Penulis: Ravinska Vigna Viori – Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
Kunjungan civitas Universitas Bhayangkara Jakarta Raya ke Sekolah Indonesia Cairo (SIC) menjadi salah satu momen yang memperlihatkan kuatnya ikatan siswa Indonesia di perantauan dengan tanah air. Dalam suasana hangat dan penuh antusiasme, para pelajar menyambut kedatangan rombongan sebagai bentuk rasa bangga dan kedekatan emosional terhadap Indonesia.
Namun yang paling menarik, bukan hanya sambutan atau rangkaian kegiatan, tetapi bagaimana para siswa menyalurkan kerinduan dan kecintaan mereka melalui puisi. Mereka menulis dari hati, membawa ingatan tentang rumah, bahasa, budaya, dan nilai-nilai Indonesia yang terus mereka jaga meski berada ribuan kilometer dari tanah kelahiran.
Bagi pelajar Indonesia di Cairo, puisi bukan sekadar rangkaian kata indah. Puisi adalah media curahan apa yang mereka rasakan, tempat mereka pulang ketika rindu mulai terasa berat. Melalui larik-larik puisi, mereka merawat hubungan batin dengan Indonesia mengingat kampung halaman, keluarga, dan budaya yang membentuk jati diri mereka.
Ekspresi sastra ini menjadi bukti bahwa identitas kebangsaan tidak luntur hanya karena jarak. Justru, semakin jauh mereka berada, semakin kuat keinginan untuk menegaskan bahwa mereka tetap bagian dari Indonesia.

Hidup di Mesir memberikan banyak pengalaman baru bagi para pelajar lingkungan multikultural, teman dari berbagai negara, serta perbandingan sistem pendidikan yang berbeda. Semua ini memperluas wawasan dan cara berpikir mereka.
Meski begitu, nilai-nilai kebangsaan tetap menjadi fondasi. Pergaulan internasional tidak membuat mereka kehilangan arah, melainkan memperkaya cara mereka memahami dan mencintai Indonesia. Banyak dari mereka menuliskan bagaimana keberagaman Mesir justru membuat mereka semakin menghargai kekayaan budaya tanah air.

Karya-karya puisi yang dituliskan para pelajar Indonesia di Cairo adalah cermin dari jiwa mereka jiwa yang tetap merah putih meski berada jauh dari Indonesia. Rasa rindu, kecintaan, dan komitmen terhadap tanah air terwujud dalam kata-kata yang jujur dan penuh makna.
Kunjungan civitas Ubhara Jaya tidak hanya mempererat hubungan akademik, tetapi juga menjadi saksi bagaimana generasi muda Indonesia di perantauan mengekspresikan nasionalisme dengan cara yang halus namun kuat melalui sastra, terutama puisi.
*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.
