Sebagai salah satu sekolah internasional terkemuka, Sekolah Victory Plus kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi pemikir global melalui penyelenggaraan TEDxSVP 2026. Acara yang berlangsung pada Jumat (13/02/2026) ini menampilkan 11 pembicara berbakat, yang merupakan kolaborasi apik antara siswa Sekolah Victory Plus dan pembicara tamu dari berbagai bidang.
Mengangkat tema besar Indispensable Shifts, kegiatan TEDxSVP tahun ini menyoroti pentingnya kemampuan adaptasi manusia terhadap dinamika teknologi dan sosial yang bergerak cepat. Sebagai sekolah internasional yang berorientasi global, Sekolah Victory Plus berharap melalui tema ini, para peserta dapat melihat transisi global bukan sebagai hambatan, melainkan sebagai batu loncatan untuk menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekitar.

Kemeriahan TEDxSVP dimulai dengan pertunjukan tari tradisional yang dibawakan oleh para siswa SMP Sekolah Victory Plus, menciptakan suasana hangat sebelum memasuki sesi diskusi inti. Dibagi ke dalam empat segmen yang interaktif, acara ini mendapatkan apresiasi tinggi dari para peserta, termasuk Atika, seorang alumni pembicara yang memuji kualitas performa serta materi yang disampaikan.
“Performancenya keren, dan semua sesi sangat menginspirasi,” ujar Atika.
Kehadiran tiga tokoh inspiratif sebagai pembicara tamu di panggung TEDxSVP memberikan wawasan baru bagi komunitas Sekolah Victory Plus. Strategi menghadapi tantangan dibahas oleh Ario Ananggadipa Putra, sementara Budi Christanto menekankan aspek humanisme di era AI, dan Melvin Hade mengajak audiens untuk melakukan refleksi diri agar tetap tangguh dalam menjalani ritme kehidupan yang padat.
Melvin Hade juga memberikan pujian kepada Sekolah Victory Plus atas inisiatifnya menyediakan platform TEDxSVP, yang menurutnya mampu memotivasi pemuda di tingkat nasional maupun global.
“Saya harap TEDxSVP bisa menjadi platform yang menginspirasi siswa dan juga anak muda di seluruh Indonesia, bahkan dunia. Tentunya dalam menyikapi kehidupan, teknologi, dan isu global saat ini. TEDxSVP adalah inisiatif yang luar biasa, dan saya rasa siswa Sekolah Victory Plus sangat beruntung memiliki acara seperti ini,” ucap Melvin Hade.
Sisi orisinalitas TEDxSVP semakin terpancar lewat presentasi delapan siswa Sekolah Victory Plus yang mengulas topik-topik relevan, seperti riset Alyssa Izzahrania mengenai pengaruh gawai pada anak, serta Shafa Maharani Lubis yang memperkenalkan konsep “LIVE” sebagai panduan bagi teman-temannya untuk terus tumbuh dan berani mengambil langkah nyata dalam menghadapi perubahan zaman.
Dukungan penuh juga datang dari kalangan orang tua siswa Sekolah Victory Plus yang merasa terinspirasi oleh pemikiran kritis anak-anak mereka di panggung TEDxSVP. Salah satu orang tua, Nyoman Purnaya, menyebutkan bahwa paparan ide dari para siswa memberikan perspektif segar bagi generasi senior, khususnya terkait pemanfaatan teknologi yang bijak di masa depan.
TEDxSVP menjadi bukti nyata dari dedikasi Sekolah Victory Plus dalam membentuk karakter pemimpin muda yang kritis dan berani menyuarakan pendapat. Melalui forum ini, para siswa tidak hanya berbagi pengetahuan, tetapi juga mengasah jiwa kepemimpinan yang adaptif dan siap bersaing di kancah internasional.
*****
Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.