Penulis: Nasywa Almira Febrianti – Universitas Islam Negeri Jakarta
Pernah ngga kamu ngerasa uang jajan baru aja diterima, tapi tiba-tiba udah habis tanpa kamu sadar ke mana perginya? Rasanya kayak belum ngapa-ngapain, tapi dompet sudah kosong duluan. Kalau kamu pernah ngerasain hal ini, tenang, kamu nggak sendirian. Banyak pelajar mengalami hal yang sama, apalagi di tengah gaya hidup remaja sekarang yang makin beragam. Jajan kecil setiap hari, nongkrong bareng teman, beli minuman kekinian, atau sekadar ikut tren yang lagi ramai sering dianggap hal biasa. Padahal, tanpa disadari, kebiasaan-kebiasaan kecil inilah yang bikin pengeluaran jadi sulit dikontrol dan uang jajan terasa cepat habis.

Uang jajan sering kali habis bukan karena satu pengeluaran besar, melainkan karena banyak pengeluaran kecil yang dilakukan secara terus-menerus. Dalam satu hari, pelajar bisa mengeluarkan uang beberapa kali tanpa benar-benar memikirkannya, seperti membeli jajanan, minuman, atau ikut patungan bersama teman. Pengaruh lingkungan juga sangat kuat, karena ajakan teman sering membuat pelajar merasa tidak enak jika harus menolak. Selain itu, kebiasaan membeli sesuatu karena keinginan, bukan kebutuhan, membuat uang keluar tanpa perencanaan yang jelas. Kurangnya perhatian terhadap pengeluaran sehari-hari juga menjadi alasan utama mengapa uang jajan terasa cepat habis tanpa disadari.
Saving sejak menjadi pelajar bukan tentang menyisihkan uang dalam jumlah besar, melainkan tentang membangun kebiasaan yang baik. Dengan mulai menabung, pelajar belajar mengatur prioritas dan mempertimbangkan setiap keputusan sebelum mengeluarkan uang. Kebiasaan ini membantu membentuk rasa tanggung jawab terhadap uang yang dimiliki dan melatih kemandirian sejak dini. Selain itu, saving memberikan rasa aman dan tenang karena pelajar memiliki cadangan uang dan tidak selalu bergantung pada orang tua ketika membutuhkan sesuatu. Kebiasaan ini juga menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan keuangan di masa depan.
Saving untuk pelajar dapat dimulai dengan langkah-langkah sederhana yang mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menyisihkan uang di awal saat menerima uang jajan menjadi langkah awal yang efektif dibandingkan menunggu sisa di akhir. Menentukan tujuan saving yang realistis juga membuat pelajar lebih termotivasi untuk menabung secara konsisten. Selain itu, menyadari pengeluaran kecil yang sering tidak terasa dapat membantu mengurangi kebocoran uang. Setiap pelajar dapat memilih cara saving yang paling nyaman, baik menggunakan celengan, sistem amplop, maupun e wallet. Yang terpenting, saving tidak berarti menghilangkan kesenangan, melainkan belajar menyeimbangkan antara kebutuhan saat ini dan persiapan untuk masa depan.
Jadi Kesimpulannya, uang jajan yang selalu habis bukan berarti pelajar boros atau tidak bisa mengatur uang, melainkan belum sepenuhnya sadar terhadap kebiasaan finansial sehari-hari. Saving tidak harus dimulai dari jumlah besar atau cara yang rumit, tetapi dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten. Mulai hari ini, coba perhatikan kembali ke mana uang jajan kamu digunakan dan pilih satu kebiasaan sederhana yang bisa kamu ubah. Dengan mulai menyisihkan sedikit demi sedikit, kamu sedang menyiapkan versi dirimu yang lebih siap dan lebih bijak dalam menghadapi masa depan.
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.