Majalah Sunday

Sebuah Cerpen - Sambutan Pulang dari Rumah Kosongku

Penulis: Samuel Nathanael – SMAK Tiara Kasih

Malam itu, hawa dingin serasa menembus sampai tulang. Jalan depan rumahku memang gelap, sepi hampir tiada kendaraan yang lewat. Sepertinya tetanggaku lagi tidak di rumah pikirku, rumah mereka tampak gelap bagai tak dihuni berminggu-minggu. 

“Apakah terjadi sesuatu pada mereka? Mungkin besok pagi akan kucek ke sebelah.”

“Krek…”

Suara pintu rumahku terbuka. Sudah seminggu sejak aku tidak balik ke sini. Udara serasa pengap, debu di mana-mana.

Sambutan Pulang dari Rumah Kosongku

“Huh malas sekali membersihkan ini semua. Besok saja mungkin akan kubersihkan.”

Aku pun naik ke kamarku yang berada di lantai 2 lalu bersiap untuk mandi. 

“Kangen juga mandi di rumah sendiri,” aku berkata kepada diri sendiri. Namun saat sedang keramas, aku merasa ada yang menatapku dari kejauhan. Aku reflek membuka mata ku. Kosong. Tiada siapapun atau apapun. Mungkin aku sedang kelelahan.

Tak banyak yang kulakukan di malam itu selain masuk dan beristirahat di kamar. Namun sepertinya ada yang hendak ingin mengusirku… . 

Setelah seminggu pergi memang ranjang sendiri terasa jauh lebih nyaman dibanding ranjang hotel manapun. Tak perlu waktu lama untuk aku tertidur lelap. 

Dadaku serasa ditekan seseorang.. atau sesuatu. Jantungku berdebar kencang. Aku sudah sadar namun tidak berani untuk membuka kelopak mata ini. Perlahan aku memberanikan diri. Kosong.. tiada siapapun. Mendadak keinginan untuk tidur pun pupus. 

Tak lama aku mendengar suara ibu memanggil dari bawah. Aku menjawabnya lalu beranjak dari kasurku. Mendadak langkahku terhenti. Ibuku kan tidak tinggal di sini..

*****

Dapatkan informasi mengenai kesehatan mental, edukasi seksual, dan tips pelajar hanya di Majalah Sunday, teman curhat remaja Indonesia.

Ikutan berkarya di
Majalah Sunday

Post Views: 20