Majalah Sunday

Sebuah Cerpen - Vampir, Mitos atau Fakta?

Penulis: Felicia – SMAK PENABUR Summarecon Bekasi

Seseorang berpakaian serba hitam, baru saja memasuki sebuah rumah di daerah pemukiman warga setempat. Hari sudah malam, namun pemuda itu dengan lugas berjalan tanpa mengenal rasa takut. Pemuda itu membawa sekantong plastik hitam berukuran sedang di sampingnya. Setelah memasuki rumah, pemuda itu melepas topi dan masker hitam yang ia kenakan. 

Orang itu tidak menyalakan lampu, namun ia bisa mengetahui di mana posisi tangga berada, bahkan ia bisa menaikinya tanpa takut menyandung salah satu anak tangganya dalam remang kegelapan.

… 11… 12… 13… 14… 15… 16… 17… 18! 

Di anak tangga yang terakhir, orang itu berbelok ke arah kiri dan menelusuri lorong gelap di sana. Tidak terlalu dalam, tepat di ujung lorong, terdapat sebuah pintu berwarna merah tua gelap. Orang itu mengetuk pintu tersebut.

Kisah ini menggambarkan potongan kehidupan dari seorang anak kecil dan pamannya yang ternyata adalah vampir.

Di anak tangga yang terakhir, orang itu berbelok ke arah kiri dan menelusuri lorong gelap di sana. Tidak terlalu dalam, tepat di ujung lorong, terdapat sebuah pintu berwarna merah tua gelap. Orang itu mengetuk pintu tersebut.

“Kau ‘kah itu? Masuklah!”

Orang itu pun masuk, ia disambut seseorang anak kecil yang segera saja memeluknya. Orang itu balas memeluk gadis kecil itu dan mengusap kepalanya beberapa kali. 

“Apa kabar, Xyla?”

“Baik! Kau dari mana saja, Paman?”

“Aku membawakan cat kesukaanmu~”

Xyla bersorak girang saat orang itu menunjukkan apa yang dia bawa. Xyla pun segera mengambil kantung hitam tersebut dan membukanya. Di dalamnya, terdapat sebuah kantung berwarna transparan dengan cairan berwarna merah di dalamnya.

“Paman memang yang terbaik!”

Kisah ini menggambarkan potongan kehidupan dari seorang anak kecil dan pamannya yang ternyata adalah vampir.

Kembali ditemukan jasad seorang wanita berusia 17 tahun di sebuah tempat pembuangan sampah di daerah XXX. Seperti jasad-jasad yang lainnya, gadis itu ditemukan dalam keadaan jasad terbalik dan mengering. Anehnya, tidak ditemukan setetes darah pun pada jasad gadis tersebut.

“Paman, Paman!”

“Ada apa Xyla?”

“Catku habis.”

“Ya sudah, nanti Paman carikan lagi, ya?”

“Hore! Aku sayang Paman!”

“Paman juga sayang Xyla~”

*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 7