak yang Perlu Dijaga Remaja

Dalam memahami orientasi seksual, remaja perlu menjaga sikap yang bijak dan saling menghormati. Setiap orang memiliki proses mengenal dirinya masing-masing, sehingga tidak semua hal bisa disamakan atau dipaksakan. Penting bagi remaja untuk tidak mudah menghakimi, mengejek, atau menyebarkan asumsi tentang orang lain, karena hal tersebut dapat melukai dan menciptakan rasa tidak aman.

Kesimpulan

Mengenal orientasi seksual bukan berarti membenarkan atau mengajak, melainkan memahami agar tidak terjebak pada prasangka dan informasi keliru. Dengan pemahaman yang tepat, remaja diharapkan dapat menjaga sikap saling menghormati, menghindari perundungan, dan menciptakan lingkungan yang aman serta sehat. Edukasi yang seimbang menjadi langkah awal untuk menumbuhkan empati dan kedewasaan dalam berinteraksi.

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 24