Namanya Monalisa, kini ia sedang menempuh studi Magister di bidang Human Development and Education di Harvard University, Amerika Serikat. Mengenang perjalanannya, Ia mengatakan, “Saat saya menerima surat penerimaan dari Harvard, pikiran saya langsung kembali ke setiap langkah yang membawa saya sampai di sini. Setiap proyek yang pernah saya kerjakan. Setiap tantangan yang saya hadapi. Setiap guru yang percaya dan mendukung saya. Semua perjalanan itu berawal dari Sekolah Victory Plus.”
Kisah ini bukan sekadar cerita sukses alumni. Ini adalah gambaran nyata bagaimana Kurikulum International Baccalaureate (IB) mampu membekali siswa dengan kesiapan akademik, mental, dan global mindset untuk bersaing di tingkat dunia.
Sebagai salah satu Sekolah IB terbaik di Indonesia, Sekolah Victory Plus tidak hanya mengadopsi kurikulum International Baccalaureate (IB), tetapi juga mengimplementasikannya dengan standar akademik yang tinggi dan terukur. SVP memastikan setiap elemen pembelajaran dijalankan sesuai framework dan quality assurance dari IB Organization.
Komitmen terhadap kualitas ini didukung oleh tenaga pendidik yang berpengalaman dan memiliki keahlian mendalam dalam sistem IB. Salah satunya adalah Ibu Early, yang telah menjadi IB Asia Pacific Workshop Leader selama lebih dari enam tahun, serta sejumlah guru lainnya yang merupakan IB experts di bidangnya. Hal ini memastikan bahwa pendekatan inquiry-based learning, assessment criteria, hingga pengembangan Extended Essay dan Personal Project dijalankan dengan standar akademis yang tinggi dan bukan sekadar aktivitas proyek tanpa arah.
Di Sekolah Victory Plus, implementasi IB tidak berhenti pada konsep, tetapi diterapkan secara konsisten dan terstruktur. Setiap fasilitas memiliki andil untuk pengembangan kemampuan siswa. Studio Room sebagai salah satu contoh yang menyediakan ruang bagi siswa untuk memahami dunia audio visual yang diterapkan dalam subjek pelajaran sehari-hari, sehingga siswa mendapatkan bukan hanya mendapatkan pengalaman belajar yang terintegrasi, namun juga kemampuan yang dapat diimplementasi secara riil di dunia pekerjaan nantinya.

Sekolah Victory Plus sebagai Sekolah IB percaya bahwa siswa sudah seharusnya menjalani metode pendidikan sesuai dengan jenjang usia mereka. Oleh karena itu Sekolah Victory Plus menerapkan tiga program utama International Baccalaureate yang saling terintegrasi dari jenjang dasar hingga pra-universitas.
Usia 3–12 tahun | Nursery hingga Kelas 6
Di tahap ini, siswa belajar melalui pendekatan eksploratif (inquiry-based learning). Mereka diajak bertanya, meneliti, dan memahami konsep besar melalui tema lintas mata pelajaran. Fokusnya adalah membangun rasa ingin tahu, kemampuan komunikasi, dan fondasi berpikir kritis sejak dini — ciri khas dari sistem Sekolah IB.
Usia 13-16 tahun | Kelas 7–10
Pada fase ini, pembelajaran menjadi lebih analitis dan aplikatif. Siswa menghubungkan teori dengan konteks dunia nyata serta mengerjakan Personal Project di akhir program untuk melatih riset, manajemen waktu, dan tanggung jawab pribadi.
Usia 16–18 tahun | Kelas 11–12
Sebagai program pra-universitas bergengsi, DP mempersiapkan siswa untuk studi global melalui kombinasi akademik yang kuat dan tiga komponen inti:
Melalui sistem ini, lulusan Sekolah Victory Plus memiliki kesiapan akademik, mampu berpikir kritis, kemandirian dalam melakukan riset, dan global mindset untuk melanjutkan ke universitas top dunia.

Upaya untuk menyediakan fasilitas yang dapat merelevansikan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari terwujud dalam Outdoor Learning Spaces yang dirancang sebagai bagian dari proses belajar, bukan sekadar area bermain. Area Outdoor Learning Centre digunakan untuk melatih kemampuan sensorik dan motorik serta problem solving melalui berbagai tantangan fisik yang terstruktur dan terarah. Melalui aktivitas ini, siswa tidak hanya aktif bergerak, tetapi juga belajar mengembangkan strategi, meningkatkan fokus, dan membangun kepercayaan diri dalam menghadapi tantangan.
Sementara itu, Mini Farm dan SVP Garden menjadi ruang belajar kontekstual untuk memahami konsep biologi, ekosistem, hingga keberlanjutan lingkungan secara langsung. Sementara itu untuk siswa dengan tingkatan lebih tinggi, greenhouse menyediakan tempat bagi mereka untuk dapat mengamati proses pertumbuhan tanaman, melakukan eksperimen, serta mempelajari praktik pertanian berkelanjutan berbasis sains.

Pendekatan ini sejalan dengan filosofi Sekolah IB yang menekankan inquiry-based learning, di mana siswa belajar melalui pengalaman nyata, observasi langsung, dan refleksi mendalam. Dengan fasilitas yang terintegrasi antara ruang kelas dan alam terbuka, SVP menciptakan lingkungan belajar yang tidak hanya akademis, tetapi juga membangun kepedulian, kemandirian, dan wawasan global.
Banyak orang tua merasakan langsung perbedaan pendekatan belajar di Sekolah Victory Plus. Ibu Lee Suyong, yang telah menyekolahkan anaknya di berbagai sekolah internasional, mengungkapkan bahwa salah satu alasan memilih SVP adalah karena kurikulum IB di sini sangat mengakomodasi kebutuhan siswa.
Awalnya, sistem belajar berbasis proyek terasa berbeda. Namun justru melalui penelitian mandiri, diskusi, dan presentasi, anak-anak berkembang menjadi lebih percaya diri dan mandiri.
Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Ibu Dina. Menurutnya, SVP sangat mendorong siswa untuk berpikir kritis, mengartikulasikan pendapat berdasarkan fakta, dan aktif berdiskusi bersama guru di kelas. Hal ini menjadi bekal penting untuk menghadapi tantangan masa depan.
Inilah kekuatan utama dari Sekolah IB.
Tertarik merasakan pengalaman belajar di Sekolah Victory Plus? Temukan bagaimana sistem Sekolah IB dapat membuka peluang global dan membentuk masa depan yang lebih luas. Kunjungi www.svp.education dan follow Instagram @sekolahvictoryplusbekasi untuk informasi terbaru.
*****
Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.