WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Toxic Parents: Rantai Beracun dalam Hubungan Orangtua dan Anak

Sebelum membahas lebih jauh, ada baiknya untuk kita mengerti lebih dahulu apa yang dimaksud dengan toxic parents. Toxic parents adalah istilah psikologi untuk menyebut sikap orangtua yang destruktif dan kasar yang mampu memberikan dampak buruk pada psikologis anaknya. Toxic parents tidak harus ditandai dengan sikap kasar secara fisik tetapi juga bisa ditandai dengan sikap kasar secara mental.

Orangtua yang bersikap toxic kemungkinan sulit untuk diidentifikasi karena mereka bisa saja tetap menunjang biaya hidup dan memberikan yang terbaik untuk sang anak. Akan tetapi secara bersamaan, mereka bisa bersikap memaksa, mengekang, merendahkan, dan membatasi keputusan serta opini si anak. Pada beberapa kasus yang sudah parah, orangtua menunjukan sikap kasar secara fisik. Sikap-sikap tersebut yang terus menerus ditunjukan selama bertahun-tahun akan berdampak pada psikologis anak serta sebagai penentu bagaimana anak bersikap di masa depan.

 

Penyebab

Setelah mengenal apa itu toxic parents, mungkin sekarang kamu bertanya-tanya bagaimana sifat toxic itu dapat muncul di dalam diri orangtua? Berikut beberapa penyebabnya:

 

  • Masa Lalu yang Sama

 

Jika kamu menyadari bahwa selama ini orangtuamu memiliki sifat toxic, salah satu alasannya adalah ketika mereka seusiamu, mereka diperlakukan sama oleh orangtua mereka dahulu. Mimpi atau keinginan mereka yang tidak terwujud di masa lalu, akan mereka limpahkan kepada dirimu karena kamu dianggap masih memiliki banyak kesempatan.

  • Tidak Paham

Ada kemungkinan bahwa orangtuamu kurang mengerti kalau sikap mereka membuatmu tidak nyaman atau malah tertekan. Hal ini dikarenakan terlalu sering membiasakan sikap yang sebenarnya salah. Tidak pernah ada yang menegur mereka akan sikap mereka yang toxic.

 

  • Ketidaksiapan Menjadi Orangtua

 

Sebelum memutuskan menjadi orangtua, kita perlu mempersiapkan diri dimulai dari siap secara finansial, mental, sampai pengetahuan. Kita harus yakin bahwa kita sudah mampu untuk menyokong biaya hidup anak kita kelak. Selain itu, kita juga perlu memenuhi diri kita dengan pengetahuan parenting yang baik. Ilmu parenting berguna untuk memberikan gambaran tentang bagaimana seharusnya mengasuh, mendisiplinkan, membangun sikap, dan mengasah pola pikir anak.

Banyak dari orangtua yang tidak mempersiapkan hal-hal ini sebelum memutuskan untuk memiliki anak karena pola pikir yang salah mengenai pernikahan dan keluarga. Kurangnya edukasi mengenai persiapan dalam berumah tangga menyebabkan orangtua memiliki pola asuh yang salah kepada anaknya. Hal-hal tersebut bisa saja turun ke si anak kelak ketika dia sudah dewasa dan ingin berumah tangga. Jika sudah begitu, kesalahan akan terus berlanjut menjadi rantai yang tak terputus.

 

  • Martabat Sebagai Orangtua

 

Pola pikir turun temurun bahwa harus terus menghormati orang yang lebih tua terkadang menjadi salah satu alasan mengapa ada orangtua yang menjadi toxic parents. Misalnya, enggan meminta maaf ketika memiliki kesalahan kepada anak. Orangtua yang seperti ini biasanya takut bahwa anak tidak akan menghormati mereka lagi ketika mereka mengakui kesalahan mereka. Padahal kata maaf yang diungkapkan secara tulus yang keluar dari mulut orangtua dapat membentuk pola pikir anak bahwa orangtua hanya menginginkan yang terbaik untuk anak.

 

Apa yang Harus Dilakukan?

 

  • ​Memulai Komunikasi yang Baik

 

Jika orangtuamu memaksakan opini mereka padahal kamu tidak menginginkan hal tersebut, salah satu topik dalam kasus ini adalah membicarakan jurusan kuliah. Kamu bisa mencoba untuk mengomunikasikan tanpa memancing emosimu dan orangtua. Selain itu, kamu harus memiliki alasan yang jelas. Apa alasanmu memilih hal tersebut, kenapa harus hal tersebut, dan kenapa orangtua-mu harus setuju.

 

  • Sempatkan untuk Menyendiri

 

Jika menurutmu sikap orangtua terlalu keras dan melelahkan mentalmu, sempatkan dirimu untuk menyendiri. Meluangkan waktu untuk sendiri membuatmu lebih rileks, terhindar dari pikiran buruk, perasaan sedih berlebihan, dan memberikanmu energi lebih untuk menjalani aktivitas lainnya.

 

  • Maafkan Orangtuamu

 

Meskipun terasa sulit, cara ini merupakan cara yang ampuh. Dengan memaafkan orangtuamu, kamu telah menyadari bahwa sekeras apapun kamu mencoba, kamu tidak bisa mengubah sikap mereka. Dengan begitu, kamu lebih memilih untuk mendewasakan diri dan memutus “rantai toxic parents” yang dibentuk oleh orangtuamu untuk kebaikan anak-anakmu kelak.

***

Nah, Sunners, bagaimana? Sudah lebih paham kan mengenai toxic parents? Secara garis besar, komunikasi adalah kunci dari sebuah hubungan termasuk hubungan dalam keluarga. Komunikasian dengan baik apa keberatan yang kamu rasakan kepada orangtua. Lebih lanjut lagi, kamu bisa menghubungi psikolog untuk memberikanmu solusi.

 

Oleh: Amalia Mumtaz Nabila

Leave A Comment