Skip to main content

Majalah Sunday

Sudahkah Kamu Self-Love? Kenali Dirimu sebelum Menjalin Hubungan

Penulis: Tasya Rahma Putri – Universitas Indonesia

Melihat lini masa media sosial yang dipenuhi konten kemesraan sejoli kerap kali memicu keinginan untuk segera memiliki pasangan. Namun, ketika dorongan itu muncul akibat rasa sepi atau tekanan lingkungan, menerapkan prinsip self love adalah langkah krusial sebelum memutuskan untuk berpacaran. Tanpa rasa cinta dan penerimaan yang utuh terhadap diri sendiri berisiko menjadikan hubungan romantis hanya sebagai pelarian dari kesepian.

Sebelum siap membagi ruang hidup dengan orang lain, kamu perlu selesai dan merasa utuh dengan diri sendiri terlebih dahulu. Kesadaran inilah yang menjadikan self love sebagai fondasi utama kesiapan berpasangan.

Tekanan Sosial dan Rasa Takut Menyendiri

Bagi sebagian orang, status lajang menimbulkan kecemasan yang cukup besar. Fear of being single, yaitu rasa takut atau khawatir ketika membayangkan diri tanpa pasangan. Perasaan tersebut dapat membuat seseorang merasa perlu segera menjalin hubungan, meskipun belum tentu benar-benar siap.

Menariknya, dorongan untuk segera berpacaran tidak selalu berasal dari keinginan murni dari dalam diri. Fenomena ini turut dibahas dalam riset Sprecher & Felmlee (2021) yang menemukan kaitan antara tekanan dari keluarga dan teman dengan meningkatnya rasa takut menjadi jomblo. Tekanan dari keluarga memberikan dampak yang lebih signifikan dibandingkan dorongan dari kawan sebaya. Akibatnya, keputusan untuk menjalin hubungan sering kali terbentuk dari reaksi impulsif atas ekspektasi lingkungan sekitar.

self love dan kesiapan menjalin hubungan romantis

Risiko Menurunkan Standar Pasangan Demi Status

Dampak paling signifikan dari kecemasan akan status lajang adalah penurunan standar dalam memilih pasangan. Ketika rasa takut sendirian lebih mendominasi daripada rasa menghargai diri sendiri, seseorang cenderung memaklumi hal-hal yang sebenarnya merugikan atau biasa disebut settling for less.

Kondisi ini kerap berujung pada pengabaian terhadap sinyal bahaya (red flag), bertahannya hubungan yang tidak sehat, atau penerimaan terhadap orang baru tanpa mempertimbangkan keselarasan nilai-nilai dasar dalam hidup. 

Self love sebelum menjalin hubungan romantis.
Self love menjadi langkah awal sebelum siap menjalin hubungan. Sebab, mengenal diri sendiri juga bagian dari perjalanan menemukan orang yang tepat.

Self Love Dimulai dari Cara Memperlakukan Diri Sendiri

Self love bukanlah sekadar melakukan hal-hal yang menyenangkan. Lebih dari itu, self love berarti mampu menghargai, menerima, dan memperlakukan diri dengan baik. 

Ketika merasa kesepian, misalnya, kamu tidak harus selalu mencari pasangan untuk mengatasinya. Coba pahami terlebih dahulu apa yang sebenarnya kamu butuhkan. Bisa jadi, kamu membutuhkan teman untuk berbicara, waktu untuk beristirahat, atau ruang untuk menikmati waktu sendiri.

Di sisi lain, self love diwujudkan lewat keberanian menjaga nilai diri dan menetapkan batasan yang jelas. Kamu tidak perlu menunggu menjadi pribadi yang sempurna hanya untuk mulai berpacaran. Hal terpenting adalah mengenali diri sendiri sehingga kamu dapat menentukan hubungan seperti apa yang ingin dijalani tanpa mengorbankan hal-hal yang penting bagimu.

Jangan Kehilangan Diri Sendiri saat Jatuh Cinta

Ketika seseorang memasuki hubungan dengan fondasi self love yang kuat, dia akan mampu mencintai pasangannya secara mendalam tanpa harus kehilangan diri sendiri.

Suatu hubungan sering kali menjadi tidak seimbang karena salah satu pihak menggantungkan seluruh kebahagiaan dan arah hidupnya pada pasangan. Padahal, berpasangan yang ideal memerlukan keseimbangan. Kamu tetap perlu merawat hobi, mengejar cita-cita akademis atau profesional, dan menjaga hubungan sosial di luar relasi romantis.

Evaluasi Diri sebelum Membuka Hati

Ketika seseorang memasuki hubungan dengan fondasi self love yang kuat, dia akan mampu mencintai pasangannya secara mendalam tanpa harus kehilangan diri sendiri.

Suatu hubungan sering kali menjadi tidak seimbang karena salah satu pihak menggantungkan seluruh kebahagiaan dan arah hidupnya pada pasangan. Padahal, berpasangan yang ideal memerlukan keseimbangan. Kamu tetap perlu merawat hobi, mengejar cita-cita akademis atau profesional, dan menjaga hubungan sosial di luar relasi romantis.

Sebelum memutuskan untuk melangkah ke hubungan yang baru, cobalah luangkan waktu untuk melakukan refleksi diri melalui beberapa pertimbangan berikut:

1. Dari mana keinginan berpacaran muncul?

Apakah keinginan tersebut sudah ada sejak lama atau baru muncul setelah melihat orang-orang di sekitar mulai berpasangan?

Coba perhatikan apa yang mendorongnya. Apakah memang ingin punya pasangan, sedang merasa kesepian, atau merasa tertinggal karena orang-orang di sekitar sudah berpacaran?

2. Apakah kamu nyaman menghabiskan waktu sendirian?

Kamu tidak harus selalu menikmati waktu sendirian. Yang perlu diperhatikan adalah apakah kesendirian terasa begitu tidak nyaman sampai muncul dorongan untuk segera mencari pasangan.

3. Apa yang sebenarnya dicari dalam sebuah hubungan?

Apakah ingin memiliki teman berbagi cerita, membangun kedekatan dengan seseorang, atau mencari rasa aman dan kasih sayang?

4. Apa yang tetap ingin dipertahankan ketika berpacaran?

Pikirkan hal-hal yang tetap penting, seperti waktu untuk belajar atau bekerja, pertemanan, keluarga, hobi, privasi, dan ruang pribadi.

Hubungan yang sehat tidak mengharuskan seluruh kehidupan berpusat pada pasangan.

Produk Rekomendasi Sunday

Jadi, Sunners, self love bukanlah pembatas untuk jatuh cinta. Kualitas hubungan yang kamu bangun sangat ditentukan oleh sejauh mana kamu mencintai diri sendiri. Begitu kamu punya fondasi emosional yang kuat dan mandiri, kehadiran pasangan menjadi penambah kebahagiaan yang sudah ada, tanpa perlu membebaninya sebagai satu-satunya sumber rasa berharga.

Bagaimana, Sunners? Dari beberapa poin refleksi di atas, hal mana yang paling membuatmu mempertimbangkan kembali kematangan emosionalmu sebelum berpacaran?

*****

Majalah Sunday, Teman Memahami Tips Belajar, Edukasi Seksual dan Kesehatan Mental

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 1