Majalah Sunday

Sebuah Cerpen - Sore di Sekolah

Penulis: Nadine Andini – SMAN 21 JAKARTA

Sudah sangat sore. Sudah tidak ada siapapun di sekolah. Kenapa aku masih bisa ada di sini?

Ah iya, aku masih mengerjakan tugas yang seharusnya dikumpulkan tadi siang. Guru-guru sudah pulang. Aku meninggalkan tugasku di atas meja guruku itu.

Ketika aku akan turun dari lantai dua, aku menghentikan langkahku. Kenapa? Aku mendengar suara langkah orang lain dengan suara nyaring bagai banyak besi saling beradu. Harusnya sudah tidak ada siapapun di sekolah. Aku pun berjalan menuju tangga yang lain.

Sebuah Cerpen - Sore di Sekolah

Namun suara itu terdengar semakin dekat denganku. Aku juga mempercepat langkahku. Ketika aku turun ke lantai satu, aku tersandung kakiku sendiri karena terlalu terburu-buru. Aku mencoba bangkit secepat mungkin dan berjalan dengan langkah cepat menuju gerbang sekolah.

Suara langkah orang yang mengejarku terdengar makin dekat. Aku masuk ke dalam toilet dan mengunci bilik toilet itu.

Diam… aku bahkan bisa mendengar suara degup jantungku sendiri.

Suaranya nyaringnya sudah tidak ada. Leganya…

Tapi kelegaan hatiku langsung menghilang ketika lampu toilet tempatku bersembunyi, mati. Buru-buru aku mencoba membuka kunci bilikku. Entah aku tak bisa melihatnya atau aku terlalu terburu-buru, kunci bilik ini tidak mau terbuka.

“Ayolah…” gumamku saking paniknya karena kunci bilikku tak mau terbuka.

*Klek*

Aku membanting pintu bilik itu dan segera berlari menuju gerbang sekolah. Ketika aku tiba, gerbang sekolah sudah terkunci. Panik, aku mencoba mencari jalan lain.

Suara itu terdengar lagi. Keringat dingin mengalir di pelipis. Tubuhku gemetar ketakutan. Aku kembali berlari mencoba kabur dari suara itu lagi. Aku berhenti ketika melihat sapu yang tergeletak di tanah.

Aku mengambilnya dan berbalik untuk menghadapi orang itu. Aku bersiaga di belokan lorong sekolahku.

Sebuah Cerpen - Sore di Sekolah

Suaranya makin dekat… Jantungku berdegup tak karuan karena takut.

Sosoknya akan segera terlihat…

“Hei! Kenapa masih di sini!! Pulang pulang!”

“Maaf pak satpam… Tapi gerbang udah dikunci.”

“Iyalah! Saya kira sudah tidak ada murid lagi!!”

“Maaf pak.”

*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 16