Majalah Sunday

Tanda Kamu Jadi Korban Guilt Trip Pasangan

Penulis: Asri Jafni Sabrina  – Universitas Pancasila

Kalian pernah nggak sih merasa bersalah padahal kamu nggak salah apa-apa? Misalnya nih yaa kamu cuma mau “me time” tapi pasanganmu bilang “yaudah gapapa kok, aku sendirian aja, ditinggal kamu juga aku gapapa” atau misalnya setiap kamu menolak untuk bilang nggak bisa malah dibilang nggak sayang? Kalau iya bisa jadi nih kamu sedang mengalami guilt tripping dari pasanganmu, dimana bentuk emosional yang bikin kamu merasa bersalah supaya kamu nurut.

Apa itu Guilt Tripping?

Guilt tripping ialah suatu tindakan ketika pasanganmu membuat kamu merasa bersalah untuk mengontrol keputusan atau suatu tindakanmu, yang dimana dilakukan dengan memanipulasi perasaan ataupun bisa dengan mengungkit masa lalu, atau memposisikan diri sebagai korban.

Dimana mereka memanfaatkan emosi negative seperti rasa kasihan, kewajiban, atau rasa takut mengecewakan. Dengan mereka membuat kamu percaya bahwa kamu adalah penyebab dari masalah yang sebenarnya bukan tanggung jawabmu, sampai kamu harus merasa mengalah agar suasana tetap aman.

Perilaku ini sering terlihat halus, pelan-pelan, dan kadang bahkan dibungkus dengan kata-kata “sayang” atau “care”, sehingga banyak remaja nggak sadar kalau mereka sedang dimanipulasi. Akhirnya, kamu jadi menuruti kemauan mereka bukan karena kamu mau, tapi karena takut membuat hubungan “rusak”.

Tanda-tanda Guilt Tripping

Ngerasa sering disalahin padahal nggak salah? Kenali tanda guilt-tripping dan cara menghadapi hubungan yang mulai nggak sehat. Klik disini!

Pasangan yang melakukan guilt tripping biasanya melakukan pola perilaku yang membuatmu terus merasa bersalah tanpa alasan jelas, yang dimana perilaku ini mereka bisa membuat kamu merasa egois hanya karena kamu ingin punya kebutuhan ataupun batasan sendiri seolah seolah setiap hal kecil yang kamu lakukan adalah ketidakpedulian.

Mereka juga sering mengungkit ungkit kesalahan lama untuk menekan supaya kamu menuruti keinginan mereka atau mengingatkan “pengorbanan” yang pernah mereka lakukan supaya kamu wajib untuk membalasnya.

Kadang mereka juga menggunakan kalimat pasif-aggresif seperti “aku gapapa kok sendirian,” supaya kamu merasa bersalah dan akhirnya mengalah. Perlahan, pola-pola seperti ini membentuk bentuk manipulasi yang membuatmu merasa kehilangan kendali atas keputusanmu sendiri dan selalu ragu mengekspresikan kebutuhanmu.

Ngerasa sering disalahin padahal nggak salah? Kenali tanda guilt-tripping dan cara menghadapi hubungan yang mulai nggak sehat. Klik disini!

Dampak Emosional & Hubungan

Dampak dari guilt tripping ini bisa bikin kamu merasa terus menerus bingung, taku salah dan akhirnya kamu jadi overthinking setiap kali kamu mau mengambil keputusan, selain itu hubungan bisa jadi terasa seperti kamu berjalan di atas telur karena kamu khawatir tindakan kecil pun bisa membuat pasanganmu kecewa.

Yang dimana lama kelamaan komunikasi jujur mulai hilang yang adanya hanya kebohongan karena kamu menuruti mereka bukan karena kamu mau tapi karena kamu takut merasa bersalah dan memicu adanya pertengkaran.

Tentunya situasi hubungan seperti ini membuat hubunganmu terasa berat, bikin kamu capek secara emosional, dan kamu jadi kehilangan ruang untuk menjadi diri kamu sendiri.

Kenapa Guilt Trip terjadi?

Guilt trip muncul karena seseorang sebenarnya tidak tahu cara menyampaikan kebutuhan atau pun perasaannya dengan jelas, sehingga mereka memilih untuk menggunakan rasa bersalah sebagai cara untuk mendapatkan apa yang mereka mau.

Namun ada juga yang melakukannya karena mereka merasa tidak aman, ada rasa takut ditinggalkan ataupun khawatir hubungan akan berubah jika kamu mulai menetapkan batasan, bahkan beberapa orang membawa pola manipulative dari hubungan atau lingkungan sebelumnya sehingga mereka menganggap perilaku itu normal, namun apapun alasannya guilt tripping tetap merusak rasa saling menghargai dalam hubungan dan membuat komunikasi jadi tidak sehat.

Ngerasa sering disalahin padahal nggak salah? Kenali tanda guilt-tripping dan cara menghadapi hubungan yang mulai nggak sehat. Klik disini!

Guilt-tripping mungkin terlihat sepele atau bahkan dianggap “biasa aja” dalam suatu hubungan, tapi sebenarnya ini merupakan bentuk manipulasi emosional yang bisa pelan-pelan merusak kepercayaan diri dan kenyamanan kamu.

Kalau kamu mulai merasa selalu salah, selalu harus mengalah, atau kehilangan ruang untuk jadi diri sendiri, itu tanda hubunganmu sedang tidak berjalan sehat. Karena kamu berhak didengar tanpa diatur lewat rasa bersalah, dan kamu berhak punya batasan tanpa harus takut ditinggalkan.

Mulailah dengan berani jujur tentang perasaanmu, jelaskan apa yang bikin kamu nggak nyaman, dan ingat bahwa mengatakan “tidak” bukan berarti kamu pasangan yang buruk.

Kalau situasinya makin berat atau membuat kamu tertekan, jangan ragu untuk mencari dukungan dari teman, keluarga, atau orang yang kamu percaya. Kamu pantas menjalani hubungan yang aman, hangat, dan saling menghargai bukan hubungan yang bikin kamu terus mempertanyakan diri sendiri.

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 95