Majalah Sunday

Voyeurisme: Perilaku Seksual Menyimpang yang Perlu Diwaspadai Remaja

Meutia Amalia Putri – UIN Jakarta

Pernah dengar istilah voyeurisme? Di tengah maraknya media sosial dan kamera di mana-mana, perilaku mengintip atau merekam orang lain tanpa izin makin sering terjadi. Banyak yang menganggapnya sekadar iseng atau candaan, padahal voyeurisme termasuk perilaku seksual menyimpang yang melanggar privasi dan bisa berdampak serius. Remaja perlu memahami hal ini agar tidak menjadi pelaku, sekaligus tahu cara melindungi diri sebagai korban.

Apa Itu Voyeurisme?

Voyeurisme adalah perilaku seksual menyimpang di mana seseorang mendapatkan kepuasan dengan mengintip, mengamati, atau merekam orang lain saat mereka sedang telanjang, berganti pakaian, mandi, atau melakukan aktivitas intim tanpa sepengetahuan dan izin korban.

Perilaku ini melanggar privasi dan bisa membuat korban merasa takut, malu, serta tidak aman. Tindakan ini bukan sekadar iseng atau candaan, tetapi sudah termasuk bentuk pelecehan seksual dan dapat berujung pada konsekuensi hukum.

Contoh Voyeurisme di Kehidupan Sehari-hari dan Dunia Digital

Voyeurisme bisa terjadi di sekitar kita, baik secara langsung maupun lewat dunia digital, dan sering kali tidak disadari oleh korban. Di kehidupan sehari-hari, contohnya seperti seseorang mengintip orang lain saat mandi atau berganti pakaian, memasang kamera tersembunyi di toilet umum, ruang ganti, atau kos, hingga mengambil foto atau video diam-diam di tempat umum.

Di dunia digital, perilaku seksual menyimpang ini juga marak terjadi, misalnya dengan menyebarkan rekaman pribadi tanpa izin, meretas akun atau kamera, mengintip lewat video call, atau menyimpan dan membagikan konten intim orang lain secara sembunyi-sembunyi. Semua tindakan ini sama-sama berbahaya karena melanggar privasi dan bisa berdampak serius pada korban, baik secara mental maupun sosial.

Kenali voyeurisme, perilaku seksual menyimpang yang berbahaya bagi remaja, serta cara melindungi diri dan mengambil tindakan yang tepat.

Mengapa Voyeurisme Berbahaya?

Voyeurisme berbahaya karena melanggar privasi dan hak tubuh seseorang tanpa persetujuan. Korban bisa merasa malu, takut, dan tidak aman, bahkan mengalami trauma psikologis jangka panjang. Selain itu, rekaman atau foto yang diambil diam-diam berisiko disebarkan, sehingga merusak reputasi dan kehidupan sosial korban. Bagi remaja, voyeurisme juga berbahaya karena bisa menormalisasi perilaku seksual menyimpang dan berujung pada masalah hukum yang serius.

Dampak Voyeurisme bagi Remaja

Voyeurisme dapat berdampak serius bagi remaja, baik sebagai korban maupun pelaku. Korban bisa mengalami rasa malu, takut, cemas, hingga trauma psikologis yang membuat mereka kehilangan rasa aman dan kepercayaan diri. Dampak sosialnya juga besar, seperti stigma, perundungan, dan terganggunya hubungan pertemanan. Sementara bagi remaja perilaku ini  dapat menjerumuskan pada kebiasaan seksual menyimpang, merusak empati, serta berisiko menghadapi sanksi hukum yang dapat memengaruhi masa depan mereka.

Cara Remaja Melindungi Diri

Remaja bisa melindungi diri dari voyeurisme dengan menjaga privasi, seperti mengunci kamar mandi atau ruang ganti, berhati-hati saat menggunakan kamera dan media sosial, serta tidak sembarang membagikan foto atau video pribadi. Penting juga untuk berani berkata tidak dan segera menjauh jika merasa tidak aman. Jika mengalami atau melihat tindakan voyeurisme, simpan bukti dan laporkan kepada orang dewasa tepercaya, guru, atau pihak berwenang. Dukungan dan komunikasi terbuka adalah kunci agar remaja tetap aman dan merasa terlindungi.

Kenali voyeurisme, perilaku seksual menyimpang yang berbahaya bagi remaja, serta cara melindungi diri dan mengambil tindakan yang tepat.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Menjadi Korban?

Jika kamu menjadi korban voyeurisme, hal terpenting adalah memastikan keselamatan diri. Segera menjauh dari pelaku dan cari tempat yang aman. Jika memungkinkan, simpan bukti seperti foto, video, atau tangkapan layar tanpa menyebarkannya. Ceritakan kejadian tersebut kepada orang dewasa tepercaya, seperti orang tua, guru, atau konselor. Jangan menyalahkan diri sendiri—tindakan itu sepenuhnya salah pelaku. Jika kejadian berlanjut atau menimbulkan ancaman, segera laporkan ke pihak berwenang agar kamu mendapatkan perlindungan yang tepat.

Voyeurisme bukan hal yang bisa ditoleransi, apa pun alasannya. Menghormati privasi orang lain adalah bentuk dasar dari sikap saling menghargai. Jika kamu melihat atau mengalami tindakan voyeurisme, jangan ragu untuk bicara dan mencari bantuan. Yuk, jadi remaja yang bijak, berani jaga batas, dan ikut menciptakan ruang yang aman untuk semua.

 

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 6