WeCreativez WhatsApp Support
Hai, Sunners... Mimin di sini!
Mau ngobrolin apa nih?

Stop Self Diagnose

Hai Sunners, kali ini kita bahas tentang bahaya Self Diagnose , tapi sebelum bahas lebih Panjang kalian udah tau kan apa Itu Self Diagnose? Self Diagnose  yaitu upaya mendiagnosis diri sendiri berdasarkan informasi yang didapatkan secara mandiri dari sumber-sumber yang tidak profesional, misalnya teman atau keluarga atau akibat menonton film, bahkan pengalaman di masa lalu.

Seharusnya, diagnosis diri hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis profesional. Proses menuju diagnosis yang tepat sangatlah sulit, Diagnosis harus ditentukan berdasarkan gejala, keluhan, riwayat kesehatan, serta faktor lain yang kamu alami.

Apasih dampak  bahaya dari Self Diagnose ?

  1. Salah Diagnosa

Yang pertama pasti yang terjadi banyak yang menganggap Ketika dirinya memiliki pergantian mood yang cepat ( Mood Swing ) melakukan Self Diagnose mengira-ngira memiliki kepribadian ganda ( bipolar ) padahal nyatanya bukan.

  1. Salah penanganan

Yang pertama sudah salah diagnosa dilanjut tentunya salah penanganan, Menyebabkan gangguan yang dialami menjadi semakin parah. Misalnya saat kondisi yang seharusnya akan efektif ditangani menggunakan terapi oleh ahli, tetapi penanganan dilakukan hanya mengikuti saran informasi di internet. Akibatnya jika salah mengonsumsi obat ilegal. Obat-obatan tersebut, selain ilegal, juga barangkali menimbulkan efek samping, interaksi obat, kesalahan dalam cara konsumsi, hingga kesalahan dosis.

  1. Menyulitkan komunikasi dengan dokter ahli

Akibat sudah self diagnose dan menunjukan sikap yang tidak percaya karena sudah pre-judgement (penilaian awal) membuat komunikasi dengan dokter ahli menjadi bermasalah, seharusnya tidak usah asal self diagnose tetapi beri tahu saja apa keluhannya supaya dokter dapat memberi informasi yang detail terkait apa yang sedang diderita sehingga bisa tahu penanganan dan penyembuhan yang tepat.

 

Makanya jangan asal diagnosa ya, untuk lebih tepatnya konsultasi ke dokter ahli !

 

Penulis : Fildzah Putri Amalia, Politeknik Negeri Media Kreatif

Leave A Comment